Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Semutina Sahabatinu
3
Suka
4,791
Dibaca

Di sudut kota yang ramai, di antara deru kendaraan dan hiruk-pikuk pasar, berdiri sebuah rumah tua dengan cat mengelupas, genting retak, dan jendela berderit yang seolah menceritakan kisah usianya. Di dalamnya tinggal Dzaki, seorang pelukis berusia 30 tahun yang menjalani hidup dengan semangat sekaligus beban. Kanvas-kanvasnya penuh warna—coretan merah menyala, biru kelam, dan kuning yang berbinar—mencerminkan mimpinya yang besar, tetapi dompetnya kosong, hanya berisi debu dan harapan yang kian memudar. Setiap hari, ia melawan rasa putus asa, menatap lukisannya yang tak kunjung dilirik galeri, berharap dunia akan melihat keindahan yang ia ciptakan. Di ambang jendela dapur rumahnya yang reyot, di antara serpihan kayu dan sisa-sisa cat, ia menemukan seekor semut kecil, pincang, berjalan tersendat dengan kaki kecilnya yang seolah menolak menyerah. Semut itu tampak...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Scenario
Nur Aisyah Z
Novel
Vengeance
Ria Rahmawati
Novel
POV: First Daughter
Rachel Grifith Charisa Wijaya
Cerpen
Bronze
Semutina Sahabatinu
Ron Nee Soo
Novel
DUA PILIHAN
ArsheilaW
Novel
Bronze
Menunggu Bulan *Novel*
Herman Sim
Skrip Film
Overthink : Expressions Of Love
Steven Tjahjadi Sanjaya
Novel
Metamorfosa
Tsabit Dieni Nur H
Novel
Aisha
Ulumiah
Novel
Serendipity's Paradox
nandini s
Skrip Film
Serenada Cinta
syafetri syam
Flash
Selenophile
Melia
Flash
Bronze
Waktu Bahagia
Ron Nee Soo
Novel
La Douleur Exquise
Afiska Dila Ananda
Novel
Bronze
Cut Off
Dewi Fortuna
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Semutina Sahabatinu
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Waktu Bahagia
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Surat Salah Alamat
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Apakah Saat Ini, Aku Sedang Patah Hati
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Dunia yang Lebih Lengkap
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Rasa Kehilangan
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Sejenak Rindu Pada Sastrawan Hujan Bulan Juni
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Hal yang Selalu Dipikirkan Siswa adalah Pulang
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Memahat Jalan
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Sebuah Doa yang Bertabrakan
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Lagu yang tidak Pernah Selesai
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
ada cinta luar biasa yang engkau terima tanpa harus bersusah payah mencarinya
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Surat dari Jakarta
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Tak ada cerita hari ini
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Menjemur Kopi di Malam Hari
Ron Nee Soo