Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Tanpa Balasan
0
Suka
15,382
Dibaca

Pagi itu, cahaya matahari yang masuk ke kamar Rian terasa seperti tamu yang datang tanpa diundang. Tidak hangat, hanya memaksa matanya terbuka pada kenyataan. Ia meraih ponsel butut di samping bantal, layarnya penuh retakan seperti jalan desa yang dibiarkan rusak bertahun-tahun.Langsung ke ikon biru portal lowongan kerja meski ia tahu pola harinya tidak akan berubah: scroll, baca, simpan, kirim, dan tunggu yang tak pernah berakhir.

Lamaran terakhirnya, yang ia kirim tiga bulan lalu ke sebuah pabrik otomotif di kawasan industri, masih berada di folder “terkirim”. Tak ada tanda centang ganda, tak ada “terima kasih atas minat Anda”, bahkan tak ada penolakan sopan. Hanya hening.

Hening yang semakin membuatnya yakin, mungkin ia sudah berada di luar jalur waktu yang dianggap berguna.

Dari ruang depan, suara Ibu terdengar, ritmis seperti doa: plastik keresek yang disusun, kardus kue dibuka, aroma serabi dan pisang goreng menyelusup masuk.

“Rian, nanti jangan lupa jemur pakaian,” suara Ibu memecah udara. Tidak ada nada marah, tapi ada sesuatu yang terselip keletihan yang terlalu sering disembunyikan di balik rutinitas.

Ia hanya menjawab, “Iya, Bu,” sambil menatap layar yang kini menampilkan lowongan ‘dibutuhkan segera’ yang seperti bercanda, karena setiap ia kirim lamaran, balasan tak pernah datang segera.

Ibu keluar kontrakan, menenteng tampah berisi kue, langkahnya cepat tapi bahunya miring sedikit ke depan, tanda tubuh yang sudah terlalu lama memanggul beban.

Rian melihat dari jendela dari arah berlawanan, buruh-buruh pabrik mulai berjalan pulang, masih pagi, seragam mereka kusut. Beberapa bercakap pelan, beberapa diam sambil meremas slip kertas. PHK. Ia tahu dari wajah mereka. Ada se...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
STILL YOU
Siti nurhasanah
Cerpen
Bronze
Aku memilih yang baik, dan meninggalkan yang terbaik, aku memilih cinta dan meninggalkan yang setia.
Yanti suryanti
Cerpen
Tangan Kasar Pendidik
Temu Sunyi
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan
Novel
Rumah yang Tak Disinggahi Matahari
Ambhita Dhyaningrum
Novel
Bronze
Never Ending Story
Song Rinrin
Novel
Membagi Rasa
Azerhays
Cerpen
Cerita Yang Membosankan
junian rafiandi
Novel
Kendra
Marina Citra W
Flash
Dewasa
Lentera jingga
Flash
Bronze
Jangan Dihabisin
Reyan Bewinda
Flash
Hutang Bakti Adisty
T. Filla
Novel
Bronze
Denaya : Tahanan Masa Lalu
Dhebby Soru
Novel
Pemupuk Bahagia
Mahabb Adib-Abdillah
Novel
Bronze
Aku Bukan Anak OSIS
Adiba
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bukan Lagi Kita
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Ibuku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tak Terdengar
Muhamad Irfan
Novel
Bronze
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
24 Jam Yang Menghapusku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
Sepotong Roti Hangat di Ujung Hujan
Muhamad Irfan
Cerpen
Tak Layak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
KOTA HUJAN
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tidak ada Tempat untuk Kita Berteduh
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
JIKA RUMAH ADALAH LUKA
Muhamad Irfan