Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
I. Pukul 02.17
Malam di Anyer punya cara sendiri untuk berbicara.
Bukan dengan kata-kata, bukan dengan suara yang bisa kamu tunjukkan ke orang lain dan bilang, dengar, ini ada sesuatu. Ia berbicara dengan cara yang jauh lebih halus dari itu. Dengan angin yang datang dari barat membawa aroma garam dan sesuatu yang lebih dalam dari garam, sesuatu yang tidak punya nama tapi selalu terasa seperti pengingat bahwa samudra jauh lebih tua dari seluruh peradaban yang pernah berdiri di tepinya. Dengan suara ombak yang terdengar berbeda di tiap jam malam, cara gelombang memukul tiang dermaga berbeda antara pukul sepuluh malam dan pukul dua pagi, berbeda lagi menjelang fajar.
Aku sudah bekerja di Stasiun Pemantau Oseanografi Selat Sunda selama tiga tahun. Cukup lama untuk terbiasa dengan kesepian jaga malam. Cukup lama untuk tidak lagi merasakan jantungku berdetak lebih cepat setiap kali sistem pendeteksi berbunyi karena lumba-lumba yang berenang terlalu dekat dengan sensor bawah laut, atau karena gempa kecil skala dua koma sesuatu yang sudah menjadi rutinitas di zona tektonik ini seperti batuk orang yang sedang pilek.
Aku mengenal stasiun ini seperti mengenal kamarku sendiri. Aku tahu bunyi kipas angin di sudut ruangan mulai berubah nada sekitar pukul satu pagi karena ada bagian dalam motornya yang sudah longgar tapi belum ada anggaran untuk diperbaiki. Aku tahu lampu di lorong sebelah...