Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Sebatang Kara
2
Suka
27,988
Dibaca

Sebatang Kara

Gunung yang menjulang cantik sangat terlihat dari rumah papan bergaya kuno, sedikit reyot. Yaps, itu rumah dimiliki keluarga yang sederhana.

“Langit, kalau gak ada duit jangan melamun entar kesambet. Kasian bapakmu, gak ada biaya buat berobat."

Kuambil batu kerikil untuk menyumpal anusnya, agar dia yang duluan berobat. Tapi, meski gak sekolah tinggi, lulusan SMA dua tahun lalu, aku selalu diajarin etika. Olokan itu kubalas senyuman. Jika mata dibalas mata...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Dear Keyla
Prisda Tri Syamiati
Novel
Gold
I Love Cat
Mizan Publishing
Flash
LOKAYA
AnotherDmension
Cerpen
Bronze
Sebatang Kara
penulis kacangan
Novel
Sampiran Durian
Azul
Novel
Kehangatan Baru
Dyah Anggraini
Flash
Rahasia nasi goreng emak
Singkat Cerita
Flash
Bronze
Kapan Nikah?
Reyan Bewinda
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Gadis Kecil
Reen Ruka
Novel
ENDORFIN
Aga Lesmana
Novel
Komunitas Luka
Misserasera
Flash
Bronze
Conversation 3
mahes.varaa
Novel
Menyusu Langit
Tantri Pranashinta
Novel
Bronze
Pinjaman Berbunga Cinta
SURIYANA
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sebatang Kara
penulis kacangan
Komik
Desa Absurd
penulis kacangan
Cerpen
Bronze
Formalitas di atas ranjang
penulis kacangan
Flash
Bronze
Cicilan jalan-jalan
penulis kacangan
Flash
Bronze
Brandal yang tersakiti
penulis kacangan
Flash
Bronze
Gara-gara Gosip
penulis kacangan
Flash
Bronze
Untuk sebuah senyuman
penulis kacangan
Flash
Bronze
Walid Di Tengah Badai
penulis kacangan
Novel
Bronze
Kepompong
penulis kacangan
Cerpen
Bronze
Pergilah Kasih Kejar Keinginanmu
penulis kacangan
Flash
Bronze
Memadu kasih
penulis kacangan
Novel
Bronze
Desa Absurd
penulis kacangan
Flash
Bronze
Katak tua bodoh
penulis kacangan
Cerpen
Bronze
Gadis Gila dan Ajal
penulis kacangan
Cerpen
Bronze
Perwakilan rindu di pelupuk mata
penulis kacangan