Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Senyummu Berbeda
1
Suka
16,762
Dibaca

Feris masih duduk di bangku taman sembari menunggu kedatangan Aghnaya. Sebelumnya, mereka memang sudah membuat janji untuk bertemu. Memang tidak seperti biasanya, jika biasanya mereka bertemu di cafe atau restoran yang sering dikunjungi, kali ini Feris merasa akan ada kejutan dari Aghnaya. Feris Melirik jam tangannya dan masih menunjukkan pukul tiga sore, namun Aghanaya tak kunjung datang. Padahal mereka sudah sepakat untuk bertemu jam setengah tiga sore, tapi sampai saat ini pun Aghnaya belum menampakkan wujudnya. 

"Kenapa gue jadi cemas ya sama keadaan Aghnaya?" ucap Feris lirih. 

Feris kembali Melirik jam yang ada di tangannya, perasaannya mulai gelisah. Aghnaya tak kunjung datang, apakah ia lupa dengan janji yang dibuatnya. Feris menundu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
ANHEDONIA
Nesya Endah Rahayu
Cerpen
Bronze
Senyummu Berbeda
Fataya
Novel
Terima Kasih, Darren
Pppsbrn
Skrip Film
Tawanan 13 Tahun
Delpiariska
Skrip Film
Cinta (Monyet)
Avis Dinata
Flash
Bronze
Rahma, Warnaku Abadi
Ron Nee Soo
Novel
Gold
Terbang
Noura Publishing
Novel
MY TWINS
febri indah rafika
Cerpen
Apron Muyi
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Gelap yang jatuh dibangkitkan mentari
Mentari sendja
Novel
Tarabunga
Jejak Annie
Cerpen
Bronze
Ada Aku
Fataya
Novel
BYSTANDER
Ralali Sinaw
Novel
K O D E
Coconutmilk__
Cerpen
Bronze
Percakapan Tanpa Suara
MAY RINA DWI ASTUTIK
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Senyummu Berbeda
Fataya
Cerpen
Bronze
Ada Aku
Fataya
Flash
Bronze
Jangan Peluk Lukamu Sendiri
Fataya
Cerpen
Bronze
Pudar
Fataya
Novel
Why It Is
Fataya
Cerpen
Bronze
Apa Boleh Aku Memilih?
Fataya
Novel
Bronze
Promise For You
Fataya
Flash
Bronze
Ibu, Maaf
Fataya
Cerpen
Bronze
Kopi Tanpa Gula
Fataya
Cerpen
Bronze
Ketika Langit Menjadi Saksi
Fataya
Cerpen
Bronze
Akhirnya Kita Bertemu
Fataya