Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
SETITIK NILA MASA LALU
1
Suka
470
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

ADAM          

Secangkir capucino baru saja habis kuhirup. Kuletakkan cangkir berbentuk klasik itu ke atas meja. Pelan, kusibak sedikit lengan kemejaku. Hmm… ke mana ia? pikirku, sedikit gelisah. Di telepon tadi dia memintaku menemuinya di café ini, tempat di mana sering kami habiskan berdua mengusir waktu.

Aku tersenyum. Mengingat pertemuan perdana kami di tempat ini. Dua orang yang sama-sama kesepian dan tak percaya siapa pun.

Dulu… di pintu itu, saat aku nyaris keluar lagi karena tak ada lagi meja yang kosong, tiba-tiba pandanganku tertumbuk padanya yang sendirian menyantap sepotong croissant. Melihat rautnya yang dingin itu, setitik sinar muncul tiba-tiba di kepalaku. Menggerakkan kakiku untuk menghampiri mejanya. Setidaknya ada kursi kosong di sana. Aku kepepet waktu oleh meeting penting yang harus segera kuhadiri belasan menit lagi. Aku tak ingin sampai tak bisa kosentrasi dan menggagalkan sebuah transaksi hanya karena perutku menjerit minta diisi!

Kami cuma bertukar kata sekilas, karena aku terpaksa menegurnya demi kesopanan dan meminta ijinnya ikut membajak meja itu, yang— kutahu dari mimiknya— dengan enggan terpaksa disetujuinya. Setelah itu kami lebih banyak tenggelam dalam pikiran sendiri, seperti tak sadar keberadaan yang lain; terburu-buru menghabiskan makan siang masing-masing supaya bisa secepatnya meninggalkan meja itu.

Kukira aku tak akan pernah melihatnya lagi.

Tapi aku keliru.

Kami bertemu lagi dalam suasana tak terduga. Ternyata dia salah satu orang yang harus kutemui dalam meeting hari itu. Hampir tak percaya, si cantik cerdas yang penuh percaya diri mengemukakan ide-ide itu adalah orang yang sama, dengan yang kulihat di café. Wanita pemurung yang seolah-olah terpisah dari dunia sekitarnya!

Pertemuan-pertemuan berikutnya datang menjerat tanpa diundang, hingga aku mulai memikirkan keberadaannya. Mulai penasaran dengan semua sikapnya. Mulai mencari-cari alasan untuk sekadar melihat senyumnya, yang mahal itu. Hufh, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Guys & Girls
Ayuk SN
Cerpen
Bronze
SETITIK NILA MASA LALU
Raha Kurnia
Novel
Gold
KKPK Garage Sale
Mizan Publishing
Novel
PERSAHABATAN
Febri Kurniawan
Flash
Bronze
Sibolga Kota Ikan Story : Ikan Melautku untuk Opung
Silvarani
Novel
Bronze
Jarak
Ardi Rai Gunawan
Novel
Gold
Lady Susan
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Lentera Anjani
almiralth
Cerpen
Bronze
Hawa: Homoseksual sapien
Aneidda
Novel
SANG DUKUN
Ikhwanus Sobirin
Novel
Realitas Tak Seindah Kata Mutiara: Kumpulan Cerpen
Charisma Rahmat Pamungkas
Novel
GARIS POLISI
Titis Rahayuningtiar
Novel
Rumahku (Bukanlah) Surgaku
Zainur Rifky
Cerpen
JAGAD BELENGGU
Henry
Cerpen
Randu Menggelayut
natata
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
SETITIK NILA MASA LALU
Raha Kurnia
Cerpen
Bronze
PIALA IMPIAN EYA
Raha Kurnia
Cerpen
Escape From The Blizzard
Raha Kurnia
Cerpen
Malaikatku
Raha Kurnia
Cerpen
BAGAI ILALANG KERING
Raha Kurnia
Cerpen
DEMI HATI
Raha Kurnia
Cerpen
Bronze
DILEMA
Raha Kurnia
Cerpen
Bronze
DEMI SEPENGGAL MASA LALU
Raha Kurnia