Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Songong Maksimal
5
Suka
10,744
Dibaca

April 2007

Siang itu, telepon di rumahku tiba-tiba berdering. Sedikit kaget, aku berlari mengangkatnya, berharap dari seseorang yang kutunggu. Maklum, jomblo memang begitu, selalu berharap seseorang tiba-tiba merindukannya lalu menelepon dan membuat janji bertemu untuk mengungkapkan perasaannya. Akh, dasar!

“Halo?”

“Halo, assalamualaikum. Syasya, ya?”

“Waalaikumussalam, betul, dengan siapa?” Aku pura-pura bertanya walau aku sebenarnya sudah tahu siapa yang sedang bicara di seberang sana.

“Ini uda, Da Rakha!”

“Oh, iya. Ada apa, Da?” Benar dugaanku, suara yang serak-serak basah ini, seolah hanya dia seorang yang memilikinya. Tapi maaf, orang ini tidak masuk ke dalam daftar orang yang kutunggu.

“Sya ... aduh gimana ya, ngomongnya? Uda jadi ngga enak.”

“Ngga papa Da, ngomong aja. Ngga usah sungkan!”

“Gini, Sya. Uda kan udah punya usaha nih, baru mulai, kecil-kecil aja dulu. Jadi uda pengen kamu ikut bantu-bantu di sini, bisa ngga? Soalnya, uda dengar kamu udah ngga kerja lagi.”

“Insya Allah, Da, bisa kok.”

“Syukurlah, kalo bisa. Uda tunggu, ya. Datang aja ke sini besok jam delapan pagi!”

Lalu dia menyebutkan alamat lengkap yang tak asing bagiku, sebuah lokasi yang cukup elit di kota kecil kami.

“Iya, Da, insya Allah,” tutupku.

Besok paginya, aku bersiap-siap sesuai perjanjian di telepon. Saat berpamitan pada ibu, ternyata ibuku mengeluh agak kurang enak badan, jadi ibu minta tolong agar aku menyediakan sarapan untuk kami sekeluarga terlebih dahulu sebelum berangkat. Setelah sarapan tersaji di meja, aku pamit.

"Bu, ibu masih ngga enak badan?"

"Enggak kok, kamu kalo mau berangkat, pergi aja, ibu udah jauh mendingan dari pada tadi."

Aku mencium tangan dan pipi ibuku, lalu deng...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Songong Maksimal
syafetri syam
Flash
Pulkam
Zii
Cerpen
Lelaki yang Menyobek-nyobek Hidungku
Fazil Abdullah
Komik
Bronze
SMKPreet
lam21 EnT
Cerpen
CERMIN KERAMAT DI KAMPUNG SETAN
hadi wiyono
Cerpen
ATAS NAMA JAMAAH (Pembagian Daging Qurban)
S.S. RINDU
Flash
Bukan Anak Durhaka
Nunik Farida
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Cerpen
Nyobain ilmu Pelet
cahyo laras
Flash
Pencuri apes
Icha Sinaga
Flash
Bronze
Ani-Ani Potong Padi
Silvarani
Cerpen
Bronze
Tambatan Hati Arina
Aydiah
Cerpen
Ngajarin Boomer Pake Smartphone
cahyo laras
Cerpen
Bronze
AYAM-AYAM PAK LEMAN
arunika sekar
Komik
Hantu ZamanNow
Naufal ikbar
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Songong Maksimal
syafetri syam
Flash
Bronze
Janji Setelah Nikah
syafetri syam
Skrip Film
Miranda's Channel
syafetri syam
Skrip Film
Serenada Cinta
syafetri syam
Flash
Bronze
Safari Enam Rakaat
syafetri syam
Novel
Bronze
Tak Mudah untuk Cinta
syafetri syam
Novel
Bronze
Hesti dan Nurul
syafetri syam
Cerpen
Bronze
Berlian Subuh
syafetri syam