Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Tak Berbatas Waktu
3
Suka
4
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

"Apakah artinya dengan doa-doamu itu, kita akan bersatu nanti? Tanyamu suatu ketika. Aku tak pernah bisa menjawabnya kecuali Tuhan menolongku menyatukan hatiku dengan hatinya, hidupku dengan hidupnya."

***

Gadis cantik itu selalu membangunkanku setiap jam tiga pagi. Bukan dengan alarm, melainkan dengan hati dan rasa cintanya yang tulus.

"Shalat apa jam tiga pagi?" tanyanya suatu kali ketika kami sedang mengobrol, chatingan pagi. Ia tertawa manja dalam voice notenya sebelum melanjutkan, "Apa aku selalu didoain makanya aku juga selalu terbangun?"

Lalu dengan lembut ia berkata, "Ajari aku shalat dan doa ya. Itupun kalau kamu serius."

Aku selalu menunggu sapaannya.

"Pagi."

"Morning."

"Selamat pagi."

Atau saat malam tiba:

"Goodnight."

"Selamat tidur."

Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi cara kami membuka dan menutup jeda hari.

"Kamu lagi apa?"

"Udah sarapan?"

Pertanyaan yang mungkin terdengar biasa bagi orang lain, tetapi bagiku adalah bentuk perhatian dan kasih sayangnya yang paling tulus. Ia gadis yang sederhana, apa adanya, dan mencintai dengan cara yang paling tulus, dan sulit aku jelaskan dengan kata-kata.

Suatu hari ia menangis.

"Bolehkan aku terlihat lemah hanya di depanmu?"

Katanya ia merasa kehadirannya membuat orang lain cemburu karena kedekatannya dengan para member di camp tempatnya mengajar. Aku tak tahu harus berkata apa. Aku hanya mengirim emoticon pelukan.

Tapi aku bisa merasakan kebahagiannya, katamu itu bentuk perhatian lebih dari cukup yang ia butuhkan.

Mungkin karena aku mengerti bagaimana rasanya berusaha terlihat kuat di depan semua orang.

Kadangkala itu menjadi caranya membuat aku semakin menyayanginya. Ia gadis hebat yang kuat, berhati tangguh meski dunia pernah menjatuhkannya.

Meskipun ia mengatakan hanya broken glasses, yang jika disentuh hanya akan melukai orang yang mendekatinya, tetapi aku tidak pernah percaya.

Karena setiap kali bersamanya, yang kurasakan justru kehangatan. Cara mencintainya begitu tulus, dan mengharukan.

Aku melihat seorang gadis yang pernah terluka, tetapi masih memiliki hati yang lembut. Gadis yang masih bisa menyayangi orang lain meskipun dunia tidak selalu baik kepadanya.

Tanpa sadar aku jatuh cinta semakin dalam padanya.

Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya, ingin menjadi alasan ia tersenyum ketika sedih.

Dan aku ingin memeluk semua luka yang pernah membuatnya menangis.

Namun semakin besar rasa cintaku, semakin besar pula rasa bersalah yang tumbuh di dalam dada.

Karena sebenarnya ada banyak hal dalam hidupku yang belum selesai.

Ada masa lalu yang masih berdiri diam di belakangku seperti bayangan yang tak pernah benar-benar pergi.

Mungkin itulah sebabnya aku sering terlihat ragu, mungkin itulah sebabnya ketika ia bercanda sambil bertanya, "Ih kok ngilang sih? Kamu nggak kangen aku?"

Aku selalu kesulitan menjawab.

Padahal aku sangat merindukannya.

Aku hanya tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa sekaligus menyakitinya.

***

Hari-hari berlalu.

Aku semakin mengenal dirinya. Aku merasa beruntung menemukan gadis sebaik dan setulus dia, dengan cinta yang tak main-main.

Aku suka ketika ia bercerita tentang sarapan, makan siang, atau makan malamnya. Memandangi foto wajahnya, yang apa adanya.

Aku bahklan suka cara bercandanya yang sedikit nakal.

"Merasa deg-degan ya?" godanya setiap kali melihatku salah tingkah.

Aku suka ketika ia mengirim voice note sambil pura-pura ngambek karena aku terlambat membalas pesan. Kadangkala ketika dia bertanya sesuatu yang seharusnya aku jawab "Iyya" atau "Baik", tapi aku slow respon menjawabnya dia akan berpura-pura marah. Dan ketika aku jawab, aku menunggu dia ngambek karena aku suka suaranya. Dia menjawabnya dengan voice note yang manja, membuatku bertambah sayang padanya.

Aku suka ketika ia bertanya manja, "bagaimana jika rambutku aku buat poni seperti ini, bagus engga?. Tapi kamu suka kaaaan."

Lalu menunggu berharap aku meresponnya segera.

"Aku sebenarnya manja banget orangnya," katanya suatu ketika.

Aku menjawab bahwa itu tipe wanita yang kusukai.

Dan aku masih ingat betapa bahagianya dia saat itu.Mungkin karena tidak semua orang menghargai sisi lembut yang ia miliki.

Aku juga suka ketika ia meminta pelukan. Meski hanya berupa emoticon.

Sesederhana itu caranya mencintai seseorang, dan sesederhana itu pula caranya membuatku bahagia.

Tetapi waktu terus berjalan.

Ia mulai membutuhkan sesuatu yang tak mampu kuberikan.

Kepastian.

Ketika ia bertanya tentang hubungan kami, aku memintanya untuk tidak mendesakku.

Aku tahu ia berpikir, aku bisa merasakan jika ia terluka. Namun ia tetap mencoba percaya. Tetap mencoba sabar, dan justru karena itulah aku semakin merasa bersalah.

Berkali-kali aku mengecewakannya, berkali-kali pula ia memilih bertahan.

Sampai akhirnya aku sadar bahwa mencintainya tanpa mampu memberinya kepastian adalah bentuk luka yang terus-menerus kuberikan kepadanya.

Aku tak ingin menjadi alasan kesedihannya.

Lalu suatu hari ketika ia bertanya tentang seseorang yang fotonya pernah kuunggah.

"Temanmu?"

Aku memilih diam.

Padahal perempuan itu memang hanya teman lamaku.

Namun diamku mungkin terdengar seperti jawaban.

Lalu dia bilang, "Will give up on you, for sure (:" Jangan pernah muncul di ceritaku lagi.

Dan aku memilih mengalah demi hatinya bukan karena aku tidak mencintainya, justru karena aku sangat mencintainya.

Aku bahkan menerima ketika ia merasa kecewa dan mengatakan, jika ia terlalu berharga untuk terus menunggu seseorang yang tidak mampu memberinya kepastian, seseorang yang tak memahami komitmen. Disaat begitu banyak temannya berusaha ingin mendekatinya.

Aku tidak tahu harus merasa bahagia atau patah hati, jika ia menemukan tambatan hatinya. Tapi jika itu lebih baik, aku akan berdoa yang terbaik untuk setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun-tahun mendatang dalam hidupnya.

Aku ingin ia menemukan kebahagiaan yang lebih baik daripada yang bisa kuberikan. Aku berharap ia menemukan seseorang yang berani memilihnya tanpa ragu.

Dan aku mencoba menerima kepergiannya.

Mencoba meyakinkan diri bahwa mungkin memang aku datang pada waktu yang salah dalam hidupnya.

Namun ada satu hal yang tak pernah berhasil kuceritakan kepadanya.

Dua pekan sebelumnya, seseorang yang telah lama menghilang tiba-tiba kembali.

Seseorang yang pernah membuat hatiku sulit menerima cinta yang lain.

Ia menelponku.

Menangis.

Berkata bahwa ia tidak bisa hidup tanpa aku, bahwa hanya aku yang selama ini memahami dirinya.

Masa lalunya sangat buruk, ia tak seberuntung kamu, dan ketika ia kembali, aku tidak sanggup meninggalkannya sendirian.

Mungkin itu keputusan yang salah, mungkin juga tidak.

Aku tidak tahu.

Karena yang kutahu, saat aku mulai belajar menerima cinta yang baru, masa lalu itu datang kembali dan memintaku tinggal.

Pada akhirnya aku harus membuat pilihan yang menyakiti seseorang yang tidak pantas disakiti.

Dirinya.

Gadis yang selalu membangunkanku jam tiga pagi.

Seseorang yang selalu menanyakan apakah aku sudah sarapan.

Sebuah hati yang tulus yang meminta diajari doa dan shalat.

Gadis yang percaya kepadaku lebih lama daripada yang seharusnya.

Jika suatu hari nanti ia menemukan seseorang yang mampu mencintainya dengan utuh, aku akan ikut bahagia.

Dan jika aku tak lagi menjadi bagian dari ceritanya, itu juga tak apa.

Karena beberapa orang memang tidak ditakdirkan untuk tinggal.

Mereka hadir untuk mengajarkan betapa indahnya dicintai dengan tulus, lalu pergi meninggalkan kenangan yang akan hidup selamanya.

Dan untuk semua doa yang pernah ia panjatkan, kehadirannya yang selalu ada di hari-hariku, aku akan menyimpannya di tempat paling sunyi dalam hatiku.

Tak berbatas waktu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
WISH
Marlina Catur
Flash
Mahar Uang Digital
Dirman Rohani
Flash
Lebih dari Teman
Rani
Cerpen
Tak Berbatas Waktu
Hans Wysiwyg
Novel
Gold
Love for Sale
Noura Publishing
Novel
Bronze
AKAD
Icha Azzahra
Novel
Bronze
Cerita Cinta Jenny
Lolita Alvianti susintaningrum
Novel
DARLINGTOWN
Rain Emmeline
Novel
Benang Merah Takdir
Muha To
Novel
AS YEARS GO BY
Arisyifa Siregar
Novel
LDR: Love, Duty, Regret
Intan Purnama
Skrip Film
Same Sky Different World
Evi Ratnasari
Skrip Film
Percaya Ini Rindu
Soerja HR Hezra
Flash
Cerita Kita Hari Ini
Evi Ratnasari
Novel
Hujan dan Mendungnya
Emilya atmarini
Rekomendasi
Cerpen
Tak Berbatas Waktu
Hans Wysiwyg
Flash
Dinda
Hans Wysiwyg
Flash
ONLY-- Sometime Truth is Cruel
Hans Wysiwyg
Flash
Titik Nol
Hans Wysiwyg
Flash
SUPERMAN IN-KUMBEN
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Baper
Hans Wysiwyg
Flash
Di Bawah Langit Jogja
Hans Wysiwyg
Cerpen
Janji Desember
Hans Wysiwyg
Flash
MAKLAR
Hans Wysiwyg
Cerpen
Aku Dalam Cermin
Hans Wysiwyg
Cerpen
Surat Untuk Senja
Hans Wysiwyg
Cerpen
MESIN WAKTU
Hans Wysiwyg
Cerpen
FAKE PSIKOPAT
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg
Flash
Jarak dan Rindu
Hans Wysiwyg