Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Senja Di Ujung Jalan
5
Suka
18,808
Dibaca

Matahari perlahan mulai tenggelam di balik bukit, menyisakan cahaya oranye yang lembut membelai wajah-wajah orang yang melintas di jalan kecil itu. Udara sore terasa sejuk, namun ada sedikit dingin yang menusuk tulang. Di tepi jalan, seorang pria paruh baya duduk di bangku kayu tua, matanya menerawang jauh ke arah cakrawala. Ia adalah Pak Rudi, seorang pensiunan guru yang sudah hampir sepuluh tahun tinggal sendiri di rumah sederhana di ujung jalan itu.

Pak Rudi selalu datang ke tempat ini setiap sore. Baginya, senja adalah waktu untuk merenung, mengingat kembali kenangan-kenangan yang kadang membuatnya tersenyum, tapi lebih sering membawa air mata. Hari ini pun tak berbeda. Sambil menatap langit yang semakin gelap, ia menggenggam erat sebuah foto lusuh dalam sakunya. Foto itu adalah satu-satu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
SEARAH ( FRIEND )
Siti rokhmah
Skrip Film
LITERATUR BERNYAWA ( SCRIPT FILM )
Rainzanov
Skrip Film
DEJAVU (MENCARI JEJAK IBU PERTIWI)
Amriyana
Cerpen
Bronze
Sepotong Kue Enak
Nana Sitompul
Cerpen
Bronze
Senja Di Ujung Jalan
Tino Perdiyansya
Skrip Film
Janda Muda
Maitra Tara
Skrip Film
SEWINDU SEMUSIM
Herman Trisuhandi
Skrip Film
Kepingan Hati Milik Anggit (Script)
Yeni Shelpi Aliani
Skrip Film
Ice Princess
Jesslyn Kei
Flash
Bronze
Menggapai Mahkota
Mega
Flash
PAYAH
KH_Marpa
Flash
Pengertian Cinta
AlifatulM
Flash
Bronze
Sosok Bapak
Andriyana
Flash
Bronze
Rumah Bapak
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Pine princces
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Senja Di Ujung Jalan
Tino Perdiyansya
Cerpen
Bronze
Sehelai Benang Emas
Tino Perdiyansya
Novel
Aku Bereinkarnasi Bersama AI di Dunia Lain
Tino Perdiyansya
Flash
Detik Jari Di Era Tiktok
Tino Perdiyansya
Flash
Bronze
Seutas Benang Merah
Tino Perdiyansya