Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Tiga Bersaudara
0
Suka
4
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator


Meskipun semuanya dianggap olehnya tidak adil.... Ibnu tidak pernah melipat senyum manisnya. Lelaki jangkung dengan perawakan ideal, tidak terlalu kurus pun tidak terlalu gemuk itu tetap berusaha menyunggingkan bibirnya di sela-sela percik mentari. Sayangnya, ia bukanlah batu yang membutuhkan proses panjang agar titik-titik air mampu membuatnya keropos. Ia seumpama kapas, mudah diombang-ambingkan angin. Bukan hanya binatang-binatang langka yang nyaris lenyap dari muka bumi ini, senyumnya pun sebentar lagi dimusiumkan di taman suaka marga rasa, supaya mengantisipasi kematian senyumnya. 

Hari ini ia menelan getir, melihat pemandangan di hadapannya. Di luar sana, hujan tidak pernah lelah menciptakan bunga-bunga air. Asbes seperti dilempari kerikil. Angin bertiup dari Utara, gugup mencengkeram bulu-bulu kulitnya, embun menitik di jendela. Ia memanggil burung kenangan, sayapnya terkep...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Kisah Aksara
Alda Kusmono
Cerpen
Bronze
Mata yang Hilang
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Tiga Bersaudara
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
The (Not So) Fake Friend
Rosa L.
Cerpen
Bronze
Ruth Pergi Sendiri ke Surga
Johanes Gurning
Cerpen
Bronze
Iri sama Tetangga
Selvi Rain
Cerpen
Bronze
Tidak Ada Tutug Oncom di Neraka
Imas Hanifah N.
Cerpen
Bronze
ANTARA LAUT DAN LANGIT BANDUNG
angin lembah
Cerpen
Liburan Juga Bermanfaat
LISANDA
Cerpen
Bronze
Bukan Dari Mereka
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Cinta Saja Tidak Cukup!
Zakiya NW
Cerpen
Bronze
Lurik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Perempuan yang Membenci Matahari
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Saatnya
Nabilla Shafira
Cerpen
Pasar Bisa Diciptakan
Galang Gelar Taqwa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tiga Bersaudara
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Mata yang Hilang
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Perempuan yang Membenci Matahari
Titin Widyawati
Novel
Badai Indah
Titin Widyawati
Cerpen
Kematian Saudara Kembar
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pendorong Gerobak
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Sebuah Sampah
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Uang-uang yang Tercecer di Jalan
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Lembaran Kertas
Titin Widyawati
Novel
Bronze
Hari-Hari Berat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Payung Hitam
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Musim Baru
Titin Widyawati
Novel
Bronze
Dewa
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Bunga Busuk yang Mekar di Bibirmu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pelangi Transparan
Titin Widyawati