Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rungkat
0
Suka
8,956
Dibaca

Lama tidak berjumpa, sekali kabar terdengar, berita duka membawa kesedihan. Umur manusia memang tidak ada yang tahu, tidak ada juga yang bisa memilih bagaimana dia akan meninggal.

“Namun kenapa kau bisa sampai menyerah dengan dunia?”

Malam hari saat berkumpul dengan keluarga kecilku didepan televisi, aku begitu dikejutkan dengan kabar pemberitaan orang meninggal. Bukan karena sebuah penyakit ataupun tindak kriminal pembunuhan, menggunakan tali jemuran lelaki itu memutuskan mengakhiri hidup.

Istriku sampai menepuk bahuku untuk menyadarkan, aku benar-benar dibuat mematung.

“Kamu kenal mas?”

Mungkin karena khawatir, istriku menginginkan sebuah kejelasan. Dari...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Telepon Iseng!
Noer Eka
Cerpen
Bronze
Kulkas Berbicara
Athea Magnolia
Cerpen
Toko Buku Kecil di Kaki Bukit
Rafael Yanuar
Cerpen
Influencer Istana
zain zuha
Cerpen
Empat Babak Menuju Kenyamanan
lidhamaul
Cerpen
Bronze
Persetan
Yuli Harahap
Cerpen
Bronze
Silence
Anisah Ani06
Cerpen
Durakim
Nada Niken Anggraeni
Cerpen
Jawaban Tuhan
spacekantor
Cerpen
Bronze
Usman dan Ujang, Suatu Kali
Harsa Permata
Cerpen
Dari Ketinggian - Aku Mengerti Aku Tidak Mengerti
Firlia Prames Widari
Cerpen
Bronze
Sebuah Pilihan untuk Dikenang
I Putu Agus Yoga Permana
Cerpen
Bronze
Pilihan Dimas
Heaven Nur
Cerpen
Kelam
Dewi Fortuna
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi Chapter 2
artabak
Cerpen
Bronze
Rebah oleh tanah
artabak
Flash
Beruang
artabak
Novel
Lemas
artabak
Cerpen
Negri Tanpa Bendera
artabak
Cerpen
Nyumbang!
artabak
Cerpen
Bronze
Rani & Jodi chapter 1
artabak
Cerpen
Bronze
Terang bulan
artabak
Novel
Bronze
Nada organ kita
artabak
Flash
Bronze
Sudut pandang
artabak
Novel
Dongeng tanah
artabak