Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TRAM TO 2037
1
Suka
1,867
Dibaca

Langit Jakarta, pukul dua dini hari, tiada pernah menjadi kanvas hitam pekat yang kosong. Warnanya campuran gradasi biru keabuan yang terluka oleh polusi cahaya, serupa selimut tipis yang gagal menyembunyikan keresahan kota di bawahnya.

Dari jendela apartemen di lantai dua belas, Kenzo memandangi bentangan lampu-lampu yang berkelip laksana sirkuit raksasa yang tak pernah ingin tidur. Ironisnya, di dalam dirinya, bingar cahaya justru terlelap—atau bisa jadi, mati suri.

Usianya menginjak 31 tahun, baginya hanyalah angka ganjil yang mengantarkannya tepat di titik persimpangan tanpa rambu. Di siang hari, dirinya adalah Kenzo, seorang manajer menengah di sebuah perusahaan logistik, seseorang yang tugasnya menandatangani dokumen, membalas ratusan email, dan duduk dalam rapat-rapat yang terus berulang tanpa akhir. Sedangkan di malam hari, tatkala keheningan mengambil alih harinya, ia hanyalah sekadar Kenzo. Nama tanpa jabatan, kesadaran yang terperangkap dalam tempurung kepalanya yang pengap oleh kesunyian.

Insomnia sudah demikian lamanya menjadi teman yang paling setia, entah sejak kapan tepatnya. Yang pasti, Kenzo tak lagi menganggapnya sebagai gangguan. Akan tetapi ritual untuk menatap langit-langit, menghitung detak jam dinding yang terdengar serupa ketukan palu hakim, sembari merasakan kehampaan yang merayap dari ulu hati, yang dingin dan demikian sabar. Malam ini, kehampaan itu terasa begitu padat, memiliki bobot fisik yang semakin menekan dadanya.

“Aku hanya… ada,” bisiknya pada bayangannya sendiri di kaca jendela yang gelap. “Aku bernapas, makan, bekerja. Apakah aku hidup?”

Pertanyaannya itu bergelantungan di udara pengap kamarnya, tanpa pernah memberi jawaban. Lambat laun kehidupan bagi Kenzo terasa seperti lagu yang diputar berulang-ulang, nadanya terdengar akrab namun maknanya kian lama kian memudar. Kekosongan mengisi setiap jeda detak jantungnya, ruang hampa yang seharusnya diisi oleh mimpi, gairah, atau setidaknya, sebuah a...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Cerpen
Bronze
Pilihan Nion
Tourtaleslights
Cerpen
Apel Fuji
Rizky Anna
Cerpen
Marriage Deadline
Nadya Atika
Cerpen
Bau Yang Tidak Pernah Pergi
Yovinus
Cerpen
Bronze
Mutasi
Nadya Wijanarko
Cerpen
Ruang Temu
Lail Arahma
Cerpen
Bronze
Takdir Berbalik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Esensi Asasi Afeksi
Rairaa
Cerpen
Tentang Dia yang Tak Memiliki Bayang-bayang
Lily N. D. Madjid
Cerpen
M2
La Lady Brhamara
Cerpen
Bronze
Is Krimu
Gefira Nur Fauzia
Cerpen
Bronze
Bingkai Tak Berujung
Jasma Ryadi
Cerpen
Idjah
Rahma Roshadi
Cerpen
Paket Penyelamat Nyawa
Adrikni LR
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra
Cerpen
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Flash
KURSI ROTAN & SEPOTONG INGATAN
IGN Indra
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Cerpen
SATU HATI DUA CINTA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Cerpen
WADAH
IGN Indra