Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Tangis Hujan
1
Suka
3,151
Dibaca

[Pertemuan pertama : 4 Januari 2016]

Tetes air yang berjatuhan dari langit belum juga berhenti. Awan kelabu masih bergelayut manja di angkasa. Tanda bahwa hujan tidak akan pergi dengan segera. Pemuda itu merapatkan jaketnya guna menghalau dingin. Seharusnya dia sudah sampai rumah jika bukan karena tugas sialan yang harus segera diselesaikan. Pulangnya jadi terlambat. Lalu kini, terjebaklah dia di emperan toko karena hujan. Untung saja tokonya tutup.

Waktu terus berjalan, rasa bosan berdatangan, belum lagi kenangan yang muncul ke permukaan. Matanya terpejam kala hela napas panjang berembus dari hidung. Dia mencoba menetralisir segala rasa benci yang mulai melingkupi hati, memori-memori menyakitkan datang bertubi, menyiksanya tanpa henti.

Suara decit rem juga tubrukan antara benda keras kini menggema dalam pikirannya. Lelaki muda itu memukul-mukul kepala sendiri dengan tangan. Berusaha sadar dan lepas dari jerat ingatan yang begitu menyakitkan.

Cepat-cepat dia mengambil ponsel di saku celana bagian kanan dan earphone dari saku lainnya. Disetelnya musik mengentak dengan volume yang tinggi. Setidaknya bising di kepala sirna meski bayarannya adalah sakit telinga.

"Suka hujan?"

Tepukan pada pundaknya mengalihkan atensi. Menoleh, yang didapati adalah seorang gadis dengan sebagian wajah tertutup rambut panjang nan basah. Pemuda itu tersentak, kaget, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Tangis Hujan
Arsya
Cerpen
Lubang di Daun Pisang
Desto Prastowo
Cerpen
Penenun Pelangi
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
ALE
aelan savory keron lewar
Cerpen
Ucup Si Programmer
Saputra
Cerpen
UITDF
Hary Silvia
Cerpen
Bronze
Peluh Demi Cita
Senya
Cerpen
CURHAT CUCU
Kiki Isbianto
Cerpen
Seorang Lelaki Menangis di Kamar Anaknya
Muhammad Sapril
Cerpen
Bronze
Asih
Yona Elia Pratiwi
Cerpen
Bronze
Conversation with Me
hyu
Cerpen
Bronze
Mata yang Hilang
Titin Widyawati
Cerpen
Paduka Yang Mulyo
Kiiro Banana
Cerpen
FINE
eSHa
Cerpen
Bronze
Pelanggan Terbaik
Titin Widyawati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tangis Hujan
Arsya
Novel
Bitterness
Arsya