Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rungkat
0
Suka
9,262
Dibaca

Lama tidak berjumpa, sekali kabar terdengar, berita duka membawa kesedihan. Umur manusia memang tidak ada yang tahu, tidak ada juga yang bisa memilih bagaimana dia akan meninggal.

“Namun kenapa kau bisa sampai menyerah dengan dunia?”

Malam hari saat berkumpul dengan keluarga kecilku didepan televisi, aku begitu dikejutkan dengan kabar pemberitaan orang meninggal. Bukan karena sebuah penyakit ataupun tindak kriminal pembunuhan, menggunakan tali jemuran lelaki itu memutuskan mengakhiri hidup.

Istriku sampai menepuk bahuku untuk menyadarkan, aku benar-benar dibuat mematung.

“Kamu kenal mas?”

Mungkin karena khawatir, istriku menginginkan sebuah kejelasan. Dari...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Cowok cafe sebelah
Fitriani
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Kamu Gapapa?
Godok
Cerpen
Bronze
Di Titik Aku Memaafkan Diriku Sendiri
Etaryas
Cerpen
Bronze
Kepak Sayap Gurindam
Supriyatin Yuningsih
Cerpen
Bronze
Diam Diam Protes
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Jeritan Ray
Desynata Purnamasari
Cerpen
JANGAN REBUT SENJA TERAKHIRKU
Rian Widagdo
Cerpen
Bronze
Hilang Akal
Yuli Harahap
Cerpen
Bronze
Perjalanan
Fatimah Ar-Rahma
Cerpen
Bronze
Merah Putih di Setiarejo
AndikaP
Cerpen
Dua Jendela
Dhiyaunnisryna
Cerpen
Bronze
Aku Dan Ariadne
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Dekap Rindu
Djoana Jasmine
Cerpen
Déjà Vu
Firman Fadilah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Novel
Lemas
artabak
Flash
Bronze
Sudut pandang
artabak
Cerpen
Bronze
Terang bulan
artabak
Cerpen
Nyumbang!
artabak
Flash
Beruang
artabak
Cerpen
Negri Tanpa Bendera
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi chapter 1
artabak
Cerpen
Bronze
Rebah oleh tanah
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi Chapter 2
artabak
Novel
Bronze
Nada organ kita
artabak
Novel
Dongeng tanah
artabak