Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Malam itu, hujan turun tanpa suara. Hanya lampu jalan yang memantulkan butiran air, seolah langit sedang menangis diam-diam. Asido duduk di dalam mobilnya, mesin menyala, tapi ia belum juga pergi. Lalu, di tangannya, ponsel bergetar pelan. Nama itu muncul lagi.
Dessy.
Sudah tiga kali ia menelepon. Tiga kali juga Asido membiarkannya berdering sampai mati. Bukan karena tidak peduli. Justru karena terlalu peduli.
“Do… kamu nggak pulang?” suara Sarah terdengar dari kursi penumpang.
Asido menoleh. Sarah duduk tenang, menatap ke luar jendela, seolah tidak ingin ikut campur. Namun kehadirannya sendiri sudah cukup menjadi jawaban atas semua kegelisahan malam itu...