Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
2
Suka
3,992
Dibaca

BAB 1 – Rumah yang Terlalu Sepi

Rega adalah bayangan yang bergerak dalam rutinitas yang konstan. Pagi dimulai dengan desiran air di teko listrik, aroma kopi hitam yang pekat, dan lembaran koran yang dibuka dengan presisi milimetri. Siang hari, kesibukannya sebagai editor naskah lepas hanya terganggu oleh suara ketikan jari dan bisikan hening dari rumah tua warisan orang tuanya. Rumah itu besar, dengan langit-langit tinggi dan jendela-jendela berbingkai kayu yang dulunya selalu terbuka lebar, membiarkan angin dan tawa mengisi setiap sudut. Kini, sebagian besar jendela tertutup rapat, seolah menyegel kenangan di dalamnya. Malam hari, Rega akan memasak makan malam sederhana, seringkali hanya untuk satu orang, lalu duduk di kursi goyang di teras belakang, menatap kebun yang sedikit terbengkalai.

Hidupnya, jika boleh disebut demikian, adalah siklus yang tak pernah putus dari ketenangan yang nyaris membosankan. Setelah kedua orang tuanya meninggal lima tahun lalu, Rega memilih untuk tetap tinggal di rumah itu. Saudara perempuannya, satu-satunya yang ia miliki, telah lama pindah ke luar negeri, membangun kehidupannya sendiri. Rega tak pernah merasa kesepian, setidaknya ia meyakinkan dirinya sendiri demikian. Kesendirian adalah pilihan, katanya. Sebuah benteng yang dibangun untuk melindungi dirinya dari gejolak dunia luar yang tak pernah ia pahami sepenuhnya.

Pagi itu, berbeda. Suasana di minimarket terasa lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena akhir pekan, atau mungkin hanya perasaannya saja. Rega, dengan daftar belanjaan di tangan yang ditulis rapi, menyusuri lorong-lorong, mencari sereal kesukaannya. Di dekat rak makanan instan, ia melihat seorang pemuda. Rambutnya gondrong sebahu, wajahnya tampak lelah dengan lingkar mata hitam yang jelas. Tas ranselnya, yang terlihat usang dan penuh tempelan stiker dari berbagai negara, tergeletak di samping kakinya. Pemuda itu terlihat sedang menghitung uang receh di tangannya, dahinya berkerut.

Rega, yang biasanya menghindari interaksi tak perlu, entah mengapa merasa ada dorongan aneh. Mungkin karena tatapan pemuda itu yang tampak putus asa, atau mungkin karena ada sesuatu dalam sorot matanya yang mengingatkan Rega pada seseorang yang tak bisa ia ingat. Rega memutuskan untuk mendekat.

“Butuh bantuan?” suara Rega terdengar sedikit canggung, jarang ia berbicara dengan orang asing.

Pemuda itu mendongak, matanya yang awalnya sayu kini sedikit melebar karena terkejut. “Ah, maaf. Tidak. Hanya… sedang mengecek dompet,” jawabnya dengan senyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa malu.

“Sepertinya kau kelelahan,” Rega melihat tas ransel pemuda itu. “Backpacker?”

Pemuda itu mengangguk. “Iya. Nama saya Andra. Andra B. Mahesa. Baru tiba dari perbatasan. Rencananya mau ke Bali, tapi sepertinya salah perhitungan.” Ia tersenyum getir, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Uang saya… sisa sedikit sekali.”

Hati Rega tergerak. Rasa iba yang tak biasa. Ia teringat akan cerita-cerita para petualang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Novel
Limit: Rahasia Si Pencuri
Syafira Muna
Cerpen
Bronze
Orang-orang yang Diburu
brobin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Akademi Arkanum — Rahasia di Balik Kabut
christian
Flash
Kurenggut Hidupnya
Via S Kim
Cerpen
Bronze
misteri di pumcak gunung
agus tardi rohenda
Cerpen
Bronze
Detektif Arman Dan Dendam Sang Arwah
Bramanditya
Cerpen
Kopiah Bapak
Intan Andaru
Novel
Bronze
DELUSION
Drezzlle Alexandar
Cerpen
Pencuri Waktu (I)
Penulis N
Cerpen
Bronze
Suara Seruling
Hekto Kopter
Skrip Film
Dear Granny
Febri Putra
Cerpen
Bronze
Setelah Tersambar Petir
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Novel
Bronze
Love Freak
Faisal Ridha Dmt
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Balik Kaca
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tak Ada Percaya Pada Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dharmawangsa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rumah Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Notifikasi Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tukang Pos Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Merapi Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Gema Yang Membeku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin