Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Telinga Kelima
0
Suka
6,670
Dibaca

Bagian 1 – Resonansi Pertama

Aku tidak tahu kapan suara itu berhenti menjadi bagian dari pikiranku sendiri. Awalnya hanya gema, refleksi internal seperti kalimat yang diputar ulang sebelum tidur. Namun, gema tidak mungkin menjawab pertanyaan yang belum sempat diajukan.

Hari ini, semuanya tampak stabil. Meja kerja tertata, pencahayaan cukup, dan laporan akhir Farhan masih di folder yang sama, belum kubuka sejak dua malam lalu. Aku menyentuhnya, kemudian menarik kembali tanganku. Tidak ada alasan rasional. Hanya naluri. Waspada dan tak ingin menganggu sesuatu yang ada di dalamnya. Sesuatu yang tidak kupahami hingga kini.

Aku belum gila. Aku masih bisa menganalisis struktur kalimatku sendiri. Akuasih tahu kapan sebuah pikiran muncul dari dalam, dan kapan ia datang dari tempat lain. Hanya saja, sejak aku bertemu Farhan, batas itu mulai bergeser. Perlahan, nyaris tak terdengar.

***

Ruang interogasi dingin dan terang berlebihan. Lampu neon menggantung telanjang di langit-langit. Cermin satu arah di dinding timur memantulkan tubuh kurus Farhan yang duduk membungkuk, tangan di pangkuan, mata tak bergerak.

Remaja laki-laki. Enam belas tahun. Membunuh ibunya dengan tiga tikaman, satu di leher dan dua di perut. Ketika polisi datang, ia duduk di kursi kayu sambil menonton televisi. Tidak menangis. Tidak bicara. Tidak lari.

Aku datang sebagai psikolog forensik. Tugasku sederhana, yakni menilai apakah Farhan cukup sadar untuk bertanggung jawab. Biasanya, kasus semacam ini langsung mengarah ke psikotik akut. Namun, yang membuatku diam adalah ekspresinya. Ia terlihat yakin. Terlalu tenang untuk seseorang y...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Nenek Penuh Paku di Minahasa
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Orang Talang
Eki Saputra
Novel
Gold
Fantasteen Scary Hot Seat
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
SANDI KAWON
Rayasa Kherta
Novel
Bronze
Kembang Sukmo
Keefe R.D
Novel
Utusan
Sudarmanto S
Cerpen
Bronze
Kepala Hantu di Motel Sumatra
Silvarani
Novel
Bronze
SELAMAT MALAM, KANIA
Rosi Ochiemuh
Skrip Film
Mauliate Gendis (ScreenPlay)
Fitri Handayani Siregar
Novel
Di Balik Pintu Merah
Adidan Ari
Flash
CCTV & Videocall
Rere Valencia
Flash
Bronze
Nini Juga Ingin Dicintai
kutipan.izs
Cerpen
Bronze
Festival Terakhir
Nabilla Shafira
Cerpen
Dendam Arwah
Amelia Purnomo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Dapur dan Labelnya
Jasma Ryadi
Flash
Republik Kucing
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mana Paket Saya?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Adam
Jasma Ryadi
Flash
Tuhan, Engkau di Langit yang Mana?
Jasma Ryadi
Flash
Tuhan, Jadikan Hariku Senin Selalu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kota Kosong
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Dua Kunci
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Tanganku di Timur, Hatimu di Barat
Jasma Ryadi
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Flash
Bulan ke-10
Jasma Ryadi
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Flash
Residu
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi