Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
1
Suka
2,858
Dibaca

Andy pulang saat langit sudah kehabisan warna.

Seragam dapurnya masih menyimpan bau bawang dan minyak panas, sementara langkahnya terasa lebih berat dari biasanya.

Lily menyambutnya di depan pintu kamar, duduk rapi seolah sudah menunggu lama.

“Maaf telat,” gumam Andy sambil membuka pintu.

“Kamu pasti lapar.”

Lily mengeong pendek, lalu berjalan mendahului—bukan ke mangkuk makannya, tapi berhenti mendadak di depan pintu.

Ada sesuatu di sana.

Sebuah paket kecil, terbungkus rapi, diletakkan tepat di depan kamar Andy.

“Kita nggak pesen apa-apa, kan?”

Andy menunduk, mengangkat paket itu. Ringan. Terlalu rapi untuk sekadar kiriman salah alamat.

Lily mengendusnya sebentar, lalu mundur satu langkah. Matanya tidak berkedip.

Andy membawa paket itu masuk dan meletakkannya di atas meja makan.

Ia tidak langsung membukanya.

“Bentar ya,” katanya pada Lily. “Aku mandi dulu. Kamu jangan macem-macem.”

Lily meloncat ke kursi dan mengawasinya pergi, ekornya bergerak pelan—tidak gelisah, tapi juga tidak santai.

Air mandi mengalir.

Andy mencoba menenangkan pikirannya. Hari ini ulang tahunnya. Ia tahu itu, meski tidak ada siapa pun yang mengingatkan.

Setelah mandi, ia memasak.

Lebih banyak dari biasanya.

“Nggak tahu kenapa,” katanya sambil mengaduk panci, “rasanya kayak… harus masak banyak.”

Lily duduk di lantai dapur, memperhatikan setiap gerakan. Sesekali ia mengeong pelan, seperti menyela percakapan.

Andy tersenyum kecil.

“Iya, iya. Kamu duluan.”

Ia menuangkan makanan ke mangkuk Lily, menaruhnya di tempat biasa. Lily makan, tapi tidak lahap. Sesekali ia menoleh ke arah meja—ke paket itu.

Akhirnya, Andy duduk dan membuka paket tersebut.

Di dalamnya ada kotak kaca, bening dan dingin.

Di tengahnya terbaring sebuah telur kristal, putih pucat, berkilau samar seperti menyimpan cahaya sendiri.

Andy mengernyit.

“Aneh…”

Ada kartu kecil terselip di bawahnya.

Selamat ulang tahun, Andy.

Maaf Ayah tidak pernah pandai bicara.

Jaga dirimu baik-baik.

Andy membaca kartu itu lama.

Terlalu lama.

“Oh.”

Itu saja yang keluar dari mulutnya.

Lily mendekat, melompat ke meja, menatap telur kristal itu dari jarak dekat.

Bulu di tengkuknya sedikit berdiri.

“Aneh ya,” Andy berkata pelan, entah pada dirinya sendiri atau pada Lily.

“Tapi… ya sudahlah.”

Ia menutup kembali...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Novel
Bronze
MISTIS & MEDIS
Linda Fadilah
Cerpen
Bronze
Mimpi Terakhir
Nuraini Mastura
Cerpen
Bronze
Penemuan dan Kekuatan Baru
Mulyana
Novel
Bronze
MYSOPHOBIA
Aldi A.
Flash
Malam Naas
Afri Meldam
Flash
Bronze
Panggilan Tengah Malam
Arsualas
Flash
Penantian
Faristama Aldrich
Novel
FIRASAT
Rara
Cerpen
Bronze
KAMU HARUS CANTIK
Citra Rahayu Bening
Flash
Sis, She Died In Vain
Kata tanpa suara
Novel
BUNGA TANPA AKAR
Momo hikaru
Novel
Bronze
LALANG
Nurbaya Pulhehe
Flash
Kasus Terakhir Rissa
Sekar Kinanthi
Novel
DEATH BOX - THE SERIES
GAZALI
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Novel
Bronze
Tujuh Hari Dalam Kafan
Bramanditya
Flash
DEWI, THE SUPER WOMAN
Bramanditya
Flash
Dewi The Super Woman Part. 2
Bramanditya
Novel
Bronze
cerita sebelum kiamat
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Detektif Arman Dan Dendam Sang Arwah
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Novel
Bronze
City of Zombies
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Silenced
Bramanditya
Novel
Bronze
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya
Novel
Bronze
Cellular Memory
Bramanditya
Cerpen
Pemakaman Seorang Suami, Bapak Dan Kekasih
Bramanditya
Flash
Sang Pengantin
Bramanditya