Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Siapa Dia
2
Suka
6,417
Dibaca

Bab 1 – Tetangga Baru

Nara menghela napas panjang, buku-buku tebal tentang semiotika dan filsafat bahasa tergeletak pasrah di meja belajarnya. Sore itu, semilir angin membawa hawa gerah Makassar, menembus celah jendela kamarnya yang sedikit terbuka. Sebagai mahasiswi tingkat akhir, tugas akhir sudah seperti hantu yang tak kasat mata, selalu mengintai di balik setiap lembar kertas dan setiap sudut pikiran. Namun, ada hantu lain yang kini menarik perhatiannya—hantu yang nyata, setidaknya di matanya.

Sudah berminggu-minggu rumah kosong di sebelah, yang selama ini menjadi pemandangan usang dengan cat mengelupas dan jendela pecah, mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Bukan, bukan kehidupan dalam arti perbaikan atau renovasi. Lebih seperti... kehidupan yang salah tempat. Lampu-lampu mulai menyala secara sporadis di malam hari, dan kadang, terdengar suara gesekan samar dari dalam, seolah-olah ada yang bergerak di antara debu dan sarang laba-laba.

Awalnya, Nara hanya menganggapnya sebagai halusinasi akibat kelelahan. Mungkin ada orang iseng yang masuk, atau hewan tersesat. Tapi kemudian, penampakan itu dimulai. Pertama kali, ia melihatnya saat sedang menyeruput kopi di beranda, mencoba mencari inspirasi untuk bab pendahuluan skripsinya. Sebuah siluet kurus tinggi, tampak dari balik jendela lantai dua rumah itu, menatap lurus ke arah rumahnya. Siluet itu diam, kaku, seolah terpaku di sana. Nara mengucek matanya, mengira itu hanya pantulan cahaya atau ilusi optik dari dedaunan rimbun yang menutupi sebagian jendela. Namun, ketika ia melihat lagi, siluet itu masih ada, tak bergeming. Jantungnya berdesir aneh, seperti ada sesuatu yang dingin merayapi tulang punggungnya.

Beberapa hari kemudian, saat ia hendak pergi kuliah, ia melihatnya lagi. Kali ini, sosok itu lebih jelas. Pria itu berdiri di ambang jendela ruang tamu di lantai bawah, tangannya bertumpu pada kusen yang lapuk. Wajahnya samar tertutup bayangan, namun Nara bisa merasakan tatapannya. Tatapan yang bukan sekadar penasaran, melainkan tajam dan menusuk, seolah ia sedang dipindai, dianalisis, bahkan mungkin... dikenali. Yang membuat Nara merinding adalah arah tatapan pria itu: lurus ke arah jendela kamarnya. Kamar tidurnya, tempat ia tidur, tempat ia belajar, tempat ia merasa paling aman.

Nara mulai merasa tidak nyaman. Rasa itu berkembang menjadi kewaspadaan, lalu kecemasan. Setiap kali ia berada di kamarnya, ia merasa seolah ada mata yang mengawasinya dari seberang. Jendela kamarnya, yang dulu menjadi sumber cahaya dan pemandangan luar, kini terasa seperti celah berbahaya yang menghubungkan dunia nyatanya dengan dunia asing di rumah sebelah. Ia mulai menutup gorden kamarnya lebih rapat, bahkan di siang hari.

Suatu malam, ketika ia sedang asyik mengetik di laptopnya, tiba-tiba ia merasa dingin yang menusuk di punggungnya, seolah ada seseorang yang berdiri tepat di belakangnya. Ia menoleh dengan cepat, namun tidak ada siapa-siapa. Hanya gorden yang bergoyang pelan, seolah baru saja disentuh angin. Ia mencoba meyakinkan di...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
DENDAM
Ayu Komang
Cerpen
Bronze
Gaun Bekas
Novita Ledo
Novel
Gold
We Have Always Lived in the Castle
Mizan Publishing
Novel
Bronze
SELAMAT MALAM, KANIA
Rosi Ochiemuh
Novel
Bronze
AFTER DUSK HAS COME
Tara Abdi
Cerpen
Seorang Ranu Inten Melihat Hantu
Nikodemus Yudho Sulistyo
Flash
Memori
Roy Rolland
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Flash
PIKIRANMU MEMBUNUHMU
Ismawati
Flash
Pasien
Fitri F. Layla
Novel
Bronze
REMPANG-GALANG NIGHTMARE
Je Yatmoko
Flash
seringai masa lalu
lusi anda sudjana
Cerpen
Bilasan Terakhir.
P12
Cerpen
Malam Seram di Rumah Baru
Riverside Village
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Perawat Siska
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jurnal Kosong
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Sumur Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Notifikasi Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Batas Senja Berbisik
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Novel Tanpa Akhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Mencium Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin