Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TRAM TO 2037
1
Suka
1,683
Dibaca

Langit Jakarta, pukul dua dini hari, tiada pernah menjadi kanvas hitam pekat yang kosong. Warnanya campuran gradasi biru keabuan yang terluka oleh polusi cahaya, serupa selimut tipis yang gagal menyembunyikan keresahan kota di bawahnya.

Dari jendela apartemen di lantai dua belas, Kenzo memandangi bentangan lampu-lampu yang berkelip laksana sirkuit raksasa yang tak pernah ingin tidur. Ironisnya, di dalam dirinya, bingar cahaya justru terlelap—atau bisa jadi, mati suri.

Usianya menginjak 31 tahun, baginya hanyalah angka ganjil yang mengantarkannya tepat di titik persimpangan tanpa rambu. Di siang hari, dirinya adalah Kenzo, seorang manajer menengah di sebuah perusahaan logistik, seseorang yang tugasnya menandatangani dokumen, membalas ratusan email, dan duduk dalam rapat-rapat yang terus berulang tanpa akhir. Sedangkan di malam hari, tatkala keheningan mengambil alih harinya, ia hanyalah sekadar Kenzo. Nama tanpa jabatan, kesadaran yang terperangkap dalam tempurung kepalanya yang pengap oleh kesunyian.

Insomnia sudah demikian lamanya menjadi teman yang paling setia, entah sejak kapan tepatnya. Yang pasti, Kenzo tak lagi menganggapnya sebagai gangguan. Akan tetapi ritual untuk menatap langit-langit, menghitung detak jam dinding yang terdengar serupa ketukan palu hakim, sembari merasakan kehampaan yang merayap dari ulu hati, yang dingin dan demikian sabar. Malam ini, kehampaan itu terasa begitu padat, memiliki bobot fisik yang semakin menekan dadanya.

“Aku hanya… ada,” bisiknya pada bayangannya sendiri di kaca jendela yang gelap. “Aku bernapas, makan, bekerja. Apakah aku hidup?”

Pertanyaannya itu bergelantungan di udara pengap kamarnya, tanpa pernah memberi jawaban. Lambat laun kehidupan bagi Kenzo terasa seperti lagu yang diputar berulang-ulang, nadanya terdengar akrab namun maknanya kian lama kian memudar. Kekosongan mengisi setiap jeda detak jantungnya, ruang hampa yang seharusnya diisi oleh mimpi, gairah, atau setidaknya, sebuah a...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Cerpen
Must be number one
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
CHARLIE
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Obral Obrol Tetangga
Lovaerina
Cerpen
Bronze
Rindu Suara Azan
aksara_g.rain
Cerpen
Bronze
Menari Bersama Semesta
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Peneliti Negeri Sipil
spacekantor
Cerpen
Bronze
Menyesal Setelah Kehilangan
Ardelia Rafilah Basya
Cerpen
Bronze
KOTA HUJAN
Muhamad Irfan
Cerpen
Pelangi untuk Mentari
Dyah
Cerpen
Pietist
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Maghdiraghar Nyurathala
JWT Kingdom
Cerpen
Bronze
SECRET, The Silent World
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Cerpen
Sang Penembus Dua Sisi
Janeeta Mz
Cerpen
Kamu Gapapa?
Godok
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Flash
REBUSAN KOSONG
IGN Indra
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Cerpen
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Cerpen
SEPERTI SALJU BULAN APRIL
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra