Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Satpam dan Buaya
5
Suka
28,933
Dibaca

Namanya Muhammad Satar. Masih nampak seperti 30-an, meskipun sudah 45. Jabatannya komandan satpam pabrik penjernihan air (dia lebih senang menggunakan kata “security”, tetapi saya tidak, saya tetap menggunakan “satpam” karena lebih Indonesiawi). Bagaimana dia bisa menjadi komandan satpam tidak pernah diceritakan, tetapi tentang keberaniannya banyak orang membicarakannya, dan karena itu dia termasuk disegani di kalangannya. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa dia itu “gelo”, suatu istilah yang umum digunakan di Banten Utara, yang kurang-lebih berarti “crazy”, kadang orang juga senang menyebutnya “geblek”, artinya “tolol”. Kombinasi “gelo” dan “geblek” kurang-lebihnya tampak ser...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
AKHIR CERITA PERJALANAN AQILLA
ATTAR DARNIS
Komik
Americano
njoo
Cerpen
Bronze
Satpam dan Buaya
Agus Fahri Husein
Novel
Bronze
Beliung telah lalu
Ghaisani Larasati
Novel
Bronze
Patu: (Bukan) Cerita Cinta
Yudha Mahawani
Flash
Bronze
Satu-satunya Teman
Noveria
Novel
Bronze
Pesona Ayah
Ana Yuliana
Novel
ISYARAT
LeeNaGie
Novel
SAMPAI NANTI SAATNYA TIBA
sbwjsnd
Novel
Pintu Putih
Tary Lestari
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
MANPOSA
Ayu S Sarah
Novel
Bronze
DAUN JATI BERBISIK
DENI WIJAYA
Novel
Relay
Lyinspi
Novel
Bronze
Seharusnya Kita
Rezky Armitasari
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Satpam dan Buaya
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Anjing Tak Bisa Bicara
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Ternyata Ka'bah Tidak Melayang-layang
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Jari Patah
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Menyembunyikan Gajah
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Kapak Terpendam
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Haji Ramli dan Kuntilanak Cantik
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Kucing Mati
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Kerudung Putih
Agus Fahri Husein