Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Senja di Tepi Danau
1
Suka
3,094
Dibaca

Danau itu ada di pinggiran desa, dikelilingi bukit-bukit rendah yang seolah berbaris rapi menjadi pagar alami. Airnya tenang bak cermin raksasa, kecuali saat angin berhembus pelan, lalu menciptakan ribuan riak kecil yang berkejaran satu sama lain seolah sedang bermain petak umpet. Di sisi barat danau, persis di bawah sebatang pohon beringin tua yang akarnya menjalar sampai ke bibir air, berdiri sebuah bangku kayu. Kayu itu sudah berubah warna menjadi cokelat kelabu tua, permukaannya halus licin karena sudah puluhan tahun diduduki orang-orang yang datang untuk melihat matahari terbenam. Bagi sebagian orang, bangku itu hanyalah bangku biasa. Tapi bagi Rina dan Andi, bangku itu adalah saksi bisu seluruh cerita hidup mereka. Tempat di mana persahabatan mereka bermula, tempat di mana semua impian diucapkan, dan kelak, tempat di mana hati harus belajar menerima kenyataan yang paling pedih sekaligus paling indah.

Semua bermula saat Rina berusia tujuh tahun, dan Andi baru genap berusia delapan tahun. Sore itu langit berwarna jingga menyala, persis seperti warna permen kesukaan Rina yang baru saja jatuh dan hanyut terbawa arus selokan kecil di dekat rumahnya. Rina duduk di atas rumput basah di tepi danau, menangis sejadi-jadinya, sampai bahunya terguncang hebat dan air matanya membanjiri pipinya yang kemerahan. Ia merasa dunia sudah berakhir. Permen itu adalah hadiah dari ibunya karena ia berani pergi ke sekolah sendirian untuk pertama kalinya.

Tiba-tiba ada bayangan panjang yang menutupi tubuh mungilnya. Rina mendongak, dan di hadapannya berdiri seorang anak laki-laki dengan celana pendek yang sedikit kotor terkena lumpur, kemeja putih yang lengan bajunya digulung sampai ke siku, dan sepasang mata hitam yang jernih, tenang, dan terlihat jauh lebih dewasa daripada usianya. Di tangannya, ada dua butir permen berwarna jingga persis seperti yang hilang tadi.

"Jangan menangis lagi," kata...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Shagara
Dita
Novel
Gold
Menikahlah Denganku
Bentang Pustaka
Novel
Karena X
Selvi Diana Paramitha
Novel
Bronze
Perjalanan Sembilan Delapan
Silvarani
Cerpen
Bronze
Senja di Tepi Danau
JNR1101
Novel
DANGERVILE
Pikacuu
Novel
Derita Istri Muda
Novia dewi
Skrip Film
KAMULAH SURGAKU (SCRIPT)
Alwinn
Flash
Bronze
Pelecehan Verbal
Gia Oro
Flash
Bronze
Bunga Jeumpa yang Belum Kujumpa di Aceh
Silvarani
Novel
Bronze
Tuhan, Boleh Ya, Aku Tidur Nggak Bangun Lagi?
Athar Farha
Flash
Bronze
Takdir Cinta
Reza Lestari
Novel
Bronze
The Pieces of Memories
Moon Satellite
Novel
Second Life
Momo
Novel
Ceritakan Semuanya pada Kucing
Kartini F. Astuti
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Senja di Tepi Danau
JNR1101
Novel
Dua Nama di Kontrak yang Sama
JNR1101
Skrip Film
Kurir Salah Alamat
JNR1101
Flash
Bronze
Bayang di Balik Singgasana
JNR1101
Cerpen
Monolog Besi Berkarat
JNR1101
Flash
Darah Di Ambang Gerbang
JNR1101