Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Siapa Dia
2
Suka
6,670
Dibaca

Bab 1 – Tetangga Baru

Nara menghela napas panjang, buku-buku tebal tentang semiotika dan filsafat bahasa tergeletak pasrah di meja belajarnya. Sore itu, semilir angin membawa hawa gerah Makassar, menembus celah jendela kamarnya yang sedikit terbuka. Sebagai mahasiswi tingkat akhir, tugas akhir sudah seperti hantu yang tak kasat mata, selalu mengintai di balik setiap lembar kertas dan setiap sudut pikiran. Namun, ada hantu lain yang kini menarik perhatiannya—hantu yang nyata, setidaknya di matanya.

Sudah berminggu-minggu rumah kosong di sebelah, yang selama ini menjadi pemandangan usang dengan cat mengelupas dan jendela pecah, mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Bukan, bukan kehidupan dalam arti perbaikan atau renovasi. Lebih seperti... kehidupan yang salah tempat. Lampu-lampu mulai menyala secara sporadis di malam hari, dan kadang, terdengar suara gesekan samar dari dalam, seolah-olah ada yang bergerak di antara debu dan sarang laba-laba.

Awalnya, Nara hanya menganggapnya sebagai halusinasi akibat kelelahan. Mungkin ada orang iseng yang masuk, atau hewan tersesat. Tapi kemudian, penampakan itu dimulai. Pertama kali, ia melihatnya saat sedang menyeruput kopi di beranda, mencoba mencari inspirasi untuk bab pendahuluan skripsinya. Sebuah siluet kurus tinggi, tampak dari balik jendela lantai dua rumah itu, menatap lurus ke arah rumahnya. Siluet itu diam, kaku, seolah terpaku di sana. Nara mengucek matanya, mengira itu hanya pantulan cahaya atau ilusi optik dari dedaunan rimbun yang menutupi sebagian jendela. Namun, ketika ia melihat lagi, siluet itu masih ada, tak bergeming. Jantungnya berdesir aneh, seperti ada sesuatu yang dingin merayapi tulang punggungnya.

Beberapa hari kemudian, saat ia hendak pergi kuliah, ia melihatnya lagi. Kali ini, sosok itu lebih jelas. Pria itu berdiri di ambang jendela ruang tamu di lantai bawah, tangannya bertumpu pada kusen yang lapuk. Wajahnya samar tertutup bayangan, namun Nara bisa merasakan tatapannya. Tatapan yang bukan sekadar penasaran, melainkan tajam dan menusuk, seolah ia sedang dipindai, dianalisis, bahkan mungkin... dikenali. Yang membuat Nara merinding adalah arah tatapan pria itu: lurus ke arah jendela kamarnya. Kamar tidurnya, tempat ia tidur, tempat ia belajar, tempat ia merasa paling aman.

Nara mulai merasa tidak nyaman. Rasa itu berkembang menjadi kewaspadaan, lalu kecemasan. Setiap kali ia berada di kamarnya, ia merasa seolah ada mata yang mengawasinya dari seberang. Jendela kamarnya, yang dulu menjadi sumber cahaya dan pemandangan luar, kini terasa seperti celah berbahaya yang menghubungkan dunia nyatanya dengan dunia asing di rumah sebelah. Ia mulai menutup gorden kamarnya lebih rapat, bahkan di siang hari.

Suatu malam, ketika ia sedang asyik mengetik di laptopnya, tiba-tiba ia merasa dingin yang menusuk di punggungnya, seolah ada seseorang yang berdiri tepat di belakangnya. Ia menoleh dengan cepat, namun tidak ada siapa-siapa. Hanya gorden yang bergoyang pelan, seolah baru saja disentuh angin. Ia mencoba meyakinkan di...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
2 Persen
Rere Valencia
Novel
Bronze
WINDY ... IS CALLING
Herman Trisuhandi
Cerpen
Bronze
Misteri Selendang Biru
Tika Lestari
Novel
Bronze
MUSLIHAT
Rachma Nurlela
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kutukan Danau Matano
Risti Windri Pabendan
Flash
BELL
Tiansetian
Komik
Bronze
GENITRI
Aitzuga
Flash
PIKIRANMU MEMBUNUHMU
Ismawati
Skrip Film
PUAKA RATU ARJUNA
Delly Purnama Sari
Novel
Gold
Fantasteen Double R
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Bonsai Tangisan
Nuel Lubis
Komik
STORY OF MY GHOSTS
Jusep kurnia
Cerpen
Possessed
Samuel Fetz
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Balik Kaca
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rumah Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Nada Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mawar Kematian
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Petak Umpet Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Merapi Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aroma Kopi Di Bangunan Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retha
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Diri
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin