Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Siapa Tamu Rumahku
1
Suka
5,501
Dibaca

Bab 1 – Rumah yang Sepi

Arman (38 tahun), seorang pria pendiam dengan sorot mata yang sering kali tampak kosong, menarik napas panjang, aroma debu dan apak menusuk hidungnya. Kunci berkarat di tangannya terasa dingin. Di depannya berdiri rumah warisan kakeknya, sebuah bangunan megah yang menjulang tinggi di antara pepohonan rindang di pinggiran kota. Cat putih yang dulunya bersih kini mengelupas, memperlihatkan lapisan kayu yang lapuk. Jendela-jendela yang tinggi dan sempit tampak seperti mata-mata gelap yang menatapnya. Dua minggu lalu, hidupnya jungkir balik. Pemberitahuan PHK dari perusahaan arsitektur tempat ia mengabdi selama lima belas tahun datang seperti sambaran petir di siang bolong, disusul tak lama kemudian oleh kabar duka meninggalnya sang ibu, satu-satunya keluarga dekat yang ia miliki. Rasa hampa yang sebelumnya hanya menjadi bisikan kini mengaum di dalam dadanya. Rumah ini, warisan terakhir yang tersisa, adalah pelariannya, atau setidaknya, itulah yang ia harap.

Memasuki ambang pintu yang berderit, Arman disambut oleh keheningan yang menyesakkan. Udara di dalam terasa berat, seolah menyimpan napas-napas masa lalu. Perabotan lama diselimuti kain putih, tampak seperti hantu-hantu yang menunggu untuk dibangkitkan. Ruang tamu luas dengan langit-langit tinggi, dihiasi lampu gantung kristal yang kusam, terasa sangat dingin. Di tengahnya, terdapat sebuah set kursi tamu antik dengan ukiran rumit, diselimuti kain batik lusuh. Arman menyentuh salah satu sandarannya; kayunya terasa dingin dan halus di bawah jemarinya. Ia teringat masa kecilnya, kunjungan-kunjungan singkat ke rumah ini saat kakeknya masih hidup. Kakeknya adalah sosok yang misterius, jarang bicara, dan selalu duduk di salah satu kursi itu, menatap ke luar jendela dengan ekspresi tak terbaca. Kenangan-kenangan itu, sayangnya, tidak semuanya menyenangkan. Ada bayangan samar tentang teriakan yang tak jelas asalnya, tentang bayangan gelap yang melintas cepat di koridor, dan perasaan cemas yang selalu menyertai setiap kunjungan.

Arman menghabiskan hari pertama membersihkan rumah, menyapu debu tebal yang melapisi setiap permukaan, membuka jendela-jendela agar udara segar masuk, meskipun udara yang masuk tetap terasa berat. Ia memindahkan koper-koper berisi sedikit barang pribadinya ke kamar tidur utama di lantai dua. Kamar itu luas, dengan ranjang berkanopi yang besar, namun terasa asing. Dindingnya berwarna krem kusam, dan satu-satunya hiasan adalah lukisan pemandangan hutan berkabut yang entah mengapa terasa menekan. Setiap sudut rumah ini seperti menyimpan rahasia, memancarkan aura melankolis yang sulit dijelaskan. Kesendiriannya di rumah ini terasa lebih pekat daripada di apartemennya yang dulu. Di sana, setidaknya, ia bisa mendengar hiruk pikuk kota, suara-suara kehidupan yang menenangkan. Di sini, hanya ada suara angin yang berdesir pelan di antara pepohonan dan sesekali suara daun kering yang bergesekan.

Malam pertama, Arman tidur dengan tidak nyenyak. Setiap derit lantai, setiap hembusan angin yang menyelinap masuk melalui celah jendela, te...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Siapa Tamu Rumahku
Christian Shonda Benyamin
Flash
Adegan
Arzen Rui
Cerpen
03 Rumah di Keabadian
Bima Kagumi
Flash
Lintas
Seto Yuma
Cerpen
Bronze
The Whisper Beneath The Rain
Grace Tandry
Novel
Sekarang Aku Bisa Melihat Mereka
STORYIMNIDA
Flash
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
Sena N. A.
Flash
TERDAKWA
Yutanis
Cerpen
Bronze
Sekolah yang tak pernah sepi
wlc
Cerpen
Temani Aku Malam Ini
adinda pratiwi
Cerpen
Bronze
Perjalanan Asing
Bayu Ari Sugiarto
Flash
Schizo
Damia Nur Shafira
Flash
Bronze
Lebaran Yang Berbeda
Rere Valencia
Cerpen
Sumur Tua di Kampung Kami
Sofa Nurul
Flash
PESTA DEMOKRASI DI DESA TELUH
D. Rasidi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Siapa Tamu Rumahku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retha
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Goresan Kuas Bermakna
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 02
Christian Shonda Benyamin