Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
2
Suka
6,459
Dibaca

BAB 1 – Rumah yang Terlalu Sepi

Rega adalah bayangan yang bergerak dalam rutinitas yang konstan. Pagi dimulai dengan desiran air di teko listrik, aroma kopi hitam yang pekat, dan lembaran koran yang dibuka dengan presisi milimetri. Siang hari, kesibukannya sebagai editor naskah lepas hanya terganggu oleh suara ketikan jari dan bisikan hening dari rumah tua warisan orang tuanya. Rumah itu besar, dengan langit-langit tinggi dan jendela-jendela berbingkai kayu yang dulunya selalu terbuka lebar, membiarkan angin dan tawa mengisi setiap sudut. Kini, sebagian besar jendela tertutup rapat, seolah menyegel kenangan di dalamnya. Malam hari, Rega akan memasak makan malam sederhana, seringkali hanya untuk satu orang, lalu duduk di kursi goyang di teras belakang, menatap kebun yang sedikit terbengkalai.

Hidupnya, jika boleh disebut demikian, adalah siklus yang tak pernah putus dari ketenangan yang nyaris membosankan. Setelah kedua orang tuanya meninggal lima tahun lalu, Rega memilih untuk tetap tinggal di rumah itu. Saudara perempuannya, satu-satunya yang ia miliki, telah lama pindah ke luar negeri, membangun kehidupannya sendiri. Rega tak pernah merasa kesepian, setidaknya ia meyakinkan dirinya sendiri demikian. Kesendirian adalah pilihan, katanya. Sebuah benteng yang dibangun untuk melindungi dirinya dari gejolak dunia luar yang tak pernah ia pahami sepenuhnya.

Pagi itu, berbeda. Suasana di minimarket terasa lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena akhir pekan, atau mungkin hanya perasaannya saja. Rega, dengan daftar belanjaan di tangan yang ditulis rapi, menyusuri lorong-lorong, mencari sereal kesukaannya. Di dekat rak makanan instan, ia melihat seorang pemuda. Rambutnya gondrong sebahu, wajahnya tampak lelah dengan lingkar mata hitam yang jelas. Tas ranselnya, yang terlihat usang dan penuh tempelan stiker dari berbagai negara, tergeletak di samping kakinya. Pemuda itu terlihat sedang menghitung uang receh di tangannya, dahinya berkerut.

Rega, yang biasanya menghindari interaksi tak perlu, entah mengapa merasa ada dorongan aneh. Mungkin karena tatapan pemuda itu yang tampak putus asa, atau mungkin karena ada sesuatu dalam sorot matanya yang mengingatkan Rega pada seseorang yang tak bisa ia ingat. Rega memutuskan untuk mendekat.

“Butuh bantuan?” suara Rega terdengar sedikit canggung, jarang ia berbicara dengan orang asing.

Pemuda itu mendongak, matanya yang awalnya sayu kini sedikit melebar karena terkejut. “Ah, maaf. Tidak. Hanya… sedang mengecek dompet,” jawabnya dengan senyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa malu.

“Sepertinya kau kelelahan,” Rega melihat tas ransel pemuda itu. “Backpacker?”

Pemuda itu mengangguk. “Iya. Nama saya Andra. Andra B. Mahesa. Baru tiba dari perbatasan. Rencananya mau ke Bali, tapi sepertinya salah perhitungan.” Ia tersenyum getir, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Uang saya… sisa sedikit sekali.”

Hati Rega tergerak. Rasa iba yang tak biasa. Ia teringat akan cerita-cerita para petualang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
Digital Fortress
Mizan Publishing
Novel
Jelaga Di Lidah
Dava Kalandra
Cerpen
''kamar rahasia yang hilang''
imam rizki
Flash
Orang Ketiga
amunanjar
Cerpen
Bronze
MINARELLI MENELAN LAUT
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Flash
Bronze
Pelukis Berbakat
Afri Meldam
Flash
Pelangi Tiga Warna
Yaraa
Flash
(Bukan) Rumahku Istanaku
Rexa Strudel
Flash
Sang Penjaga (2)
Omius
Flash
Warna
Halimah RU
Flash
Alat Pendeteksi Jodoh
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Novel
Arsya
Faeza Alfarizi
Novel
Gold
Sang Peramal
Noura Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jurnal Kosong
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Melodi Desiran Ombak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Catatan Tua
Christian Shonda Benyamin