Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
SETITIK DEBU DI KACA LANTAI 50
1
Suka
227
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Setitik Debu di Kaca Lantai 50

​Lantai lima puluh Gedung Arkana Tower selalu berbau seperti kombinasi kopi arabika dari daerah penghasil kopi terbaik dan aroma parfum dari merk terkenal. Di sinilah Valeria Arkana berkutat dengan segudang kesibukannya. Pada usianya yang baru saja memasuki tiga puluh dua tahun, Valeria adalah lambang dari kesuksesan seorang gadis mandiri. Wajahnya kerap menghiasi sampul majalah bisnis, rahangnya tegas, dan tatapan matanya seolah bisa memotong anggaran perusahaan dalam sekali kedip. Bagi ribuan karyawan Arkana Group, Valeria adalah The Iron Lady versi modern—efisien, dingin, dan tak tersentuh.

​Namun sore itu, Valeria terusik oleh hal kecil yang sepele, seulas senyum dan aroma sabun pembersih lantai.

​"Permisi, Bu. Saya mau membersihkan meja sebelah sana," sebuah suara memecah keheningan ruang kerja Valeria yang tak tersentuh sembarang orang

​Valeria tidak mengangkat wajahnya dari laptop yang menampilkan grafik saham yang sedang merosot. "Lakukan dengan cepat. Saya ada teleconference dengan London dalam lima belas menit."

​"Baik, Bu."

​Pria itu bernama Gilang. Usianya dua puluh enam tahun, mengenakan seragam polo shirt biru dongker khas divisi environmental service—alias office boy (OB)—dengan celana kain hitam yang sedikit pudar di bagian lutut. Gilang adalah tipe pria yang jika berjalan di koridor mall, mungkin tidak akan membuat orang menoleh dua kali. Wajahnya tipikal pemuda Indonesia yang ramah, dengan kulit sawo matang akibat sering mengendarai motor di bawah terik Jakarta, dan sepasang mata yang selalu terlihat seperti baru saja menemukan alasan untuk bersyukur.

​Valeria memperhatikan pergerakan Gilang dari sudut matanya. Ada sesuatu yang aneh dari cara pria itu bekerja. Gilang tidak pernah terlihat terburu-buru, namun gerakannya sangat cekatan. Dan yang paling membuat Valeria heran, Gilang selalu bergumam kecil, menyanyikan lagu-lagu lawas yang tidak selaras dengan atmosfer modern ruangan tersebut.

​“...di tengahnya kabut bermandi embun pagi...” gumam Gilang pelan, hampir tak terdengar saat mengelap kaca jend...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Melody Vega
Nuel Lubis
Cerpen
The Ex File
Farah Maulida
Cerpen
Bronze
SETITIK DEBU DI KACA LANTAI 50
hadi wiyono
Novel
Raden Ajeng Sasmaya Kamala
Dyah Ayu S.C.
Novel
Shan and Ri
Nisa Nuraeni
Novel
ARRA
Alvina Yosefi
Novel
Gold
Naga, Jangan Bucin!
Bentang Pustaka
Novel
Imagine about Her
Siji Getih
Novel
Bekas Luka
Papp Tedd
Novel
Gold
Milea
Mizan Publishing
Novel
Meraki
Lintangtry_
Novel
PARAPET
Tika Lestari
Cerpen
Bronze
Cinta di balik jendela
agus tardi rohenda
Cerpen
Bronze
Dia Memandang Aku sebagai...
Nuel Lubis
Novel
Something Stupid Like I Love U
A. F Rianti
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
SETITIK DEBU DI KACA LANTAI 50
hadi wiyono
Novel
Bronze
TULUS
hadi wiyono
Cerpen
Bronze
A Cold Goodbye
hadi wiyono
Novel
AIR MATA MAMAK DISUJUD TERAKHIR
hadi wiyono
Cerpen
Bronze
FACIO Si Tisu Malang
hadi wiyono