Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
1
Suka
6,682
Dibaca

Celah yang Tak Pernah Tertutup

21.38 WIB

Toilet Wanita – Lantai 5, Mall Urbania

Udara malam mulai menyusup masuk ke sela-sela dinding kaca mall yang menghadap ke jalan raya. Lampu-lampu toko telah diredupkan, rolling door digulung setengah hati, dan denting musik mall terdengar semakin kecil seperti suara terakhir dari radio rusak. Lantai 5 hanya menyisakan satu area yang masih menyala terang: bioskop dan deretan food court di sisinya.

Amara melangkah keluar dari studio sembilan dengan perasaan kosong. Film horor yang ia tonton sendirian terasa lebih hambar daripada kesepian yang menempel di kulitnya malam itu. Ia menyesal tak menunggu temannya yang batal datang. Tapi sudah terlanjur. Tubuhnya letih, perutnya kembung karena minuman soda, dan sekarang, ia harus buang air.

Ia berjalan menuju koridor sempit menuju toilet. Lorong itu sunyi, lantainya licin mengilap seperti belum pernah diinjak, dan lampunya berpendar kuning pucat. Sebuah tanda bercahaya "Toilet Wanita" menyala seperti lentera di film Jepang—hampir seperti undangan dari dunia lain.

Pintu toilet terbuka otomatis saat ia mendekat, menimbulkan suara klik yang terlalu keras dalam keheningan. Di dalam, udara dingin langsung menyergap. Pendingin ruangan di toilet ini terasa seperti ruang mayat—steril, mengilap, dan hampa. Dindingnya berlapis marmer abu-abu, wastafel memanjang dengan sensor otomatis, dan deretan bilik tampak seperti lemari mati.

Tujuh bilik berjajar rapi, pintu-pintunya abu logam dengan nomor kecil tak kasatmata di atas engselnya. Amara melangkah pelan, memeriksa tiap pintu dari kiri ke kanan. Semua tertutup kecuali satu: bilik nomor tujuh.

Pintu bilik itu tidak sepenuhnya terbuka, tapi juga tidak tertutup. Tersisa celah dua jari, cukup untuk melihat ujung sepatu seseorang—atau membayangkan ada. Tapi saat Amara melongok ke bawah, tak ada kaki di baliknya. Hanya bayang...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Cerpen
(teaser) Dark Omen: The Crimson Roots
Noctis Reverie
Novel
Bronze
DOSA
Ahmad Rusdy
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Flash
Siaran Langsung
heriwidianto
Cerpen
Possessed Recuperatio
Samuel Fetz
Cerpen
Bronze
Tiga Hari Berpetualang di Alam Lain
Siti Nashuha
Cerpen
Bronze
Pesan dari Masa Lalu
Novita Ledo
Flash
ANGGORO KASIH
Endah Wahyuningtyas
Cerpen
Glitched Apocalypse
Bima Kagumi
Flash
Sumi Arwah penasaran
Ismawati
Komik
Antu Ayek
Mariel Botarino
Flash
Giliran
Dark Specialist
Novel
Langgar
Agnesya Febriana
Flash
Bronze
Diary
Deandrey Putra
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Novel
Bronze
CLUB FANTASY
glowedy
Cerpen
Bronze
JAZZBUK
glowedy
Cerpen
Bronze
NOKTRA
glowedy
Cerpen
Bronze
Nenek Food Hacker
glowedy
Novel
Bronze
Keajaiban Toko Lampu "CAHAYA"
glowedy
Novel
The Coffee Before The Break
glowedy
Cerpen
Bronze
LAGU YANG TAK JADI SELESAI
glowedy
Novel
Bronze
GLOW IS GOSSIP
glowedy
Cerpen
Bronze
NADINE
glowedy
Novel
Bronze
KAPULAGA
glowedy
Cerpen
Bronze
JUAL BELI NAMA
glowedy
Novel
ADA CINTA DI SALON JENAZAH
glowedy
Novel
Bronze
MOTHERVAN
glowedy
Cerpen
Bronze
Ngaku Saja Pak Dul!
glowedy