Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
114
Suka
31,225
Dibaca

Lelaki tua yang terbaring di bagsal rumah sakit Nomor 201 adalah ayahku. Dua pekan lalu, ia tertabrak gerombolan geng motor. Satu diantaranya sudah tertangkap, sementara sebelas orang lainnya dalam pengejaran aparat.

Pagi itu aku bergegas menuju rumah sakit yang berjarak 1 kilo meter dari kontrakan rumah. Adikku sudah menunggu giliran, ia duduk di teras Rumah Sakit, wajahnya tampak lusuh dan lelah. "Bagaimana tidak!" Kami berdua harus bergantian menemani ayahku yang lemah dan terbaring tak berdaya.

Entah berapa banyak, peluh dan Keringat bercampur air mata terbuang percuma, entah berapa banyak doa dan untaian kalimat penuh haru terucap dalam hening. Kadang raga ini ingin memisahka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
Topeng
Apriana Liunome
Novel
Bronze
Aku Bukan Anak OSIS
Adiba
Novel
Bumbu Pecel Terakhir Nenek
Veron Fang
Novel
ORANG YANG DATANG
Aga Lesmana
Flash
Bronze
Terus Terbang
Silvarani
Flash
Bronze
Cara Cinta Bekerja
B12
Novel
The Dreamer
Rika Kurnia
Cerpen
THE FOOL AND THE DOG
Amar Rahim Gafari
Cerpen
Bronze
Aku Ingin Mengajakmu Bercinta Hingga Planet Terjauh
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Flash
Di Balik Kaca Mobil
Dhea FB
Cerpen
Bronze
Ditolak
Titin Widyawati
Novel
Pasar Orang-Orang Mati
Jauza M
Novel
Gold
KKPK Tomboy Girl
Mizan Publishing
Flash
Rombongan Teater "Dramatika"
Adinda Amalia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
Ayub Wahyudin
Novel
Bronze
Menjahit Luka
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
Langit Tak Pernah Ingkar Janji
Ayub Wahyudin
Cerpen
Tihtir
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
Lukisan Terakhir
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
KOMISARIS TAMBANG, PULANG PETANG
Ayub Wahyudin
Cerpen
META MATA MENYITA
Ayub Wahyudin
Novel
Sepotong Kisah Dibalik 98
Ayub Wahyudin