Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Telinga Kelima
0
Suka
7,062
Dibaca

Bagian 1 – Resonansi Pertama

Aku tidak tahu kapan suara itu berhenti menjadi bagian dari pikiranku sendiri. Awalnya hanya gema, refleksi internal seperti kalimat yang diputar ulang sebelum tidur. Namun, gema tidak mungkin menjawab pertanyaan yang belum sempat diajukan.

Hari ini, semuanya tampak stabil. Meja kerja tertata, pencahayaan cukup, dan laporan akhir Farhan masih di folder yang sama, belum kubuka sejak dua malam lalu. Aku menyentuhnya, kemudian menarik kembali tanganku. Tidak ada alasan rasional. Hanya naluri. Waspada dan tak ingin menganggu sesuatu yang ada di dalamnya. Sesuatu yang tidak kupahami hingga kini.

Aku belum gila. Aku masih bisa menganalisis struktur kalimatku sendiri. Akuasih tahu kapan sebuah pikiran muncul dari dalam, dan kapan ia datang dari tempat lain. Hanya saja, sejak aku bertemu Farhan, batas itu mulai bergeser. Perlahan, nyaris tak terdengar.

***

Ruang interogasi dingin dan terang berlebihan. Lampu neon menggantung telanjang di langit-langit. Cermin satu arah di dinding timur memantulkan tubuh kurus Farhan yang duduk membungkuk, tangan di pangkuan, mata tak bergerak.

Remaja laki-laki. Enam belas tahun. Membunuh ibunya dengan tiga tikaman, satu di leher dan dua di perut. Ketika polisi datang, ia duduk di kursi kayu sambil menonton televisi. Tidak menangis. Tidak bicara. Tidak lari.

Aku datang sebagai psikolog forensik. Tugasku sederhana, yakni menilai apakah Farhan cukup sadar untuk bertanggung jawab. Biasanya, kasus semacam ini langsung mengarah ke psikotik akut. Namun, yang membuatku diam adalah ekspresinya. Ia terlihat yakin. Terlalu tenang untuk seseorang y...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Flash
GOSIP MISTIS
Sarjana MIPA
Novel
Gold
Clown Terror
Noura Publishing
Novel
The Last Karta
Samuel Fetz
Cerpen
Bronze
Gaun Bekas
Novita Ledo
Flash
Benang yang Tidak Pernah Putus
Adeline Nordica
Flash
Panik Kecil
Seraphine Alana
Novel
Bronze
Undercover(terbit)
Vaearen
Cerpen
Rutinitas
Fatimah Ar-Rahma
Novel
TELUH
RF96
Novel
HEXANA
Iin Farliani
Flash
Tiga Ketukan Sunyi
Jasma Ryadi
Flash
Suatu Malam di Kuburan
Ahmad R. Madani
Cerpen
Bronze
Festival Terakhir
Nabilla Shafira
Cerpen
Bayangan Hitam
Dian N Khan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Flash
Ikan adalah Luka
Jasma Ryadi
Flash
Teras
Jasma Ryadi
Flash
Tiga Ketukan Sunyi
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kota Kosong
Jasma Ryadi
Flash
Republik Kucing
Jasma Ryadi
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Flash
Badut Biru
Jasma Ryadi
Flash
Semangkuk Bakso
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Semur
Jasma Ryadi
Flash
Ekuinoks
Jasma Ryadi
Flash
Jadikan Aku Selingkuhanmu
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Aku Belum Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Harus Ada Cinta dalam Pernikahan
Jasma Ryadi