Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
1
Suka
542
Dibaca

Andy pulang saat langit sudah kehabisan warna.

Seragam dapurnya masih menyimpan bau bawang dan minyak panas, sementara langkahnya terasa lebih berat dari biasanya.

Lily menyambutnya di depan pintu kamar, duduk rapi seolah sudah menunggu lama.

“Maaf telat,” gumam Andy sambil membuka pintu.

“Kamu pasti lapar.”

Lily mengeong pendek, lalu berjalan mendahului—bukan ke mangkuk makannya, tapi berhenti mendadak di depan pintu.

Ada sesuatu di sana.

Sebuah paket kecil, terbungkus rapi, diletakkan tepat di depan kamar Andy.

“Kita nggak pesen apa-apa, kan?”

Andy menunduk, mengangkat paket itu. Ringan. Terlalu rapi untuk sekadar kiriman salah alamat.

Lily mengendusnya sebentar, lalu mundur satu langkah. Matanya tidak berkedip.

Andy membawa paket itu masuk dan meletakkannya di atas meja makan.

Ia tidak langsung membukanya.

“Bentar ya,” katanya pada Lily. “Aku mandi dulu. Kamu jangan macem-macem.”

Lily meloncat ke kursi dan mengawasinya pergi, ekornya bergerak pelan—tidak gelisah, tapi juga tidak santai.

Air mandi mengalir.

Andy mencoba menenangkan pikirannya. Hari ini ulang tahunnya. Ia tahu itu, meski tidak ada siapa pun yang mengingatkan.

Setelah mandi, ia memasak.

Lebih banyak dari biasanya.

“Nggak tahu kenapa,” katanya sambil mengaduk panci, “rasanya kayak… harus masak banyak.”

Lily duduk di lantai dapur, memperhatikan setiap gerakan. Sesekali ia mengeong pelan, seperti menyela percakapan.

Andy tersenyum kecil.

“Iya, iya. Kamu duluan.”

Ia menuangkan makanan ke mangkuk Lily, menaruhnya di tempat biasa. Lily makan, tapi tidak lahap. Sesekali ia menoleh ke arah meja—ke paket itu.

Akhirnya, Andy duduk dan membuka paket tersebut.

Di dalamnya ada kotak kaca, bening dan dingin.

Di tengahnya terbaring sebuah telur kristal, putih pucat, berkilau samar seperti menyimpan cahaya sendiri.

Andy mengernyit.

“Aneh…”

Ada kartu kecil terselip di bawahnya.

Selamat ulang tahun, Andy.

Maaf Ayah tidak pernah pandai bicara.

Jaga dirimu baik-baik.

Andy membaca kartu itu lama.

Terlalu lama.

“Oh.”

Itu saja yang keluar dari mulutnya.

Lily mendekat, melompat ke meja, menatap telur kristal itu dari jarak dekat.

Bulu di tengkuknya sedikit berdiri.

“Aneh ya,” Andy berkata pelan, entah pada dirinya sendiri atau pada Lily.

“Tapi… ya sudahlah.”

Ia menutup kembali...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Cerpen
Melodi Bunga Malam
Lunvae
Novel
Sekarang Aku Bisa Melihat Mereka
STORYIMNIDA
Flash
Bronze
Pria Tua di Cafe Modern
Hekto Kopter
Cerpen
Matahari Akan Terbit di Sini
Fazil Abdullah
Flash
Tidak Ada Salahnya Untuk Berteori
Aurelia Joelyn Angdri
Novel
Bronze
Sabtu Malam Lisa
Listian Nova
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 02
Christian Shonda Benyamin
Flash
SIAPAKAH DIRIKU?
Ismawati
Novel
Sanjarana
.
Flash
Bronze
Interogasi
Bakasai
Cerpen
Bronze
Kematian dalam Ingatan
Aruna Mufida
Cerpen
Cara Mati Seorang Lelaki
tang rusata
Novel
Bronze
LALANG
Nurbaya Pulhehe
Flash
Sang Penjaga (4)
Omius
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Skrip Film
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Bramanditya
Novel
Cellular Memory
Bramanditya
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Cerpen
Bronze
The Bathroom
Bramanditya
Skrip Film
KUTUKAN
Bramanditya
Cerpen
Pemakaman Seorang Suami, Bapak Dan Kekasih
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Silenced
Bramanditya
Skrip Film
I Kissed The Groom
Bramanditya
Flash
Sang Pengantin
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Detektif Arman Dan Dendam Sang Arwah
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku Part. 2
Bramanditya
Novel
SETINGGI LANGIT DAN BINTANG
Bramanditya
Novel
Lost In Memory
Bramanditya