Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Sisi Lain
0
Suka
5,541
Dibaca

Malam di Jakarta selalu punya dua sisi. Gemerlap lampu kota yang tak pernah padam dan kegelapan yang menelan pinggiran-pinggiran jalan, di mana suara bising lalu lintas tak mampu meredam bisikan-bisikan lain. Bisikan-bisikan yang tak terdengar, tentang orang-orang yang tiba-tiba lenyap. Inilah dunia Alex, seorang wartawan investigasi dengan obsesi yang melampaui batas. Meja kerjanya, di sudut sempit sebuah redaksi, lebih mirip sarang penampungan berkas kasus. Tumpukan kertas yang nyaris roboh, coretan-coretan acak di papan tulis, dan aroma kopi dingin yang menusuk hidung—semua menjadi saksi bisu betapa jauh ia telah melangkah dalam kegelapan.

Alex sedang menyelidiki serangkaian kasus penculikan berantai. Para korban, yang semuanya wanita muda, ditemukan tewas dengan tanda-tanda ritual aneh. Di media, kasus ini dijuluki "The Whisperer Murders" karena para korban terakhir kali terlihat saat menerima telepon dari nomor tak dikenal, sebuah bisikan yang mematikan. Alex menemukan sebuah pola: setiap korban memiliki satu kesamaan kecil yang tersembunyi—mereka semua pernah bekerja atau memiliki hubungan dengan sebuah panti asuhan tua di pinggiran kota. Sebuah panti asuhan yang telah lama tutup.

Di balik semua pekerjaannya, ada sebuah pita rekaman yang terus berputar, mengisi kesunyian ruangannya dengan suara yang pecah. Suara dari radio tua yang tidak disetel dengan baik. Alex jarang memperhatikannya, menganggapnya sebagai bagian dari latar belakang, seperti suara hujan yang monoton di luar jendela. Tapi kadang-kadang, di sela-sela desisan, ada suara bisikan samar yang nyaris tak terdengar. Bisikan yang terasa familiar, tapi Alex tak bisa mengingat di mana ia pernah mendengarnya.

Alex memfokuskan pandangannya pada foto-foto korban yang tertempel di papan tulis. Setiap wajah memiliki ceritanya sendiri, dan setiap cerita berakhir dengan cara yang sama. Semua korban ditemukan di lokasi-lokasi yang berbeda, tapi dengan satu kesamaan: catatan-catatan aneh yang ditulis tangan. Catatan yang berisi perpaduan antara simbol-simbol kuno dan kalimat-kalimat yang terdengar seperti sebuah doa. Alex sudah mengirimkan salinan catatan itu ke beberapa ahli bahasa, tapi tidak ada yang bisa memecahkan maknanya.

Ia mendesah, meraih cangkir kopinya yang sudah dingin. Ia merasa seperti sedang berlari di labirin yang tidak berujung. Setiap kali ia menemukan satu petunjuk, sepuluh petunjuk baru muncul, membawa ia semakin jauh dari kebenaran. Ia mulai merasa lelah, fisiknya terasa berat, dan otaknya terasa penuh. Ia bahkan tak menyadari bahwa ia sudah bekerja selama dua puluh jam non-stop.

Tiba-tiba, ia merasakan sakit kepala yang menusuk. Sebuah gambaran singkat melintas di benaknya: r...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
KAMAR KOS NOMOR 7
Mxxn
Novel
Tum
Ais Aisih
Novel
Bronze
Imajiner
Renii Aru
Flash
Dunia Rumit Sofia
Sofia Rahman
Novel
Bronze
Mayat Wanita Bercadar itu, Istriku (Bukan Pesona Cleopatra)
Alibnu A.
Flash
Candala
Godok
Skrip Film
The Door
Yoseph Setiawan Cahyadi
Cerpen
Bronze
Petualangan & Cerita AUL
Arifin
Novel
Gold
Sherlock Holmes: Locked Rooms
Mizan Publishing
Novel
Freak Out
Poetry Alexandria
Flash
Bronze
ILUSI
Mirna Anata
Flash
Bronze
Closing Credits
mollusskka
Novel
Cat in The Trap
IyoniAe
Cerpen
Nyawa dalam Secangkir Kopi Senja
Ryan Esa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panti Jompo Harum Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Delusi Atau Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Perawat Siska
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Cermin Kedua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Losmen Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin