Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Sebuah Komitmen
1
Suka
6,812
Dibaca

“Apa maksudmu Rai, mengapa selalu ngga ada waktu menemaniku?” cecar Ayla pada Raihan.

“Maaf La, aku ngga bisa. Lagian mendadak sih kamunya. Sore aku ada jadwal,” jawab Raihan.

“Jadwal apa, bukankah hari ini jadwal kuliahmu pagi?” tukas Ayla.

“Ohho mungkin yang kamu maksud jadwal, menemani Tara begitu? Kamu pacaran dengan Tara, yang dandanannya menor hobi koleksi pacar itu?” Lama-kelamaan telinga Raihan gatal juga dengar celotehan ini. Ayla ditatapnya de...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
The Mocha Eyes
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Sebuah Komitmen
Munkhayati
Novel
Annoying Healer
Harisa Maksalini
Novel
Flight to Meet You
Adora Lee
Novel
Fiction
Rahmita Burhamzah
Novel
Bronze
Terbit Tenggelam
Nabil Bakri
Novel
Held To Death
farahatus saniyah al barkah
Novel
SERENADE
Julia Rosela Kapisa
Novel
Bronze
Dan Eden
Mashdar Zainal
Novel
Aku Terlahir Istimewa
Dela
Novel
Bronze
PACAR VIRTUAL
Cia
Novel
Bronze
Lean On Me
Dessy Rahmatya
Novel
Like The Last One
Caroline
Novel
Neophyte
Nadiah Putri Shafira
Novel
Gold
For Better or Worse
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sebuah Komitmen
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Ketika Senja Membawa Cinta
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Di Antara Dua Perempuan
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Mimpi Kang Muchtar
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-4
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-7
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-3
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Rindu yang Terburu
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-5
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Mendung Masih Bergelayut
Munkhayati