Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
1
Suka
4,126
Dibaca

Kabut tipis menggantung di udara pagi ketika Arga menuruni bus kecil di terminal Rantepao. Bau tanah basah bercampur aroma kopi Toraja yang mengepul dari warung pinggir jalan, menyambutnya seperti sapaan lembut yang anehnya membuat bulu kuduknya meremang. Ia memeluk erat tas ransel berisi kamera DSLR dan lensa tele, harta karun yang menemaninya ke mana pun. Hari itu, ia datang dengan satu tujuan: memotret tau-tau patung kayu yang diyakini sebagai representasi arwah leluhur di gua pemakaman Londa.

Arga adalah fotografer lepas yang gemar memburu subjek etnografi. Majalah tempat ia kerap mengirimkan karyanya tertarik membuat edisi khusus “Ritual Kematian Nusantara.” Toraja, dengan upacara Rambu Solo’ dan makam tebingnya, adalah surga visual. Namun, di balik semangat profesionalnya, ada dorongan pribadi: rasa penasaran pada cerita-cerita gaib yang sering ia anggap hanya bumbu wisata.

Sopir ojek yang ia sewa menembus jalanan sempit menuju Londa. Sepanjang perjalanan, Arga menatap sawah hijau yang berundak, kerbau yang berkubang, dan deretan Tongkonan yang atapnya melengkung bagai perahu terbalik. Semuanya tampak tenang, nyaris suci. Hanya saja, udara yang ia hirup terasa berat, seolah mengandung bisik-bisik yang tak terdengar.

“Pertama kali ke sini, Pak?” tanya sopi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Horror school
Miss Anonimity
Flash
Setelah Aku Mati
Vanillarose
Novel
Gold
Fantasteen Shadow
Mizan Publishing
Skrip Film
KUNTI DAN BARON BIRU
Katyusha
Novel
TIKUNGAN ANGKER
Embart nugroho
Novel
Inang Kedua
Camèlie
Flash
Liburan
Dark Specialist
Cerpen
TASAPO
Diano Eko
Novel
Pembalasan Setimpal
Desi Puspitasari
Flash
Bronze
Jangan Lihat Ke Belakang
Nisa
Novel
Shift Malam (End)
Faizal Ablansah Anandita, dr
Flash
Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Oleh-oleh
Ari S. Effendy
Flash
Ulat Bulu!
Carolina Ratri
Flash
Foto
aleu
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Detik Terakhir
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Chat Salah Kirim
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Salah Kirim Chat
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Janji di Stasiun
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Kutukan Danau Matano
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Malam Terakhir di Rumah Tua
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Lorong Kosong di Lantai Tiga
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Langkah di Balik Anyaman Bambu
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Arwah di Sungai Sa'dan'
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Panggilan Telepon Tengah Malam
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Misteri Hutan Rongkong
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Pamer Gaji Pertama
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Semalam Seharga Satu Miliar
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Susuk Penghancur Jiwa
Risti Windri Pabendan