Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Senja Dan Bulan Sabit (part 2)
0
Suka
8,516
Dibaca

Senja dan Bulan Sabit – Part 2

“Karena kenangan yang tak selesai selalu mencari tempat untuk kembali.”

Senja itu, langit di atas kota masih merah-oranye seperti terbakar pelan. Cahaya matahari yang terakhir menyentuh gedung-gedung tua, membuat semuanya tampak seperti lukisan usang yang belum sempat selesai. Di balkon kecil rumahnya yang menghadap barat, Nayla duduk dengan secangkir teh yang hampir dingin. Matanya menatap jauh, ke arah tempat matahari perlahan tenggelam di antara deretan rumah tua.

Di kursi di seberangnya, tak ada siapa-siapa. Tapi Nayla seperti sedang bercakap dengan seseorang yang tak terlihat. Seseorang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Senja Dan Bulan Sabit (part 2)
muhamad zaid
Novel
Mencintaimu Besok Lagi
aprilwriters
Novel
Pangeran Kodok Kesandung : Kisah Cinta Pertama 2003
Mariatul Qiftiah
Novel
Permata Hati
Awang Nurhakim
Novel
Atas Nama Waktu
Indah Patrass
Novel
Cinta dan Salib, di Langit Bandung
Pena Akara
Novel
Mentari :Fajar&Senja
Bintang Rahadhian
Novel
Bronze
Karenamu Kujatuh Cinta
Ayu Anggun
Flash
Bronze
Selamanya Cinta
Shabrina Farha Nisa
Flash
Pemilik Suara Merdu
Agnes Dzahniyah
Novel
Because I Know
Rizqiqa Adibya
Novel
Cinta Dalam Ikhlas
Albadriyya_haw
Novel
I Love You Beyond the Word
Rajasa Buana
Novel
Amaranthine
Trivia Indriani
Flash
Pengagum rahasia mu
Anisa Dhea Pratiwi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Senja Dan Bulan Sabit (part 2)
muhamad zaid
Novel
FIRST LOVE,LAST FOREVER
muhamad zaid
Novel
Surat terakhir sebelum mati
muhamad zaid
Cerpen
Bronze
THE LAST DAY I LOVED YOU
muhamad zaid
Cerpen
Bronze
Misteri kamar Bapak
muhamad zaid
Cerpen
Bronze
TUNGGU AKU DI SANA
muhamad zaid
Cerpen
Bronze
Luka di ujung senja
muhamad zaid
Cerpen
Bronze
Senja Dan Bulan Sabit
muhamad zaid