Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TIGA LUKA TARI,
2
Suka
6,744
Dibaca


Langit di atas rumah tua itu kelabu. Hujan baru saja reda, menyisakan aroma tanah basah yang merambat dari halaman kecil ke dalam ruang tamu yang dipenuhi debu kenangan. Nirna berdiri di depan lemari jati, membuka perlahan laci paling bawah yang berderit. Di dalamnya, tersimpan tumpukan foto lama, kertas yang sudah menguning, dan sepucuk surat yang dilipat dengan rapi.

Rumah peninggalan Ibu tak lagi seramai dulu. Ayah telah lama pergi, menikah lagi setelah Ibu meninggal. Kakaknya, Ratih, kini tinggal di luar kota bersama keluarga kecilnya. Tapi setiap tahun, di bulan Desember seperti ini, mereka berdua akan kembali ke rumah tua itu. Bukan untuk bersedih, melainkan untuk mengingat—dan diam-diam meminta maaf kepada masa lalu yang tak bisa mereka ubah.

“Ini foto Ibu pas baru mulai ngajar, Na,” kata Ratih sambil mengelap bingkai kayu yang warnanya sudah pudar. Di dalamnya, tergambar seorang perempuan muda dengan kerudung coklat muda, tersenyum lebar di tengah-tengah kerumunan anak-anak sekolah dasar.

Nirna mengangguk pelan. Suaranya serak, “Waktu itu, belum ada bangku. Anak-anak duduk di tikar bekas sumbangan warga.”

Mereka duduk di lantai ruang tengah, di antara kardus-kardus penuh barang kenangan. Tidak ada yang benar-benar terburu-buru untuk membereskan semua itu. Mereka seperti tahu, yang berat bukan tangannya, tapi hatinya.

“Dulu aku marah,” ujar Nirna tiba-tiba. “Marah kenapa kita dititipkan ke Tante Rima. Marah kenapa Ibu harus berjualan gorengan. Tapi sekarang aku paham. Ibu tahu Ayah tak mampu.”

Ratih mena...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
TIGA LUKA TARI,
Indira Raina
Cerpen
Penyebab
Fata Raya
Cerpen
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
Uncanny Valley
Damia Nur Shafira
Cerpen
Aku Tak Minta Dilahirkan
idntcare
Cerpen
Bronze
Memulung Murung
hidayatullah
Cerpen
Work for Home
Khairunnisa
Cerpen
Bronze
Kertas Balas Kertas
Omius
Cerpen
Jalan yang Bercabang
Aralya Seraquin
Cerpen
Opini Abnormal
Nazila
Cerpen
Orang-Orang Pojok
Aniq Munfiqoh
Cerpen
Jawaban Tuhan
spacekantor
Cerpen
Bronze
Mendekap Surga
Trippleju
Cerpen
UITDF
Hary Silvia
Cerpen
Di Penghujung Hari
Galang Gelar Taqwa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TIGA LUKA TARI,
Indira Raina
Novel
Kenangan Di Balik Kabut
Indira Raina
Novel
Bronze
12 Tahun, Tentang Asa Dan Rasa
Indira Raina
Cerpen
Sesalku Bercerita
Indira Raina
Cerpen
(TAK) Harus Jadi PNS
Indira Raina
Cerpen
Bronze
Memoar Sebuah Rasa
Indira Raina