Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Aku tahu aku gila ketika pertama kali melihatnya. Bukan karena ia begitu memikat, tapi karena wajahnya justru membuatku ingin menangis. Bagaimana bisa seseorang yang baru kutemui terlihat seperti rumah yang pernah kutinggali?
Untuk pertama kalinya, aku tak menunggu. Aku memilih melangkah lebih dulu. Aku mendekatinya tanpa ragu, karena dalam hatiku hanya ada satu pikiran sederhana. Aku tidak ingin kehilangan sosok laki-laki itu. Renan namanya.
Takdir seperti mengerti. Kami ternyata berada di jurusan yang sama. Dari situlah semuanya terasa lebih mudah. Aku jadi bisa me...