Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
0
Suka
11,788
Dibaca

Alkisah. Dahulu kala, di sebuah desa—desa yang pertanahannya belum ditumbuhi pepohonan beton menjulang; desa yang airnya belum mengalir berwarna kecokelatan di atas sungai-sungai beraspal—yang rimbun menghijau dengan pepohonan bambu dan tanah kecokelatan yang menguarkan petrikor sesaat langit memperhujankan, hiduplah seorang gadis bernama: Jeng Kelon, nirsufiks -i atau -kan, apalagi ditambahi dong.

Sebuah nama yang diberikan oleh orang tuanya dan ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Novel
Gold
AGNOSIA
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
BURUNG HANTU BERMATA IBLIS
Sri Wintala Achmad
Flash
Bronze
Kereta Terakhir
Risti Windri Pabendan
Flash
Residu
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
PANTI (Resting Place of the Ancestor Spirits)
Awang Haripin
Novel
Marni
WENI Trisanti
Cerpen
Bronze
JAMUAN TERAKHIR
Rosi Ochiemuh
Novel
Boneka Petaka
Eve Shi
Flash
Bronze
Liturgi Daging Yang Bernyanyi
NRP
Cerpen
janin perawan terakhir
Raja Alam Semesta
Novel
SAMAR
Dewie Sudarsh
Flash
Attack
Laila NF
Novel
Jangan Tinggal Sendiri di Asrama
Firyal Fitriani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Flash
Bronze
Sosok Bapak
Andriyana
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
Andriyana
Cerpen
Bronze
Ini tentang Cinta; Mati
Andriyana
Flash
Sang Pemanggil
Andriyana
Cerpen
Bronze
D 1 AM
Andriyana
Flash
Bronze
Si Gadis Berkucir Satu
Andriyana
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana
Flash
Bronze
Kedinginan
Andriyana
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana
Cerpen
Bronze
Dua Kisah dalam Satu Taring
Andriyana
Flash
Bronze
Microwife
Andriyana
Cerpen
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
Andriyana
Cerpen
Bronze
Berlari dari Kematian
Andriyana
Cerpen
Bronze
Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
Andriyana