Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
1
Suka
5,665
Dibaca

Celah yang Tak Pernah Tertutup

21.38 WIB

Toilet Wanita – Lantai 5, Mall Urbania

Udara malam mulai menyusup masuk ke sela-sela dinding kaca mall yang menghadap ke jalan raya. Lampu-lampu toko telah diredupkan, rolling door digulung setengah hati, dan denting musik mall terdengar semakin kecil seperti suara terakhir dari radio rusak. Lantai 5 hanya menyisakan satu area yang masih menyala terang: bioskop dan deretan food court di sisinya.

Amara melangkah keluar dari studio sembilan dengan perasaan kosong. Film horor yang ia tonton sendirian terasa lebih hambar daripada kesepian yang menempel di kulitnya malam itu. Ia menyesal tak menunggu temannya yang batal datang. Tapi sudah terlanjur. Tubuhnya letih, perutnya kembung karena minuman soda, dan sekarang, ia harus buang air.

Ia berjalan menuju koridor sempit menuju toilet. Lorong itu sunyi, lantainya licin mengilap seperti belum pernah diinjak, dan lampunya berpendar kuning pucat. Sebuah tanda bercahaya "Toilet Wanita" menyala seperti lentera di film Jepang—hampir seperti undangan dari dunia lain.

Pintu toilet terbuka otomatis saat ia mendekat, menimbulkan suara klik yang terlalu keras dalam keheningan. Di dalam, udara dingin langsung menyergap. Pendingin ruangan di toilet ini terasa seperti ruang mayat—steril, mengilap, dan hampa. Dindingnya berlapis marmer abu-abu, wastafel memanjang dengan sensor otomatis, dan deretan bilik tampak seperti lemari mati.

Tujuh bilik berjajar rapi, pintu-pintunya abu logam dengan nomor kecil tak kasatmata di atas engselnya. Amara melangkah pelan, memeriksa tiap pintu dari kiri ke kanan. Semua tertutup kecuali satu: bilik nomor tujuh.

Pintu bilik itu tidak sepenuhnya terbuka, tapi juga tidak tertutup. Tersisa celah dua jari, cukup untuk melihat ujung sepatu seseorang—atau membayangkan ada. Tapi saat Amara melongok ke bawah, tak ada kaki di baliknya. Hanya bayang...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Novel
Bronze
THE EYE: Secret In The Shadow
Bilqis Fatturahman
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arwah di Sungai Sa'dan'
Risti Windri Pabendan
Flash
The Puppet Master
Rama Sudeta A
Flash
Pondok Bulan
Dania Oryzana
Flash
Naila & Hypothermia
Khoirul Anam
Cerpen
Bronze
Sunggar Kuntilanak
Dewie Sudarsh
Novel
Bronze
Badan Intelijen HANTU
Ainun
Novel
Gadis Jelmaan Parakang
Muhammad Taufiq
Novel
The Doctor Biseksual
Muhammad Azril
Skrip Film
Rumah Di Bukit Kelam
Ary Nugraha Pratama
Flash
Mengakhiri Kesendirian
SURIYANA
Cerpen
Bronze
GENDERUWO JEMBATAN BOYONG
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Rambut Kuntilanak
Vania
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Cerpen
Bronze
TERSESAT DI IPOH
glowedy
Cerpen
Bronze
JAZZBUK
glowedy
Cerpen
Bronze
VILLA NOCTURNA: SAJAK PATAH, JAM DAN PINTU YANG TAK PERNAH TERTUTUP
glowedy
Novel
Bronze
CLUB FANTASY
glowedy
Novel
Bronze
Keajaiban Toko Lampu "CAHAYA"
glowedy
Cerpen
Bronze
LAGU YANG TAK JADI SELESAI
glowedy
Cerpen
Bronze
JUAL BELI NAMA
glowedy
Novel
The Coffee Before The Break
glowedy
Novel
Bronze
GLOW IS GOSSIP
glowedy
Novel
Bronze
KAPULAGA
glowedy
Novel
ADA CINTA DI SALON JENAZAH
glowedy
Novel
Bronze
SWEET INK
glowedy
Cerpen
Bronze
BOY BEHIND THE VEIL
glowedy
Cerpen
Bronze
LANGKAH KETUJUH DARI LIANG
glowedy