Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Aku memperhatikan Ayah membongkar aqals dengan gerakan cekatan. Aqals adalah bangunan tempat tinggal kami suku nomaden saat menetap di suatu wilayah. Bangunan berbentuk bundar yang terbuat dari kayu dengan dinding luar dilapisi kulit hewan.
Sementara Ibu tampak sibuk membenahi peralatan dapur yang bertebaran di dekat aqals.
"Cepat sedikit, Omar! Matahari sudah tinggi!" seru Ayah sambil mengikat kayu-kayu penyangga aqals yang telah selesai dIgbongkarnya.
Aku menepuk-nepuk kepala unta di hadapanku agar cepat menghabiskan minumnya. Setelah binatang tersebut mengangkat kepalanya, cepat-cepat kuambil ember tempat minumnya dan menyerahkan pada Ibu.
"Ayah, sekarang kita akan ke mana?"
Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ayah mengajak kami pindah padahal rumput di tempat ini masih cukup subur dan banyak untuk makanan domba-domba kami.
"Sekarang keadaan sudah tidak aman, Nak. Kita tidak bisa lagi bepergian atau menetap lama seperti dulu," jawab Ayah yang tengah mengikatkan kayu-kayu penyangga itu di punggung unta paling besar, ...