Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rungkat
0
Suka
13,258
Dibaca

Lama tidak berjumpa, sekali kabar terdengar, berita duka membawa kesedihan. Umur manusia memang tidak ada yang tahu, tidak ada juga yang bisa memilih bagaimana dia akan meninggal.

“Namun kenapa kau bisa sampai menyerah dengan dunia?”

Malam hari saat berkumpul dengan keluarga kecilku didepan televisi, aku begitu dikejutkan dengan kabar pemberitaan orang meninggal. Bukan karena sebuah penyakit ataupun tindak kriminal pembunuhan, menggunakan tali jemuran lelaki itu memutuskan mengakhiri hidup.

Istriku sampai menepuk bahuku untuk menyadarkan, aku benar-benar dibuat mematung.

“Kamu kenal mas?”

Mungkin karena khawatir, istriku menginginkan sebuah kejelasan. Dari...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Bronze
Strangers
Lifya Q. Raida
Cerpen
Bronze
Bittersweet life
Sleplesswriter
Cerpen
JANGAN REBUT SENJA TERAKHIRKU
Rian Widagdo
Cerpen
Bronze
Duwa Nyawa
Silvarani
Cerpen
Bronze
ANTIMA
glowedy
Cerpen
Bronze
Matahari Kembar di Langit Bruistagi
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Tugas Nambah-Nambah
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Abaikan Dengan Buku
Yooni SRi
Cerpen
Bronze
Mimpi yang Dikubur Hidup-Hidup
Muhaimin El Lawi
Cerpen
Tetanggaku Alien
Tantan
Cerpen
Lalu Pak Slamet Meng"iyakan"
Mus'ad Firdaus
Cerpen
Maghdiraghar Nyurathala
JWT Kingdom
Cerpen
Bronze
04 Dia Tabib
Bima Kagumi
Cerpen
Mie di Kala Hujan
zain zuha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Bronze
Terang bulan
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi chapter 1
artabak
Cerpen
Nyumbang!
artabak
Flash
Beruang
artabak
Cerpen
Bronze
Rebah oleh tanah
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi Chapter 2
artabak
Cerpen
Negri Tanpa Bendera
artabak
Novel
Lemas
artabak
Flash
Bronze
Sudut pandang
artabak
Novel
Bronze
Nada organ kita
artabak
Novel
Dongeng tanah
artabak