Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
1
Suka
4,724
Dibaca

Kabut tipis menggantung di udara pagi ketika Arga menuruni bus kecil di terminal Rantepao. Bau tanah basah bercampur aroma kopi Toraja yang mengepul dari warung pinggir jalan, menyambutnya seperti sapaan lembut yang anehnya membuat bulu kuduknya meremang. Ia memeluk erat tas ransel berisi kamera DSLR dan lensa tele, harta karun yang menemaninya ke mana pun. Hari itu, ia datang dengan satu tujuan: memotret tau-tau patung kayu yang diyakini sebagai representasi arwah leluhur di gua pemakaman Londa.

Arga adalah fotografer lepas yang gemar memburu subjek etnografi. Majalah tempat ia kerap mengirimkan karyanya tertarik membuat edisi khusus “Ritual Kematian Nusantara.” Toraja, dengan upacara Rambu Solo’ dan makam tebingnya, adalah surga visual. Namun, di balik semangat profesionalnya, ada dorongan pribadi: rasa penasaran pada cerita-cerita gaib yang sering ia anggap hanya bumbu wisata.

Sopir ojek yang ia sewa menembus jalanan sempit menuju Londa. Sepanjang perjalanan, Arga menatap sawah hijau yang berundak, kerbau yang berkubang, dan deretan Tongkonan yang atapnya melengkung bagai perahu terbalik. Semuanya tampak tenang, nyaris suci. Hanya saja, udara yang ia hirup terasa berat, seolah mengandung bisik-bisik yang tak terdengar.

“Pertama kali ke sini, Pak?” tanya sopi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan
Novel
The Fifth Sense
Iqsal Anaqi Santosa
Flash
Bronze
Hampir Disetubuhi Dalam Mimpi
Nila Kresna
Skrip Film
GHOST FAMILY
Herman Siem
Novel
Wuri: Kutukan Wewe Gombel
Roy Rolland
Novel
Gold
The Ho[S]tel 2
Bentang Pustaka
Cerpen
Tumbal Balik
Eve Shi
Cerpen
Alas Tilem
Samuel Fetz
Flash
Sosok Hitam
Rahma Pangestuti
Novel
Gold
AGNOSIA
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Orderan ojol ke kuburan
Muh al fatah
Cerpen
Bronze
Kunci Kotak Usang
Nuniek Sobari
Cerpen
Firasat
Sekarmelati
Cerpen
Bronze
Jemputan Tengah Malam
kevin andrew
Cerpen
Bronze
Kata-Kata Mutiara
Setiyarini
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan
Novel
Bayangan Kuntilanak
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan di Balkon
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Panggilan Telepon Tengah Malam
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Benteng Batupasi
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Di Antara Dua Hati
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Mantra Pelakor
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Bangku Taman yang Sama
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Pintu Kamar Nomor 7
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Susuk Penghancur Jiwa
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kopi Pahit di Kantin
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Arwah di Sungai Sa'dan'
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Chat Salah Kirim
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Gudang Belakang Rumah Kakek
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Chat yang Tak Pernah Terkirim
Risti Windri Pabendan