Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
1
Suka
1,950
Dibaca

Andy pulang saat langit sudah kehabisan warna.

Seragam dapurnya masih menyimpan bau bawang dan minyak panas, sementara langkahnya terasa lebih berat dari biasanya.

Lily menyambutnya di depan pintu kamar, duduk rapi seolah sudah menunggu lama.

“Maaf telat,” gumam Andy sambil membuka pintu.

“Kamu pasti lapar.”

Lily mengeong pendek, lalu berjalan mendahului—bukan ke mangkuk makannya, tapi berhenti mendadak di depan pintu.

Ada sesuatu di sana.

Sebuah paket kecil, terbungkus rapi, diletakkan tepat di depan kamar Andy.

“Kita nggak pesen apa-apa, kan?”

Andy menunduk, mengangkat paket itu. Ringan. Terlalu rapi untuk sekadar kiriman salah alamat.

Lily mengendusnya sebentar, lalu mundur satu langkah. Matanya tidak berkedip.

Andy membawa paket itu masuk dan meletakkannya di atas meja makan.

Ia tidak langsung membukanya.

“Bentar ya,” katanya pada Lily. “Aku mandi dulu. Kamu jangan macem-macem.”

Lily meloncat ke kursi dan mengawasinya pergi, ekornya bergerak pelan—tidak gelisah, tapi juga tidak santai.

Air mandi mengalir.

Andy mencoba menenangkan pikirannya. Hari ini ulang tahunnya. Ia tahu itu, meski tidak ada siapa pun yang mengingatkan.

Setelah mandi, ia memasak.

Lebih banyak dari biasanya.

“Nggak tahu kenapa,” katanya sambil mengaduk panci, “rasanya kayak… harus masak banyak.”

Lily duduk di lantai dapur, memperhatikan setiap gerakan. Sesekali ia mengeong pelan, seperti menyela percakapan.

Andy tersenyum kecil.

“Iya, iya. Kamu duluan.”

Ia menuangkan makanan ke mangkuk Lily, menaruhnya di tempat biasa. Lily makan, tapi tidak lahap. Sesekali ia menoleh ke arah meja—ke paket itu.

Akhirnya, Andy duduk dan membuka paket tersebut.

Di dalamnya ada kotak kaca, bening dan dingin.

Di tengahnya terbaring sebuah telur kristal, putih pucat, berkilau samar seperti menyimpan cahaya sendiri.

Andy mengernyit.

“Aneh…”

Ada kartu kecil terselip di bawahnya.

Selamat ulang tahun, Andy.

Maaf Ayah tidak pernah pandai bicara.

Jaga dirimu baik-baik.

Andy membaca kartu itu lama.

Terlalu lama.

“Oh.”

Itu saja yang keluar dari mulutnya.

Lily mendekat, melompat ke meja, menatap telur kristal itu dari jarak dekat.

Bulu di tengkuknya sedikit berdiri.

“Aneh ya,” Andy berkata pelan, entah pada dirinya sendiri atau pada Lily.

“Tapi… ya sudahlah.”

Ia menutup kembali...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Novel
KOL (Karang Ombak Laut)
Hendrakur
Cerpen
Isi Dalam Kemasan yang Berkurang Satu
Marino Gustomo
Skrip Film
L U K A
anisa nabila putri
Cerpen
Melodi Bunga Malam
Dewyrum
Cerpen
Bronze
Desa Jati (part 1)
Rizqy Kurniawan
Cerpen
Temaram
Elkanara K.
Flash
Bronze
Menjadi Kucing
Ron Nee Soo
Novel
KRING!
gie
Flash
Bronze
Gerbang Nasib
Venny P.
Flash
Bronze
Magnum
Rere Valencia
Flash
Bronze
Terkurung
Rere Valencia
Novel
Petaka Kala Itu
Jia Aviena
Cerpen
Bronze
Delusi Atau Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Flash
Sang Pengantin
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Yang Tidak Pernah Sempat Berpamitan
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Novel
cerita sebelum kiamat
Bramanditya
Novel
Bronze
Edge of Destiny
Bramanditya
Novel
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya
Cerpen
Pemakaman Seorang Suami, Bapak Dan Kekasih
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Cinta Datang Terlambat
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku Part. 2
Bramanditya
Skrip Film
I Kissed The Groom
Bramanditya
Skrip Film
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Novel
Cellular Memory
Bramanditya