Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Sawan Mayit
0
Suka
1,772
Dibaca

Bagi Bu Wina, uang adalah segalanya, dan pengeluaran adalah musuh utama. Padahal, rumahnya mentereng, dua tingkat dengan pagar besi menjulang di ujung gang. Namun, semua orang di kampung tahu, kekayaan Bu Wina bukan hasil dari kerja keras yang halal, tapi dari bunganya yang mencekik. Dia adalah rentenir terselubung berkedok tetangga penolong. Sifatnya yang pelit setengah mati berbanding lurus dengan tabiatnya yang suka kepo dan mencampuri urusan orang lain.

Sore itu, suasana kampung mendadak gempar. Jeng Sri, salah satu orang kaya di desa mereka, meninggal dunia secara mendadak. Sebagai orang yang tak mau ketinggalan berita, Bu Wina menjadi orang pertama yang tiba di rumah duka. Bahkan, dia sudah berdiri di depan teras saat mobil ambulans yang membawa jenazah Jeng Sri baru saja mundur di halaman.

Bu Wina tidak beranjak. Dengan dalih ingin membantu, matanya yang jeli terus mengawasi setiap prosesi, hingga tibalah saat jenazah Jeng Sri hendak dimandikan di halaman samping yang ditutup kain jarik keliling. Bu Wina merangsek masuk, ikut menonton.

Di sudut halaman, beberapa ibu-ibu pkk sedang berkerumun sambil berbisik-bisik tegang. Bu Wina yang hobi mengoleksi aib orang langsung memasang telinganya lebar-lebar.

"Iya, jare (katanya) kena serangan jantung mendadak," bisik Bu RT setengah mendongkol. "Padahal ya aslinya stres itu. Jeng Sri kan darah tinggi, lha kok malah dapet kejutan kalau si Doni, anak lanange itu, diam-diam hobi main slot! Kalahnya ratusan juta, mbak!"

"Hah? Mosok toh? Padahal ketoke keluargane kaya raya begitu," timpal warga lain.

"Wong si Doni itu jare (orang si Doni itu katanya) sampai keliling pinjam uang ke mana-mana buat nutup utang judi. Jeng Sri baru tahu kemarin malam, langsung ambruk wes!"

Mendengar kasak-kusuk itu, Bu Wina bukannya berempati, ujung bibirnya malah berkedut sinis. Di dalam hatinya, jiwa julidnya meronta-ronta penuh kepuasan.

"Oalah ... sugih-sugih kok anake bajingan,” batin Bu Wina mencibir. Matanya menatap jeli ke arah tubuh kaku Jeng Sri yang mulai dilepas pakaiannya. "Makanya, jadi orang itu jangan sok pamer baju brokat impor tiap arisan kalau aslinya pusing mikirin utang anak. Rasain itu, mati bawa beban."

Namun, kepuasan batin Bu Wina mendadak sirna. Jantungnya seperti melewatkan satu detakan ketika nama Doni kembali ter...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp6.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Sawan Mayit
Zee Lesta
Cerpen
Bronze
ARWAH NONI BELANDA & BONEKA UNGU
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Ikut Pulang
RA Senja
Novel
Pesugihan sate Gagak Mang Yopi
Shinbul
Flash
FF Pembisik
DianOnasis
Cerpen
Bisikan Kegelapan
Jonathan Wijaya
Cerpen
BONEKA KAYU
Rian Widagdo
Novel
Bronze
Mystery Books Factory
Ananda Putri Safitri
Flash
Jahat
Roy Rolland
Novel
Bis Kota
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
Banaspati
Fiana Ita
Cerpen
Bronze
Ranjem
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
AMIRA
Gie_aja
Novel
AIN
Almaira Fatimatul Mufida
Flash
Kamar kos Dodi
Wulan Ews
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sawan Mayit
Zee Lesta
Cerpen
Bronze
Artefak yang Terbuang
Zee Lesta
Cerpen
Bronze
Akhir Sebuah Penantian
Zee Lesta
Cerpen
Bronze
Ego di Puncak Bala
Zee Lesta
Cerpen
Bronze
Lulun Samak
Zee Lesta
Novel
Bronze
Love Bombing
Zee Lesta