Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Anomali Selasa Pagi
[Tanggal di Surat: 14 Oktober]
"Lo masih simpan sampah itu, Yan?"
Aku tidak menoleh. Jemariku masih mengusap amplop berwarna biru pucat yang baru saja tiba pagi ini. "Ini bukan sampah, Bram. Ini surat cinta."
Bram mendengus, menarik kursi di depan mejaku hingga menimbulkan bunyi decit yang memilukan. "Surat cinta dari siapa? Setan? Lo bahkan nggak tahu siapa pengirimnya. Nggak ada nama, nggak ada alamat pengirim. Cuma ada cap pos kota ini."
"Tapi isinya nyata," bisikku.
"Nyata apanya? Coba baca paragraf kedua." Bram merampas kertas itu dari tanganku. "’Rayyan, ingat tidak saat kita terjebak macet di Jalan Sudirman minggu depan? Kita akhirnya makan mi ayam di pinggir jalan dan kau menumpahkan ku...