Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
TAK ADA JALAN PULANG
Oleh: Andre Donas
Laki-laki tua itu pulang menjelang malam. Rumah gelap ketika dia membuka pintu. Dirabanya sela dinding, mencari sakelar, dan membiarkan lampu ruang tengah menyala enggan. Ia menutup pintu pelan-pelan di belakangnya. Tidak ada suara. Hanya bunyi kuningan kunci yang berdentang lelah saat dilemparkan ke atas meja.
Dia melepas sepatu. Menaruhnya rapat berdampingan di dekat pintu—dua benda mati yang saling menemani. Kemudian ia berdiri beberapa saat di tengah ruangan, tanpa melakukan apa-apa, tanpa memikirkan apa-apa. Tak ada yang ditunggu. Mungkin tubuhnya hanya belum terbiasa dengan kenyataan bahwa dia sudah sampai di rumah.
Akhirnya diputuskannya masuk ke kamar, mengganti pakaian, dan kembali ke ruang tengah yang luas. Laki-laki tua itu meraih remote TV, menyalakannya sekejap, lalu mematikan kembali draf gambar yang belum sempat utuh. Bukan karena tak ada tayangan yang menarik. Tetapi karena kotak kaca itu justru merusak kesenyapan. Ia sekadar tak tahu lagi apa yang ...