Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
1
Suka
10,224
Dibaca

Celah yang Tak Pernah Tertutup

21.38 WIB

Toilet Wanita – Lantai 5, Mall Urbania

Udara malam mulai menyusup masuk ke sela-sela dinding kaca mall yang menghadap ke jalan raya. Lampu-lampu toko telah diredupkan, rolling door digulung setengah hati, dan denting musik mall terdengar semakin kecil seperti suara terakhir dari radio rusak. Lantai 5 hanya menyisakan satu area yang masih menyala terang: bioskop dan deretan food court di sisinya.

Amara melangkah keluar dari studio sembilan dengan perasaan kosong. Film horor yang ia tonton sendirian terasa lebih hambar daripada kesepian yang menempel di kulitnya malam itu. Ia menyesal tak menunggu temannya yang batal datang. Tapi sudah terlanjur. Tubuhnya letih, perutnya kembung karena minuman soda, dan sekarang, ia harus buang air.

Ia berjalan menuju koridor sempit menuju toilet. Lorong itu sunyi, lantainya licin mengilap seperti belum pernah diinjak, dan lampunya berpendar kuning pucat. Sebuah tanda bercahaya "Toilet Wanita" menyala seperti lentera di film Jepang—hampir seperti undangan dari dunia lain.

Pintu toilet terbuka otomatis saat ia mendekat, menimbulkan suara klik yang terlalu keras dalam keheningan. Di dalam, udara dingin langsung menyergap. Pendingin ruangan di toilet ini terasa seperti ruang mayat—steril, mengilap, dan hampa. Dindingnya berlapis marmer abu-abu, wastafel memanjang dengan sensor otomatis, dan deretan bilik tampak seperti lemari mati.

Tujuh bilik berjajar rapi, pintu-pintunya abu logam dengan nomor kecil tak kasatmata di atas engselnya. Amara melangkah pelan, memeriksa tiap pintu dari kiri ke kanan. Semua tertutup kecuali satu: bilik nomor tujuh.

Pintu bilik itu tidak sepenuhnya terbuka, tapi juga tidak tertutup. Tersisa celah dua jari, cukup untuk melihat ujung sepatu seseorang—atau membayangkan ada. Tapi saat Amara melongok ke bawah, tak ada kaki di baliknya. Hanya bayang...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Flash
Mengakhiri Kesendirian
SURIYANA
Flash
PULANG
Areta Swara
Flash
Bronze
Tawa yang membunuh
Sky Eyes
Novel
Bronze
ARWAH PENJEMPUT KENANGAN (5 Kisah Misteri di Masa Pandemi)
Darryllah Itoe
Flash
Bronze
Aku Wis Tekan.
Rere Valencia
Cerpen
Jam Dinding
Reja Fahleza
Flash
Sam
hyu
Cerpen
Kembalinya Puyang
Maulana Hasan
Novel
Bronze
CURSE
Yattis Ai
Flash
Bronze
Bukan Bapak
Tini Ubadipura
Skrip Film
ROGO SUKMO
Embart nugroho
Cerpen
Bronze
KETINDIHAN
Nisa
Novel
Bronze
Sixth Sense
Lucyana
Flash
Suara Gaun Emas
Andi Bayu Putra
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Cerpen
Bronze
BOY BEHIND THE VEIL
glowedy
Cerpen
Bronze
ANTIMA
glowedy
Cerpen
Bronze
TERSESAT DI IPOH
glowedy
Cerpen
Bronze
Nenek Food Hacker
glowedy
Cerpen
Bronze
ARSIPIR
glowedy
Cerpen
Bronze
JAZZBUK
glowedy
Cerpen
Bronze
Ngaku Saja Pak Dul!
glowedy
Cerpen
Bronze
LAGU YANG TAK JADI SELESAI
glowedy
Novel
Bronze
JANDA & THE TABLE
glowedy
Cerpen
Bronze
JUAL BELI NAMA
glowedy
Cerpen
Bronze
NADINE
glowedy
Cerpen
Bronze
NOKTRA
glowedy
Novel
The Coffee Before The Break
glowedy
Cerpen
Bronze
VILLA NOCTURNA: SAJAK PATAH, JAM DAN PINTU YANG TAK PERNAH TERTUTUP
glowedy