Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Senyummu Berbeda
1
Suka
15,915
Dibaca

Feris masih duduk di bangku taman sembari menunggu kedatangan Aghnaya. Sebelumnya, mereka memang sudah membuat janji untuk bertemu. Memang tidak seperti biasanya, jika biasanya mereka bertemu di cafe atau restoran yang sering dikunjungi, kali ini Feris merasa akan ada kejutan dari Aghnaya. Feris Melirik jam tangannya dan masih menunjukkan pukul tiga sore, namun Aghanaya tak kunjung datang. Padahal mereka sudah sepakat untuk bertemu jam setengah tiga sore, tapi sampai saat ini pun Aghnaya belum menampakkan wujudnya. 

"Kenapa gue jadi cemas ya sama keadaan Aghnaya?" ucap Feris lirih. 

Feris kembali Melirik jam yang ada di tangannya, perasaannya mulai gelisah. Aghnaya tak kunjung datang, apakah ia lupa dengan janji yang dibuatnya. Feris menundu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Senyummu Berbeda
Fataya
Flash
Tentang Jalan di Malioboro, Yogyakarta
Amanda Alodyasari
Novel
Bronze
Frankfurt to Jakarta
Leyla Imtichanah
Novel
SANDIWARA CINTA
Embart nugroho
Novel
Bekas Luka
Papp Tedd
Novel
BUMI SEMESTA
Bernika Irnadianis Ifada
Cerpen
Harmoni yang Terpisah
shirley
Novel
Rose of Gaming House
Moh. Fauzil Adhim
Novel
Begini Saja Sudah Bahagia
Nikodemus Yudho Sulistyo
Cerpen
Bronze
Dalam Cinta Kubertanya?
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Lintang Waktu
Inya Sidhyadahayu
Novel
Bronze
Masa Sih Chef?
retnoteera
Novel
No Summertime Sadness Here
Autami Anita
Novel
Starlight di Bulan April
ardiin
Novel
Bronze
The New Book of Nobel (satu pesan untuk jam-andine)
Katyusha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Senyummu Berbeda
Fataya
Cerpen
Bronze
Akhirnya Kita Bertemu
Fataya
Novel
Bronze
Promise For You
Fataya
Cerpen
Bronze
Ada Aku
Fataya
Cerpen
Bronze
Kopi Tanpa Gula
Fataya
Flash
Bronze
Jangan Peluk Lukamu Sendiri
Fataya
Flash
Bronze
Ibu, Maaf
Fataya
Cerpen
Bronze
Apa Boleh Aku Memilih?
Fataya
Cerpen
Bronze
Pudar
Fataya
Cerpen
Bronze
Ketika Langit Menjadi Saksi
Fataya