Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Sebuah Pilihan untuk Dikenang
1
Suka
6,111
Dibaca

Kalau dikatakan bodoh, iya, aku memang bodoh. Kalau dikatakan tidak berguna, iya, memang.

 

Mereka boleh mengatakan apa pun dan memikirkan apa pun. Tapi ini jalan hidup yang aku pilih, dan biarkan aku melangkah. Di jalan setapak kecil yang telah aku pilih….

 

Pilihan, kata yang sederhana, tetapi pelaksanaannya memiliki andil besar terhadap segalanya. Sebuah kata yang harus dipertanggungjawabkan eksistensinya, kata yang akan membawa perdamaian, perubahan, bahkan pertentangan sekalipun; pelaksanaannya pun belum tentu mudah. Kata yang akan menentukan masa depan seseorang, bahkan suatu negara. Ia juga satu kata penting yang membawa sejarah dan sesuatu untuk dikenang di kemudian hari. Semua makhluk di muka bumi ini bisa memilih dan diberikan pilihan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan memberikan kebebasan kepada...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Sebuah Pilihan untuk Dikenang
I Putu Agus Yoga Permana
Cerpen
Cugak
Pipo Vernandes
Cerpen
Hampa
Arkina Melantri
Cerpen
Bronze
Mendung Masih Bergelayut
Munkhayati
Cerpen
Tentang Teman dan Waktu
Aura R
Cerpen
Bronze
Cucuku Aina
cyara afnan
Cerpen
Bronze
Huruf Pertama
Ismi Faiza
Cerpen
Nenek Penyapa Jalan
zain zuha
Cerpen
Bronze
Mendekap Surga
Trippleju
Cerpen
Bronze
KAU KHIANATI AKU, KUBATALKAN PERNIKAHAN
ari prasetyaningrum
Cerpen
Di antara Senja dan Pagi
vilah sari
Cerpen
Bronze
Pemuda Berkepala Anjing
Toni Al-Munawwar
Cerpen
Bronze
Mar dan Selaksa Dendam
saharbanu Mulahela
Cerpen
Bronze
Kakek dan Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Secarik Kertas dengan Selarik Kalimat
Munkhayati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sebuah Pilihan untuk Dikenang
I Putu Agus Yoga Permana
Cerpen
Bronze
Kamu Belum Cukup !!!
I Putu Agus Yoga Permana
Flash
Bronze
Goresan Pena Sang Pemimpi
I Putu Agus Yoga Permana