Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Sisi Lain
0
Suka
4,023
Dibaca

Malam di Jakarta selalu punya dua sisi. Gemerlap lampu kota yang tak pernah padam dan kegelapan yang menelan pinggiran-pinggiran jalan, di mana suara bising lalu lintas tak mampu meredam bisikan-bisikan lain. Bisikan-bisikan yang tak terdengar, tentang orang-orang yang tiba-tiba lenyap. Inilah dunia Alex, seorang wartawan investigasi dengan obsesi yang melampaui batas. Meja kerjanya, di sudut sempit sebuah redaksi, lebih mirip sarang penampungan berkas kasus. Tumpukan kertas yang nyaris roboh, coretan-coretan acak di papan tulis, dan aroma kopi dingin yang menusuk hidung—semua menjadi saksi bisu betapa jauh ia telah melangkah dalam kegelapan.

Alex sedang menyelidiki serangkaian kasus penculikan berantai. Para korban, yang semuanya wanita muda, ditemukan tewas dengan tanda-tanda ritual aneh. Di media, kasus ini dijuluki "The Whisperer Murders" karena para korban terakhir kali terlihat saat menerima telepon dari nomor tak dikenal, sebuah bisikan yang mematikan. Alex menemukan sebuah pola: setiap korban memiliki satu kesamaan kecil yang tersembunyi—mereka semua pernah bekerja atau memiliki hubungan dengan sebuah panti asuhan tua di pinggiran kota. Sebuah panti asuhan yang telah lama tutup.

Di balik semua pekerjaannya, ada sebuah pita rekaman yang terus berputar, mengisi kesunyian ruangannya dengan suara yang pecah. Suara dari radio tua yang tidak disetel dengan baik. Alex jarang memperhatikannya, menganggapnya sebagai bagian dari latar belakang, seperti suara hujan yang monoton di luar jendela. Tapi kadang-kadang, di sela-sela desisan, ada suara bisikan samar yang nyaris tak terdengar. Bisikan yang terasa familiar, tapi Alex tak bisa mengingat di mana ia pernah mendengarnya.

Alex memfokuskan pandangannya pada foto-foto korban yang tertempel di papan tulis. Setiap wajah memiliki ceritanya sendiri, dan setiap cerita berakhir dengan cara yang sama. Semua korban ditemukan di lokasi-lokasi yang berbeda, tapi dengan satu kesamaan: catatan-catatan aneh yang ditulis tangan. Catatan yang berisi perpaduan antara simbol-simbol kuno dan kalimat-kalimat yang terdengar seperti sebuah doa. Alex sudah mengirimkan salinan catatan itu ke beberapa ahli bahasa, tapi tidak ada yang bisa memecahkan maknanya.

Ia mendesah, meraih cangkir kopinya yang sudah dingin. Ia merasa seperti sedang berlari di labirin yang tidak berujung. Setiap kali ia menemukan satu petunjuk, sepuluh petunjuk baru muncul, membawa ia semakin jauh dari kebenaran. Ia mulai merasa lelah, fisiknya terasa berat, dan otaknya terasa penuh. Ia bahkan tak menyadari bahwa ia sudah bekerja selama dua puluh jam non-stop.

Tiba-tiba, ia merasakan sakit kepala yang menusuk. Sebuah gambaran singkat melintas di benaknya: r...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin
Flash
Fly Away
Ryan
Flash
Klarifikasi
Syifaanur Al Fitria
Flash
Penaka Dongeng
Yuli Harahap
Cerpen
Bronze
Rawa Bakau dan Misteri Pemburu Biawak
Habel Rajavani
Flash
Bronze
Sembilan Nyawa
Keita Puspa
Flash
Bulan Biru
Ravistara
Cerpen
Ketika Telepon Terputus
zain zuha
Novel
Sekarang Aku Bisa Melihat Mereka
STORYIMNIDA
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar
Cerpen
03 Rumah di Keabadian
Bima Kagumi
Flash
Bronze
Cermin di Rumah Lian
Arsualas
Novel
Married by Magic
Ikhsan Ardiansyah
Novel
Bronze
Pesan Arwah Tragedi '98
yhantlies92
Novel
Catur Mandala
R. Wardani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Galeri Lukisan Oscar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teman Kamar Yang Kasat Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Atau Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 02
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Dari Frekuensi Mati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin