Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Senja Di Ujung Jalan
5
Suka
17,119
Dibaca

Matahari perlahan mulai tenggelam di balik bukit, menyisakan cahaya oranye yang lembut membelai wajah-wajah orang yang melintas di jalan kecil itu. Udara sore terasa sejuk, namun ada sedikit dingin yang menusuk tulang. Di tepi jalan, seorang pria paruh baya duduk di bangku kayu tua, matanya menerawang jauh ke arah cakrawala. Ia adalah Pak Rudi, seorang pensiunan guru yang sudah hampir sepuluh tahun tinggal sendiri di rumah sederhana di ujung jalan itu.

Pak Rudi selalu datang ke tempat ini setiap sore. Baginya, senja adalah waktu untuk merenung, mengingat kembali kenangan-kenangan yang kadang membuatnya tersenyum, tapi lebih sering membawa air mata. Hari ini pun tak berbeda. Sambil menatap langit yang semakin gelap, ia menggenggam erat sebuah foto lusuh dalam sakunya. Foto itu adalah satu-satu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
I'm a Writter, Not an Actress
meoteaas
Novel
It's Okay, I'm Thirty 30
Ndiejpank
Cerpen
Bronze
Senja Di Ujung Jalan
Tino Perdiyansya
Novel
Bronze
Di Balik Senja
Kepo Amat
Skrip Film
The Golden Girls
Arief Rahman
Flash
Bronze
Sendu
darayynt
Novel
Nona Ladaku Dan Tuan Laut
Primasari Lovexz
Skrip Film
Sepucuk Surat dari Bumi Untuk Langit
Bond Monosta
Flash
Bronze
Why Don't You Stay?
B12
Flash
Bronze
Alunan Luna
Glorizna Riza
Skrip Film
COKELAT RASA KEJU
Okhie vellino erianto
Flash
Menebus Rasa
Wulan Kashi
Flash
Janji Palsu
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Perempuan Buta dan Adiknya
NO-NAME
Novel
Gold
KKPK Me and My Cute Cat
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Senja Di Ujung Jalan
Tino Perdiyansya
Novel
Aku Bereinkarnasi Bersama AI di Dunia Lain
Tino Perdiyansya
Cerpen
Bronze
Sehelai Benang Emas
Tino Perdiyansya
Flash
Detik Jari Di Era Tiktok
Tino Perdiyansya
Flash
Bronze
Seutas Benang Merah
Tino Perdiyansya