Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Hujan baru saja reda ketika Danu memarkir mobilnya di depan sebuah kafe kecil di ujung jalan. Kendaraannya berhenti dengan sapuan rem halus, menyisakan deru mesin yang perlahan mati di tengah kesunyian malam yang lembap. Dari balik kemudi, Danu sempat terdiam sejenak, mencengkeram setir dengan jemari yang dingin saat matanya menatap lurus ke depan. Aspal masih basah, memantulkan cahaya lampu kota yang bergetar samar seperti bayangan kenangan yang enggan hilang. Genangan air di permukaan jalan bertindak bak cermin retak, menangkap pendar lampu neon berwarna kuning dan merah keperakan yang bergoyang setiap kali angin berembus, menciptakan ilusi visual tentang masa lalu yang seolah memanggil-manggilnya dari kegelapan. Danu membuang napas berat, merasakan atmosfer mencekam yang perlahan mulai mengurung sudut hatinya. Ketika ia membuka pintu mobil, aroma tanah basah dan sisa petrichor yang tajam langsung menusuk penciumannya. Angin malam menyusup dingin hingga ke tulang, meski Danu sudah mengenakan jaket tebal. Dingin itu seolah tidak hanya menerpa kulitnya, melainkan menembus masuk hingga ke rongga dadanya, membawa rasa gigil yang asing dan menggelisahkan.
Ia melangkah masuk ke dalam kafe dengan perasaan yang tidak tenang. Setiap derap langkah sepatunya di atas ubin semen yang lembap t...