Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
“Kopi hitam, satu!” serumu tiba-tiba mengagetkanku.
Aku tidak berharap kau datang sepagi ini. Kau tahu kenapa? Kami baru saja membuka kedai untuk kami masuk, belum menata kursi, belum membuka jendela, belum sempat menjerang air.
Kepala kakakku menyembul dari pintu dapur. Dia baru saja meletakkan belanjaan kami. Aku mengangguk padanya, memastikan aku yang akan melayani kali ini.
Aku menyambar celemek yang tergantung. Ah, aku belum menata rambutku, belum memulas wajahku, belum juga menata hatiku.
Oh, iya! Aku harus menyiapkan kopimu. Menangkap kegugupanku, kau sedikit mengangguk meminta maaf deng...