Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
SETITIK NILA MASA LALU
1
Suka
626
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

ADAM          

Secangkir capucino baru saja habis kuhirup. Kuletakkan cangkir berbentuk klasik itu ke atas meja. Pelan, kusibak sedikit lengan kemejaku. Hmm… ke mana ia? pikirku, sedikit gelisah. Di telepon tadi dia memintaku menemuinya di café ini, tempat di mana sering kami habiskan berdua mengusir waktu.

Aku tersenyum. Mengingat pertemuan perdana kami di tempat ini. Dua orang yang sama-sama kesepian dan tak percaya siapa pun.

Dulu… di pintu itu, saat aku nyaris keluar lagi karena tak ada lagi meja yang kosong, tiba-tiba pandanganku tertumbuk padanya yang sendirian menyantap sepotong croissant. Melihat rautnya yang dingin itu, setitik sinar muncul tiba-tiba di kepalaku. Menggerakkan kakiku untuk menghampiri mejanya. Setidaknya ada kursi kosong di sana. Aku kepepet waktu oleh meeting penting yang harus segera kuhadiri belasan menit lagi. Aku tak ingin sampai tak bisa kosentrasi dan menggagalkan sebuah transaksi hanya karena perutku menjerit minta diisi!

Kami cuma bertukar kata sekilas, karena aku terpaksa menegurnya demi kesopanan dan meminta ijinnya ikut membajak meja itu, yang— kutahu dari mimiknya— dengan enggan terpaksa disetujuinya. Setelah itu kami lebih banyak tenggelam dalam pikiran sendiri, seperti tak sadar keberadaan yang lain; terburu-buru menghabiskan makan siang masing-masing supaya bisa secepatnya meninggalkan meja itu.

Kukira aku tak akan pernah melihatnya lagi.

Tapi aku keliru.

Kami bertemu lagi dalam suasana tak terduga. Ternyata dia salah satu orang yang harus kutemui dalam meeting hari itu. Hampir tak percaya, si cantik cerdas yang penuh percaya diri mengemukakan ide-ide itu adalah orang yang sama, dengan yang kulihat di café. Wanita pemurung yang seolah-olah terpisah dari dunia sekitarnya!

Pertemuan-pertemuan berikutnya datang menjerat tanpa diundang, hingga aku mulai memikirkan keberadaannya. Mulai penasaran dengan semua sikapnya. Mulai mencari-cari alasan untuk sekadar melihat senyumnya, yang mahal itu. Hufh, ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Unexpected Encounter
Lalita Tandayu
Skrip Film
Perfect Husband to My Sister
mahes.varaa
Cerpen
Bronze
SETITIK NILA MASA LALU
Raha Kurnia
Novel
TraumatiQ
Mahfrizha Kifani
Novel
YAPPA MARADDA
Sika Indry
Novel
Remaja Terbenam
Aya Fairuz
Novel
Anna : Liontin Karma
Jeanaira Prinxc
Novel
Gold
Sekosong Jiwa Kadaver
Falcon Publishing
Novel
Waktu Senja
Rosita
Novel
Landak yang Tenggelam
Arief Pramudya
Skrip Film
Lama Banget (Script)
nawa
Cerpen
Bronze
Bunga yang Tak Pernah Ditaruh di Vas
Muhamad Irfan
Novel
Karma Si Gundik
Vivi Barbara
Novel
Bronze
Filosofi Keluarga
Niken Ayu Winarsih
Novel
Pejuang Konten
Marlina Lin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
SETITIK NILA MASA LALU
Raha Kurnia
Cerpen
BAGAI ILALANG KERING
Raha Kurnia
Cerpen
Escape From The Blizzard
Raha Kurnia
Cerpen
Bronze
DEMI SEPENGGAL MASA LALU
Raha Kurnia
Cerpen
Bronze
PIALA IMPIAN EYA
Raha Kurnia
Cerpen
Malaikatku
Raha Kurnia
Cerpen
Bronze
DILEMA
Raha Kurnia
Cerpen
DEMI HATI
Raha Kurnia