Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Sepucuk Surat dari Masa Lalu
0
Suka
6,954
Dibaca

Judul: Sepucuk Surat dari Masa Lalu

Bab 1: Rumah Tua di Ujung Kampung

Angin sore meniup perlahan saat Saka menjejakkan kaki di depan rumah tua berarsitektur kolonial yang sudah lama tak dihuni. Cat temboknya mengelupas, daun pintu berderit tiap kali tertiup angin. Ini adalah rumah mendiang neneknya, Ibu Rini, yang meninggal dua bulan lalu. Warisan terakhir yang ditinggalkan kepada Saka, cucu satu-satunya.

"Kenapa harus aku?" gumam Saka pelan sambil membuka pintu dengan kunci yang dikirim lewat...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Sepucuk Surat dari Masa Lalu
Fahri Nurul A'la
Cerpen
07 Raesha
Bima Kagumi
Novel
Fraud, Unleash The Truth
Gilang Riyadi
Novel
Alif Lam Mim
Zainur Rifky
Cerpen
Misteri Kursi Kepiting
Heri Winarko
Novel
Bronze
Siswa Sempurna [Bagian 1 | Sisi Terang]
Ikhsannu Hakim
Cerpen
Bronze
Misteri Hilangnya Penjaga Perpustakaan
Donny Setiawan
Cerpen
Rumah Tua dan Buku-buku yang Hilang
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Cerpen
Kasus Pembunuban: Mayat Berkawat
Grimmer
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Skrip Film
INVESTIGATION OF LIARS
Safinatun naja
Novel
Bronze
Blood Moon
Maghfira Izani
Flash
Bronze
MISTERI HILANGNYA dr. YUNIAR
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Novel
Bronze
Hero or Zero
Aylanna N. Arcelia
Cerpen
Ketika Telepon Terputus
zain zuha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sepucuk Surat dari Masa Lalu
Fahri Nurul A'la
Flash
Bronze
Kamar Nomor 7
Fahri Nurul A'la
Flash
Bronze
Tamu Tengah Malam
Fahri Nurul A'la
Cerpen
Bronze
Satu Nama yang Tak Pernah Hilang
Fahri Nurul A'la
Cerpen
Bronze
Ketika Dunia Tak Lagi Mengingat Namamu
Fahri Nurul A'la
Cerpen
Bronze
Bayang di Balik Jendela
Fahri Nurul A'la
Flash
Keluarga di Toko Bunga Phoenix
Fahri Nurul A'la
Cerpen
Bronze
Pintu Keempat di Lorong Waktu
Fahri Nurul A'la