Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Solitary
2
Suka
10,881
Dibaca

"Jag älskar dig, Kinara . Sekarang, nanti, selamanya ...."

Ucapan Vasa Andersson meliuk di antara nyala lilin, lalu terpantul melukis siluet yang menari pada dinding bata merah cerah khas Nordik. Jejak rasanya melanglang buana dalam memori Kinara. Rasa dari sepasang insan yang telah bertaut dalam tambatan hati. Malam itu di Nygatan, Kota Tua Gamla Stan, Stockholm, Swedia.

"Jag älskar dig också, Vasa."

 *** 

 "Badai paling dahsyat justru lahir di atas permukaan laut yang paling tenang."

 Mimpi tiga tahun lalu itu bungkam di balik kelima jemari padat milik Kinara. Ia melenguh setengah mengantuk seraya menepuk bantal di sebelahnya. Rasanya dingin tanpa hangat jejak bekas ditiduri.

Bukan hal mengejutkan kalau ia terbangun di pagi hari sendirian. Andai ini Juli atau Agustus, ia pasti akan berpikir kalau Vasa pergi bersama Linus, sang ayah mertua untuk berburu rusa besar di hutan bersama kelompok perburuan mereka. Suami dan ayah mertuanya akan membawa pulang belasan kilo daging sebagai oleh-oleh. Atau skenario kedua: ayah dan putra itu pergi pagi-pagi buta ke sebuah kabin pemancingan yang letaknya sungguh terpencil.

Jika itu adalah skenarionya, tetapi ini adalah musim dingin di bulan Januari. Tidur di mana pria setengah Svensk dan Jawa itu? Bantal dan pembaringan di sebelahnya jelas-jelas berbicara kalau Vasa tidak ada di apartemen semalaman. Ini Stockholm dan cuaca di luar sedang ekstrem tidak bersahabat. Namun, Kinara tidak ingin berprasangka macam-macam seperti Vasa sengaja membekukan dirinya di area "peti es". Suaminya itu penduduk lokal, pasti tidak susah bagi Vasa untuk menemukan kehangatan di apartemen lain yang bersedia menampungnya.

Vasa tidak bodoh, tetapi pria itu kadang lupa kalau dirinya telah menikah dan masih berperilaku layaknya bujang. Mungkin Kinaralah yang terlampau naïf mengharapkan sebuah hubungan yang hangat di kota yang dingin ini, kendati salju sedang tidak turun dan memutihkan pemandangan atau membekukan perairan Danau Mälaren yang mengaliri pulau-pulau di kota Stockholm.

Kota yang "dingin" dan ia menemuinya di sini, di apartemennya sendiri setiap hari dalam setahun. Jadi, setelah bangun dengan siku tertekuk dan bertumpu selama beberapa menit dengan rambut terjuntai, Kinara memilih untuk turun dari ranjang alih-alih menanyai Vasa dengan melakukan sebuah panggilan. Ia tidak ingin mendapati sambutan sedingin balkon yang kadang beralih fungsi sebagai kulkas, tempat dirinya menyimpan stok buah dan sayuran selama musim ini.

Ah,...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Solitary
Ravistara
Cerpen
Bronze
ROTI ISI MATAHARI
Rian Widagdo
Cerpen
Bronze
Menyesal Setelah Kehilangan
Ardelia Rafilah Basya
Cerpen
Bronze
Sepatu Ibu
alifa ayunindya maritza
Cerpen
satu halaman sejuta pengalaman
Dwi Ramadhani
Cerpen
Bronze
Boneka Plastik
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
DIANTARA DETAK DAN DIAM
JI
Cerpen
Tempat Les Kak April
Yadani Febi
Cerpen
Bronze
Sengkolo
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Bronze
Satu Tahun Setelah Kehancuran
lia Karnilawati
Cerpen
Bronze
Harapan Mirari
Shaina Uta Anggawa
Cerpen
Bronze
Grooming
Alya Nazira
Cerpen
Bronze
Senyummu Membuat Ku Bahagia
Liza Pratama
Cerpen
Bronze
Pita Hitam
Imajinasiku
Cerpen
Marriage Deadline
Nadya Atika
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Solitary
Ravistara
Flash
Jurit Malam
Ravistara
Cerpen
Bocah Angin Melawan Zaman
Ravistara
Novel
Bronze
Penjara Sukma
Ravistara
Flash
Memento
Ravistara
Novel
Bronze
I Love You, My Cousin
Ravistara
Flash
Modus Baju
Ravistara
Novel
Bronze
Sang Peneduh Hati
Ravistara
Novel
LE SOLEIL DE MA VIE
Ravistara
Flash
Bronze
Gandewa
Ravistara
Flash
Api yang Berdamai dengan Hujan
Ravistara
Novel
ATLAS
Ravistara
Novel
Bronze
My Blue White Avicenna
Ravistara
Flash
Senandika di Peron Dua Belas
Ravistara
Skrip Film
AVICENNA
Ravistara