Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Songong Maksimal
5
Suka
7,960
Dibaca

April 2007

Siang itu, telepon di rumahku tiba-tiba berdering. Sedikit kaget, aku berlari mengangkatnya, berharap dari seseorang yang kutunggu. Maklum, jomblo memang begitu, selalu berharap seseorang tiba-tiba merindukannya lalu menelepon dan membuat janji bertemu untuk mengungkapkan perasaannya. Akh, dasar!

“Halo?”

“Halo, assalamualaikum. Syasya, ya?”

Waalaikumussalam, betul, dengan siapa?” Aku pura-pura bertanya walau aku sebenarnya sudah tahu siapa yang sedang bicara di seberang sana.

“Ini uda, Da Rakha!”

“Oh, iya. Ada apa, Da?” Benar dugaanku, suara yang serak-serak basah ini, seolah hanya dia seorang yang memilikinya. Tapi maaf, orang ini tidak masuk ke dalam daftar orang yang kutunggu.

“Sya ... aduh gimana ya, ngomongnya? Uda jadi ngga enak.”

“Ngga papa Da, ngomong aja. Ngga usah sungkan!”

“Gini, Sya. Uda kan udah punya usaha nih, baru mulai, kecil-kecil aja dulu. Jadi uda pengen kamu ikut bantu-bantu di sini, bisa ngga? Soalnya, uda dengar kamu udah ngga kerja lagi.”

“Insya Allah, Da, bisa kok.”

“Syukurlah, kalo bisa. Uda tunggu, ya. Datang aja ke sini besok jam delapan pagi!”

Lalu dia menyebutkan alamat lengkap yang tak asing bagiku, sebuah lokasi yang cukup elit di kota kecil kami.

“Iya, Da, insya Allah,” tutupku.

Besok paginya, aku bersiap-siap sesuai perjanjian di telepon. Saat berpamitan pada ibu, ternyata ibuku mengeluh agak kurang enak badan, jadi ibu minta tolong agar aku menyediakan sarapan untuk kami sekeluarga terlebih dahulu sebelum berangkat. Setelah sarapan tersaji di meja, aku pamit.

"Bu, ibu masih ngga enak badan?"

"Enggak kok, kamu kalo mau berangkat, pergi aja, ibu udah jauh mendingan dari pada tadi."

Aku mencium tangan dan pipi ibuku, lalu deng...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Songong Maksimal
syafetri syam
Komik
Bronze
Orang Orang Indonesia
Orang Tanpa Identitas
Flash
Ayam kampus
Bungaran gabriel
Flash
Suara Hati Pohon Kampus
Vivinanavina
Flash
Dravoryans :Diberkati Dewa
Darian Reve
Cerpen
Bronze
Mukini & Mukidi
Ariyanto
Flash
Papa Pungut
Lovaerina
Komik
Lelaki Koin
Ockto Baringbing
Cerpen
Bronze
Adu Teka-Teki di Kafe
kevin andrew
Komik
Bronze
Cilok Esema
Drawshocker
Cerpen
Peringkat Palsu
Rie Yanti
Cerpen
Bronze
Jam Istirahat Terakhir
Cinta Ayumi
Flash
Cinta yang NIHIL
Ula
Flash
ADA NODA DI MIE MBA AYU
Aston V. Simbolon
Komik
Mbak Kunti Genit, Ah!
wahyu sulistyo nugroho purwanggono
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Songong Maksimal
syafetri syam
Flash
Bronze
Safari Enam Rakaat
syafetri syam
Skrip Film
Miranda's Channel
syafetri syam
Novel
Bronze
Hesti dan Nurul
syafetri syam
Skrip Film
Serenada Cinta
syafetri syam
Cerpen
Bronze
Berlian Subuh
syafetri syam
Flash
Bronze
Janji Setelah Nikah
syafetri syam
Novel
Bronze
Tak Mudah untuk Cinta
syafetri syam