Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
SETITIK DEBU DI KACA LANTAI 50
2
Suka
4,624
Dibaca

Setitik Debu di Kaca Lantai 50

​Lantai lima puluh Gedung Arkana Tower selalu berbau seperti kombinasi kopi arabika dari daerah penghasil kopi terbaik dan aroma parfum dari merk terkenal. Di sinilah Valeria Arkana berkutat dengan segudang kesibukannya. Pada usianya yang baru saja memasuki tiga puluh dua tahun, Valeria adalah lambang dari kesuksesan seorang gadis mandiri. Wajahnya kerap menghiasi sampul majalah bisnis, rahangnya tegas, dan tatapan matanya seolah bisa memotong anggaran perusahaan dalam sekali kedip. Bagi ribuan karyawan Arkana Group, Valeria adalah The Iron Lady versi modern. Dia dingin dan tak tersentuh.

​Namun sore itu, Valeria terusik oleh hal kecil yang sepele, seulas senyum dan aroma sabun pembersih lantai.

​"Permisi, Bu. Saya mau membersihkan meja sebelah sana," sebuah suara memecah keheningan ruang kerja Valeria yang tak tersentuh sembarang orang

​Valeria tidak mengangkat wajahnya dari laptop yang menampilkan grafik saham yang sedang merosot. "Lakukan dengan cepat. Saya ada teleconference dengan London dalam lima belas menit."

​"Baik, Bu."

​Pria itu bernama Gilang. Usianya dua puluh enam tahun, mengenakan seragam polo shirt biru dongker khas office boy dengan celana kain hitam yang sedikit pudar di bagian lutut. Gilang adalah tipe pria yang jika berjalan di koridor mall, mungkin tidak akan membuat orang menoleh dua kali. Wajahnya tipikal pemuda Indonesia yang ramah, dengan kulit sawo matang akibat sering mengendarai motor di bawah terik Jakarta, dan sepasang mata yang selalu terlihat seperti baru saja menemukan alasan untuk bersyukur.

​Valeria memperhatikan pergerakan Gilang dari sudut matanya. Ada sesuatu yang aneh dari cara pria itu bekerja. Gilang tidak pernah terlihat terburu-buru, namun gerakannya sangat cekatan. Dan yang paling membuat Valeria heran, Gilang selalu bergumam kecil, menyanyikan lagu-lagu lawas yang tidak selaras dengan atmosfer modern ruangan tersebut.

​“...di tengahnya kabut bermandi embun pagi...” gumam Gilang pelan, hampir tak terdengar saat mengelap kaca jendela besar yang menampilkan siluet senja Jakarta.

...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Sahabat Jadi jodoh
andriani intan hidayah
Novel
Bronze
Waiting For Love
silvi budiyanti
Novel
Bronze
FROM THE WEDDING HALL
Yantie Wahazz
Cerpen
Bronze
SETITIK DEBU DI KACA LANTAI 50
hadi wiyono
Novel
primrose
Galuh Putdia liesty
Cerpen
Bronze
Mahkota dan Luka
gungkeris
Novel
Bronze
Since You in There
Honey Dieah
Novel
Before I Fall in Love
Athena Aprilisa
Novel
When Fangirl Meets Mr. Popular
Bara Dustin
Cerpen
Bronze
PUTRI
Iman Siputra
Novel
Gold
Beauty and the Beast
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Mr. Pantofel (Membicarakan Adam 7)
Silvarani
Novel
Gold
Backstreet = Bronis
Bentang Pustaka
Flash
Jika aku tidak cukup, bilang saja
lidia afrianti
Skrip Film
Cowok Selalu Mengalah
Indah li
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
SETITIK DEBU DI KACA LANTAI 50
hadi wiyono
Cerpen
JALAN PULANG
hadi wiyono
Flash
Keajaiban Tahajud
hadi wiyono
Novel
AIR MATA MAMAK DISUJUD TERAKHIR
hadi wiyono
Cerpen
VUDU
hadi wiyono
Novel
FIRST LOVE NEVER TRULLY ENDS
hadi wiyono
Novel
TULUS
hadi wiyono
Cerpen
Bronze
A Cold Goodbye
hadi wiyono
Cerpen
PATAHNYA SAYAP SANG SANTRI
hadi wiyono
Cerpen
SEBENING RINDU
hadi wiyono
Cerpen
Penjaga Lembah Seruni
hadi wiyono
Cerpen
CERMIN KERAMAT DI KAMPUNG SETAN
hadi wiyono
Cerpen
Bronze
FACIO Si Tisu Malang
hadi wiyono
Cerpen
Sore Itu Di Depan Gang Kecil
hadi wiyono
Cerpen
PERNIKAHAN KERTAS
hadi wiyono