Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TRAM TO 2037
1
Suka
2,518
Dibaca

Langit Jakarta, pukul dua dini hari, tiada pernah menjadi kanvas hitam pekat yang kosong. Warnanya campuran gradasi biru keabuan yang terluka oleh polusi cahaya, serupa selimut tipis yang gagal menyembunyikan keresahan kota di bawahnya.

Dari jendela apartemen di lantai dua belas, Kenzo memandangi bentangan lampu-lampu yang berkelip laksana sirkuit raksasa yang tak pernah ingin tidur. Ironisnya, di dalam dirinya, bingar cahaya justru terlelap—atau bisa jadi, mati suri.

Usianya menginjak 31 tahun, baginya hanyalah angka ganjil yang mengantarkannya tepat di titik persimpangan tanpa rambu. Di siang hari, dirinya adalah Kenzo, seorang manajer menengah di sebuah perusahaan logistik, seseorang yang tugasnya menandatangani dokumen, membalas ratusan email, dan duduk dalam rapat-rapat yang terus berulang tanpa akhir. Sedangkan di malam hari, tatkala keheningan mengambil alih harinya, ia hanyalah sekadar Kenzo. Nama tanpa jabatan, kesadaran yang terperangkap dalam tempurung kepalanya yang pengap oleh kesunyian.

Insomnia sudah demikian lamanya menjadi teman yang paling setia, entah sejak kapan tepatnya. Yang pasti, Kenzo tak lagi menganggapnya sebagai gangguan. Akan tetapi ritual untuk menatap langit-langit, menghitung detak jam dinding yang terdengar serupa ketukan palu hakim, sembari merasakan kehampaan yang merayap dari ulu hati, yang dingin dan demikian sabar. Malam ini, kehampaan itu terasa begitu padat, memiliki bobot fisik yang semakin menekan dadanya.

“Aku hanya… ada,” bisiknya pada bayangannya sendiri di kaca jendela yang gelap. “Aku bernapas, makan, bekerja. Apakah aku hidup?”

Pertanyaannya itu bergelantungan di udara pengap kamarnya, tanpa pernah memberi jawaban. Lambat laun kehidupan bagi Kenzo terasa seperti lagu yang diputar berulang-ulang, nadanya terdengar akrab namun maknanya kian lama kian memudar. Kekosongan mengisi setiap jeda detak jantungnya, ruang hampa yang seharusnya diisi oleh mimpi, gairah, atau setidaknya, sebuah a...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Cerpen
Bronze
Cerpen One Shoot
Rani Rosdiana
Cerpen
WONOALAM 1 : Dialog Kosong Di Meja Pemanggilan Arwah
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Bronze
Si Hitam Bernama Beruntung.
P12
Cerpen
Sore Itu Di Depan Gang Kecil
hadi wiyono
Cerpen
Bergumul Dengan Tuhan
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
Mendung Masih Bergelayut
Munkhayati
Cerpen
Impian Sang Burung
Celica Yuzi
Cerpen
Bronze
LANDAK MINI SANG PENOLONG NAN PEMBERANI
Olaf A Gerrits
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bronze
Kena Batunya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Persahabatan Antar Planet
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Misi Minggat- Gagal total
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Juru Kunci Makam yang Tertangkap KPK
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Luka
Evelyn Crystal
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Cerpen
SEPERTI SALJU BULAN APRIL
IGN Indra
Cerpen
LANGIT YANG TAK PERNAH SAMA
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
SIMPUL ARUS HITAM
IGN Indra
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra
Flash
MANGKAT
IGN Indra
Cerpen
WADAH
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra