Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Telinga Kelima
0
Suka
4,940
Dibaca

Bagian 1 – Resonansi Pertama

Aku tidak tahu kapan suara itu berhenti menjadi bagian dari pikiranku sendiri. Awalnya hanya gema, refleksi internal seperti kalimat yang diputar ulang sebelum tidur. Namun, gema tidak mungkin menjawab pertanyaan yang belum sempat diajukan.

Hari ini, semuanya tampak stabil. Meja kerja tertata, pencahayaan cukup, dan laporan akhir Farhan masih di folder yang sama, belum kubuka sejak dua malam lalu. Aku menyentuhnya, kemudian menarik kembali tanganku. Tidak ada alasan rasional. Hanya naluri. Waspada dan tak ingin menganggu sesuatu yang ada di dalamnya. Sesuatu yang tidak kupahami hingga kini.

Aku belum gila. Aku masih bisa menganalisis struktur kalimatku sendiri. Akuasih tahu kapan sebuah pikiran muncul dari dalam, dan kapan ia datang dari tempat lain. Hanya saja, sejak aku bertemu Farhan, batas itu mulai bergeser. Perlahan, nyaris tak terdengar.

***

Ruang interogasi dingin dan terang berlebihan. Lampu neon menggantung telanjang di langit-langit. Cermin satu arah di dinding timur memantulkan tubuh kurus Farhan yang duduk membungkuk, tangan di pangkuan, mata tak bergerak.

Remaja laki-laki. Enam belas tahun. Membunuh ibunya dengan tiga tikaman, satu di leher dan dua di perut. Ketika polisi datang, ia duduk di kursi kayu sambil menonton televisi. Tidak menangis. Tidak bicara. Tidak lari.

Aku datang sebagai psikolog forensik. Tugasku sederhana, yakni menilai apakah Farhan cukup sadar untuk bertanggung jawab. Biasanya, kasus semacam ini langsung mengarah ke psikotik akut. Namun, yang membuatku diam adalah ekspresinya. Ia terlihat yakin. Terlalu tenang untuk seseorang y...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Skrip Film
Timur Tempat Berkumpul Setan
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Gaun Putih
SUWANDY
Novel
Bronze
CURSE
Yattis Ai
Novel
Gold
Fantasteen Glitter of Diamonds
Mizan Publishing
Flash
Fajirah
Roy Rolland
Novel
Gold
Fantasteen Scary Soul Eater
Mizan Publishing
Cerpen
Rutinitas
Fatimah Ar-Rahma
Cerpen
Bronze
KABUT
AWSafitry
Novel
Hidup Dengan Mayat ~Novel~
Herman Siem
Novel
Pesantren Desa Darungan
fenoadinaya
Novel
Bronze
Koma Karmila
Herman Siem
Novel
Bronze
Luk Thep ~Novel~
Herman Siem
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Flash
Hantu
Halfmoon Smile
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Punggung yang Patah
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Satu Kali Lagi
Jasma Ryadi
Flash
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Terminal
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Semangkuk Mi Ayam Sebelum Mati
Jasma Ryadi
Flash
Bu, Mengapa Orang-Orang Mati?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ketika Kata-Kata Kembali
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Inang
Jasma Ryadi
Flash
Teras
Jasma Ryadi
Flash
Warisan Keris
Jasma Ryadi
Flash
Ekuinoks
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Tahun Kelima
Jasma Ryadi
Flash
Maaf, Aku Lelah
Jasma Ryadi