Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
SAYONARA
0
Suka
15
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

“In Another life… Semoga kita tidak pernah bertemu.”

*****

19 SEPTEMBER 2026

Malam ini, langit jepang bertaburan kembang api. Aku berdiri melamun di antara kerumunan manusia dan riuhnya suara ledakan di udara. Di sekitarku, orang-orang berseru kagum menatap langit. Tapi, binar cahaya itu sama sekali tidak menyentuh mataku.

Baru saja aku menerima pesan dari manusia favoritku di Indonesia. Sebuah pesan menyebalkan yang… andai bisa memutar waktu, tidak akan pernah Sudi ku baca.

“Besok pagi aku akan melakukan pemberkatan.”

Tulisnya. Layar ponsel menyala terang mendadak buram, tertutup air mata yang luruh.

“Menikah maksudmu?”

Aku mencoba memastikan barangkali aku salah baca meskipun kedengarannya mustahil.

“Iya.”

“Dengannya?”

“Iya”

“Oh..Selamat kalau begitu”

“Maaf Lintang..”

“Its okay, berbahagialah”

Seharusnya aku ikut berbahagia,bukan?

Logikanya memang begitu. Mereka telah berpisah cukup lama, dan keputusan untuk kembali bersama bukankah sebuah kabar baik? Lagi pula, aku dan dia tidak terikat hubungan apapun. Lantas atas dasar apa aku berhak merasa patah hati?.

Kepalaku sibuk mencari penyangkalan.

Kenyataan pahit ini menampar kesadaranku. Selama ini aku bertindak tak ubahnya seorang selingkuhan, meskipun aku tak pernah merasa sedang berselingkuh. Tentu saja karena memang tidak ada ikatan resmi diantara kami. Dia melajang, aku pun masih sendiri.

Kami hanyalah dua orang yang saling tertarik dan menemukan teman bicara. Aku yang selalu bersikap clingy,cerewet dan marah jika dia menghilang tanpa kabar. lalu dia dengan sikap dewasa menimpali kelakuan konyolku.

Dia selalu menganggap ku sebagai anak kecil. Sementara aku,selalu memandang matang dirinya sebagai pria dewasa.

Aku menyukai pria ini, mungkin secara sepihak.

Dan dia pernah menyukaiku, mungkin secara tidak sengaja.

*****

Aku tahu betul dia masih mengingat the ex dengan perasaan cinta yang tidak pernah berkurang. Dia selalu berbicara bagaimana dia mengagumi wanita yang usianya jauh lebih tua dari ku maupun darinya. 11 tahun jarak usia dia dan wanita itu. Dan 7 tahun jarak usiaku dengan pria itu. Sebuah kesenjangan usia yang signifikan. Dia juga pernah melarang ku untuk jatuh cinta kepadanya diawal pertemuan kami. Tapi aku keras kepala, ku pikir tidak ada salahnya mencoba dengan pria lebih tua dari usia ku.

Aku mulai haha hihi , wara-wiri menjadi anomali yang menggentayangi kehidupannya. Merengek layaknya anak kecil meminta jatah gulali, menggodanya dengan kecegilan ku. Menggombalinya dan mencari perhatiannya.

Dia selalu terkekeh, kadang bersikap cuek lalu apatis. Sebelum akhirnya dia meminta maaf atau aku yang meminta maaf kepadanya jika bercanda kami keterlaluan.

Dia selalu meluangkan waktu untuk ku, untuk sekadar memberi kabar bahwa dia akan rehat selama 2 Minggu karena kondisi nya waktu itu cukup drop.

Sejujurnya dia tidak menyukai gadis Rebel yang selalu merengek.

Aku berusaha untuk bersikap sok dewasa meskipun dia tahu betul anak kecil ini tidak akan pernah bisa menggantikan posisi wanita itu sampai kapanpun. Tapi aku masih berusaha untuk mencari celah, barangkali aku bisa menembus segel hati yang dia tutup rapat. Aku selalu merengut saat dia mulai membandingkan ku.

“Mau sampai kapan cemburu dan marah seperti ini? Hm? Saya tidak suka dikejar apalagi mengejar. Saya punya luka yang tidak bisa sembuh hanya karena kamu datang lalu haha hihi di kehidupan saya, bocah!”

Aku masih tidak menggubris peringatan itu…

Bagiku mungkin dia berbicara dalam keadaan mabuk. Aku merasa diriku cantik, aku memiliki paras blasteran Jepang dan Indonesia kupikir itu cukup untuk menarik minatnya agar bisa mencintai mahluk semungilku. Sialnya tidak. Aku masih harus bersusah payah untuk bisa menggeser posisi wanita itu.

*****

Di suatu pagi, pria itu mengutarakan ketertarikannya kepadaku. Kalian tahu? Aku hampir gila di buatnya. Berjingkrak pukul 03:00 dini hari sambil memegangi ponsel.layaknya manusia kesurupan hantu.

“Sepertinya saya mulai tertarik padamu,nona jepang.”

“Sudah ku bilang, aku bisa membuatmu tertarik padaku,paman!”

“Tertarik bukan berarti suka”

“Bodo amat, tertarik di kamus hidup ku adalah pernyataan suka!”

“Keras kepala”

“Memang..!! Kenapa rupanya?”

“Sampai kapanpun kamu hanya gadis kecil dimataku.”

“Dan kamu pria tua yang kusukai”

“Nggak capek ngejar saya?”

“Enggak”

“Perbedaan kita cukup jauh dari segi apapun. Kamu harus tahu batasan. Aku khatolik beda dengan agama mu.”

“Hanya karena kamu bisa makan babi dan aku nggak bisa,kan?.”

“Tidak sesederhana itu”

“Lantas?”

“Haruskah saya menjelaskan hal konyol ini kepadamu? Jika tujuan mu mendekati ku untuk pernikahan.Saya tidak tertarik dengan pernikahan. Pernikahan hanya membuang waktu dimana dua kepala harus saling beriringan. Itu memuakan.Saya tidak suka menafkahi anak orang.apalagi anak orang yang punya anak! Never!!”

“Untuk saat ini kan? Bisa saja argumen mu berubah”

“Never”

pria berusia 33 tahun ini memang keras kepala, punya prinsip yang tidak bisa ku dobrak. Wajah cantik tidak akan cukup untuk menarik dirinya dari masa lalu.

Tapi…

Bersamanya… Duniaku terasa luas. Aku menemukan kamus hidup ada pada dirinya. Dia adalah ruang aman dimana pertanyaan konyol ku selalu bisa dijawab spontan dengan bantahan ilmiah detik itu juga. Aku menyukai isi kepalanya, jatuh cinta pada cara pandangnya. Kami pernah berdebat keras saling memblokir satu sama lain. Tapi setelahnya kami saling mencari.

Aku juga pernah menyakitinya, merusak hari tenangnya bahkan membubarkan sebuah komunitas literasi yang dia bangun hanya karena aku mencemburuinya. Merasa memilikinya lalu mencetus ego yang tidak bisa di bendung. Yang lebih parah aku hampir kehilangan hak hidupnya.

Sebuah dosa besar yang lahir atas dasar keegoisan. Aku pernah kabur dari kehidupannya sebelum berlabuh kembali padanya. Aku tidak pernah benar-benar bisa membencinya sekalipun ingin.

*****

Sebenarnya, apa yang sedang kutangisi?

Secara iman dan budaya, garis pembatas di antara kami sudah membentang teramat jelas. Cara kami merapal doa kepada semesta saja sudah berbeda. Saling mengucap amiin meski server iman bertolak belakang. Kami berpijak di dua negara yang jaraknya ribuan mil. Lalu dengan hati yang jumawa, egoisnya aku masih sempat menginginkannya.

Lelucon getir macam apa yang sedang kutertawakan malam ini.

Nalarku menuntut waras, sekalipun malam ini garis takdir berpihak dan membawa kami bersama. Kami tetap tidak akan mungkin bersatu.

Kesedihan ini bukan lagi tentang kehilangan dirinya, melainkan sebuah penghakiman atas kebodohanku yang sempat berharap pada ketidakmungkinan.

Aku mencintainya tuhan..

Bagaimana caranya agar bisa melawan ego dengan mengalah pada urusan kelayakan?

Wanita itu jauh lebih berhak mendapatkan apa yang pria itu miliki. Cinta, kasih sayang, amarah hingga senyuman. Semua hal berharga dari pria itu.besok pagi akan sepenuhnya menjadi miliknya kembali.

Wanita itu berhak atas hidupnya, sesuatu yang sejak awal tidak akan pernah bisa ku dapatkan.

Kembang api terakhir meluncur ke langit, meledak megah, lalu redup dan menghilang ditelan gelap malam. Persis seperti eksistensinya di hidupku. Kisah yang belum sempat dimulai pun bisa memiliki akhir yang begitu memutus harap.

Mulai besok dia bukan lagi pria dewasa tempatku merengut,bersikap manja bahkan melontarkan pertanyaan konyol lagi.

Dia akan menjadi suami wanita lain. Aku harus pulang, kembali menjadi orang asing yang berpura-pura lupa bahwa kami pernah saling menemukan.

Bolehkan aku berteriak?

Andai aku punya kunci lorong waktu seperti doktor strange, akan ku obrak-abrik pemberkatan tersebut. Tapi yasudahlah… hidup kan bukan tentang siapa milik siapa. Tapi tentang kehidupan yang semestinya harus berjalan sekalipun terluka.

Tonegawa, Japan

Yumeko_

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
SAYONARA
LintangSkalaBhumi
Novel
Bronze
Gengsi karena Cinta
LSAYWONG
Cerpen
Ikhlas yang Terbaik
Amira Hilwana Ruwaify
Novel
Gold
17 Tahun itu Bikin Pusing!
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Samurai Jepang Mencari Cinta ke Negara Garuda
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Wira
Nazarulloh R
Flash
Bronze
Patah Bukan Berarti Mati
Azuma.H
Cerpen
Bronze
First Love and Last.
chel
Novel
Gold
Friend Zone Alert
Bentang Pustaka
Novel
ANHEDONIA
Nesya Endah Rahayu
Novel
Bronze
Anjani (Love Under Fire)
NO-NAME
Flash
Bronze
SEBATAS ANGAN
essa amalia khairina
Novel
Bronze
Masa Sma
Nur Aulia Azzahra
Novel
Gold
Only We Know
Bentang Pustaka
Novel
The Gravity Of Us
Farah Maulida
Rekomendasi
Cerpen
SAYONARA
LintangSkalaBhumi
Novel
YOGANTENG.COM
LintangSkalaBhumi
Novel
K U T I K
LintangSkalaBhumi
Novel
LINTANG:Timur Khatulistiwa
LintangSkalaBhumi