Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
0
Suka
13,721
Dibaca

Alkisah. Dahulu kala, di sebuah desa—desa yang pertanahannya belum ditumbuhi pepohonan beton menjulang; desa yang airnya belum mengalir berwarna kecokelatan di atas sungai-sungai beraspal—yang rimbun menghijau dengan pepohonan bambu dan tanah kecokelatan yang menguarkan petrikor sesaat langit memperhujankan, hiduplah seorang gadis bernama: Jeng Kelon, nirsufiks -i atau -kan, apalagi ditambahi dong.

Sebuah nama yang diberikan oleh orang tuanya dan ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Cerpen
Bronze
Suara Melodi Kematian
SUWANDY
Skrip Film
BONGKAH
Aisyah
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Cerpen
Bronze
Arah Kompas
Christian Shonda Benyamin
Flash
Tatapan dari Jendela
Jasma Ryadi
Flash
Hati-Hati di Jalan
Ahmad R. Madani
Novel
Gold
Spooky Stories: Bloody Mary
Noura Publishing
Flash
Who Is?
Via S Kim
Cerpen
Bronze
AUL
Rian Nugraha
Cerpen
Kutukan Keluarga Bagian II: Kembali
Nisa
Novel
Gold
Fantasteen Scary Knock! Knock!
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Pedalaman Gumantra
Randy Arya
Komik
Bronze
Diary abu-abu elena
Andy widiatma
Flash
Berkemah Di Hutan Larangan
D. Rasidi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Cerpen
Bronze
Ini tentang Cinta; Mati
Andriyana
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana
Novel
Bronze
Kucing Hitam Putih
Andriyana
Novel
Bronze
Jeles
Andriyana
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana
Flash
Sang Pemanggil
Andriyana
Cerpen
Bronze
D 1 AM
Andriyana
Novel
Bronze
Plung!
Andriyana
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
Andriyana
Flash
Bronze
Microwife
Andriyana
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
Andriyana
Cerpen
Bronze
Cegukan
Andriyana
Cerpen
Bronze
Dua Kisah dalam Satu Taring
Andriyana
Cerpen
Bronze
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
Andriyana