Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Tangis Hujan
1
Suka
4,247
Dibaca

[Pertemuan pertama : 4 Januari 2016]

Tetes air yang berjatuhan dari langit belum juga berhenti. Awan kelabu masih bergelayut manja di angkasa. Tanda bahwa hujan tidak akan pergi dengan segera. Pemuda itu merapatkan jaketnya guna menghalau dingin. Seharusnya dia sudah sampai rumah jika bukan karena tugas sialan yang harus segera diselesaikan. Pulangnya jadi terlambat. Lalu kini, terjebaklah dia di emperan toko karena hujan. Untung saja tokonya tutup.

Waktu terus berjalan, rasa bosan berdatangan, belum lagi kenangan yang muncul ke permukaan. Matanya terpejam kala hela napas panjang berembus dari hidung. Dia mencoba menetralisir segala rasa benci yang mulai melingkupi hati, memori-memori menyakitkan datang bertubi, menyiksanya tanpa henti.

Suara decit rem juga tubrukan antara benda keras kini menggema dalam pikirannya. Lelaki muda itu memukul-mukul kepala sendiri dengan tangan. Berusaha sadar dan lepas dari jerat ingatan yang begitu menyakitkan.

Cepat-cepat dia mengambil ponsel di saku celana bagian kanan dan earphone dari saku lainnya. Disetelnya musik mengentak dengan volume yang tinggi. Setidaknya bising di kepala sirna meski bayarannya adalah sakit telinga.

"Suka hujan?"

Tepukan pada pundaknya mengalihkan atensi. Menoleh, yang didapati adalah seorang gadis dengan sebagian wajah tertutup rambut panjang nan basah. Pemuda itu tersentak, kaget, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Tangis Hujan
Arsya
Cerpen
Anak perempuan yang tumbuh dewasa tanpa seorang ayah
Iyanti
Cerpen
Kalung Ini Ruby Pinjam
Rizky Siregar
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Hanya Sebuah Lilin di Hidup Orang Lain
mu'aini Yulianti
Cerpen
Tugas Akhir
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
Idolaku di Masa Lalu
Yuisurma
Cerpen
Bronze
Panjat Pinang
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Tunangan Dokterku Berselingkuh Dengan Koasnya
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Koridor-koridor yang Diisi Nyanyian Murai
Jie Jian
Cerpen
Bronze
Andai Ayah Tak Begitu
Jasma Ryadi
Cerpen
Hangat sebelum Ibu Hilang
nindia
Cerpen
Lala si Perempuan Hebat
Firlia Prames Widari
Cerpen
Di Penghujung Hari
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
Mar dan Selaksa Dendam
saharbanu Mulahela
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tangis Hujan
Arsya
Novel
Bitterness
Arsya