Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
114
Suka
33,147
Dibaca

Lelaki tua yang terbaring di bagsal rumah sakit Nomor 201 adalah ayahku. Dua pekan lalu, ia tertabrak gerombolan geng motor. Satu diantaranya sudah tertangkap, sementara sebelas orang lainnya dalam pengejaran aparat.

Pagi itu aku bergegas menuju rumah sakit yang berjarak 1 kilo meter dari kontrakan rumah. Adikku sudah menunggu giliran, ia duduk di teras Rumah Sakit, wajahnya tampak lusuh dan lelah. "Bagaimana tidak!" Kami berdua harus bergantian menemani ayahku yang lemah dan terbaring tak berdaya.

Entah berapa banyak, peluh dan Keringat bercampur air mata terbuang percuma, entah berapa banyak doa dan untaian kalimat penuh haru terucap dalam hening. Kadang raga ini ingin memisahka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Ganendra
SAKHA ZENN
Cerpen
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
Ayub Wahyudin
Novel
Till We Meet Again
Mia Fransiska
Flash
Akhirnya Kalian Putus Juga
Agung Satriawan
Flash
BAPAK
Isnani Q
Flash
Mengingat Luka
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Perilaku Aneh Paman Go
Sulistiyo Suparno
Novel
ANOMALI AIR
Mochammad Eko Priambudi
Novel
Bronze
Perempuan di Balik Teralis Kaca
Servita Rachma
Novel
Bronze
SEJUTA KISAH
BulanBintang
Flash
Bronze
Penggali Kubur
Ahmad Muhaimin
Novel
Better than You
Slukepyn
Novel
The Scar
Arianti Pratiwi Mustar
Novel
Gold
Sabdo Cinta Angon Kasih
Bentang Pustaka
Novel
SUKMA: Masa bermain yang hilang
Anggy Pranindya Sudarmadji
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
Ayub Wahyudin
Novel
Sepotong Kisah Dibalik 98
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
Lukisan Terakhir
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
KOMISARIS TAMBANG, PULANG PETANG
Ayub Wahyudin
Novel
Bronze
Menjahit Luka
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
Langit Tak Pernah Ingkar Janji
Ayub Wahyudin
Cerpen
META MATA MENYITA
Ayub Wahyudin
Cerpen
Tihtir
Ayub Wahyudin