Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rungkat
0
Suka
649
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Lama tidak berjumpa, sekali kabar terdengar, berita duka membawa kesedihan. Umur manusia memang tidak ada yang tahu, tidak ada juga yang bisa memilih bagaimana dia akan meninggal.

“Namun kenapa kau bisa sampai menyerah dengan dunia?”

Malam hari saat berkumpul dengan keluarga kecilku didepan televisi, aku begitu dikejutkan dengan kabar pemberitaan orang meninggal. Bukan karena sebuah penyakit ataupun tindak kriminal pembunuhan, menggunakan tali jemuran lelaki itu memutuskan mengakhiri hidup.

Istriku sampai menepuk bahuku untuk menyadarkan, aku benar-benar dibuat mematung.

“Kamu kenal mas?”

Mungkin karena khawatir, istriku menginginkan sebuah kejelasan. Dari...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2,000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Bronze
Balada Tes CPNS
spacekantor
Cerpen
Bronze
Soup
kimchiroll
Cerpen
Racau
Rafael Yanuar
Cerpen
Harapan Yuna dan Yuni
Mutia Ramadhanti
Cerpen
Bronze
Pisang Goreng
De Lilah
Cerpen
Bronze
Sang Penghianat
LSAYWONG
Cerpen
Saat Kita Di Bangkok
NUR C
Cerpen
Guru Utara dan Selatan
Irvinia Margaretha Nauli
Cerpen
JANGKA JAZ
Kiki Isbianto
Cerpen
Bronze
Si Pendidikan Negeri Sipil Bag-1
spacekantor
Cerpen
Abaikan Dengan Buku
Yooni SRi
Cerpen
Bronze
Senja
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Goodbye, My Cats
May Marisa
Cerpen
Bronze
sepenggal kisah yusa
Dewi Agustin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Bronze
Terang bulan
artabak
Cerpen
Negri Tanpa Bendera
artabak
Cerpen
Bronze
Rebah oleh tanah
artabak
Cerpen
Nyumbang!
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi chapter 1
artabak
Flash
Bronze
Sudut pandang
artabak
Novel
Bronze
Nada organ kita
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi Chapter 2
artabak
Flash
Beruang
artabak
Novel
Lemas
artabak
Novel
Dongeng tanah
artabak