Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Hujan baru saja membasahi bumi pahlawan ketika Raka berdiri mematung di trotoar Jalan Tunjungan. Cahaya lampu kota yang keemasan memantul di atas aspal yang basah, menciptakan panggung yang sunyi bagi batinnya yang koyak. Di kejauhan, kemegahan Gedung Siola berdiri kokoh, menjelma menjadi saksi bisu dari ribuan romansa yang lahir lalu mati di sudut-sudut Surabaya.
Di dalam genggamannya yang gemetar, terselip selembar surat misterius tanpa nama pengirim. Kalimat di dalamnya begitu ringkas namun menggores:
"Kalau suatu hari kamu mendapat kesempatan mengubah satu keputusan, jangan ulangi kesalahan yang sa...