Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Rumini Perawan Desa
0
Suka
13,506
Dibaca

Mobil hitam Arya melaju pelan di jalanan beraspal yang berkelok-kelok. Matahari siang menyorot tajam, membuat Arya harus mengerutkan kening. Sudah hampir dua jam dia berkendara dari Surabaya, dan tujuannya adalah desa Nganjuk, tempat kakek dan neneknya tinggal. Aroma sawah yang basah tercium samar-samar, mengingatkan Arya pada masa kecilnya yang penuh kenangan indah.

“Hampir sampai,” gumam Arya sambil menguap. Sejak semester lalu, jadwal kuliahnya padat dan membuatnya kurang tidur. “Ah, ngantuk…”

Arya melirik ke arah spion. Mobil di belakangnya tampak mendekat dengan cepat. Dia pun menepi ke bahu jalan, memberi ruang bagi mobil itu untuk menyalip.

“Nggak usah buru-buru, Bro,” kata Arya sambil menggelengkan kepala.

Tak lama kemudian, Arya merasakan perutnya mulai keroncongan. “Aah, lapar,” keluhnya. Dia pun melirik jam di dashboard mobilnya. “Sudah jam satu siang. Mending makan siang dulu aja deh.”

Mata Arya tertuju pada sebuah warung sederhana di pinggir jalan. Aroma rempah-rempah dari warung itu menggugah selera makannya. Arya pun memutuskan untuk berhenti dan menepi.

“Mbak, nasi rawonnya satu,” kata Arya kepada pemilik warung. “Terus, kopi susu satu.”

“Siap, Mas,” jawab si pemilik warung ramah. “Mau tambah apa lagi, Mas? Ada tahu, tempe, sambel…”

“Nggak usah, Mbak. Cukup itu aja,” jawab Arya.

Sambil menunggu pesanannya, Arya mengeluarkan telepon genggamnya. Dia menghubungi kakeknya untuk memberitahu bahwa dia sudah dekat.

“Hallo, Kek,” sapa Arya. “Saya sudah dekat. Lagi makan siang dulu.”

“Oh, sudah dekat ya? Cepetan, ya, Nak. Kakek sama Nenek sudah nungguin,” jawab kakeknya dengan suara yang penuh semangat. “Nenek sudah masak rendang kesukaanmu.”

“Iya, Kek. Nanti sampai, ya.”

Arya menutup teleponnya dan tersenyum. “Kakek sama Nenek selalu perhatian,” gumamnya.

Tak lama kemudian, nasi rawon dan kopi susu pesanan Arya pun datang. Dia langsung melahapnya dengan lahap. “Enak banget!” seru Arya. “Nasi rawonnya gurih banget, mbak. Kopinya juga man...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Chocolate
Zaafatm
Flash
Hari Ini, Aku Sadar
Ralali Sinaw
Cerpen
Bronze
Karena Cinta
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Rumini Perawan Desa
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Bunga Malam
Azizah Noor Qolam
Novel
Gold
Posesif
Noura Publishing
Novel
Quin&King Wedding Organation
Rasmanja
Novel
Bronze
Neng Zulfa: Menikah dengan Gus Dingin
Puput Pelangi
Novel
Bronze
Bumi di Merkurius
aes munandi
Skrip Film
Doa di akhir sujud ku
Merita
Novel
Bronze
Kisah Cinta Terunik Indonesia (KCTI)
Al Mueda Data
Novel
Yang Tidak Kita Pilih
Dwitia Yanuanti
Cerpen
Jika Cinta Masih Ada
Nurul Hidayah
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
ME & MR.PRESIDENT
Fissilmi Hamida
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rumini Perawan Desa
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Karena Cinta
sukadmadji
Novel
Bronze
Pacar Bayaran
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Cinta Rania
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Yan
sukadmadji
Novel
Bronze
Maya
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Cinta Bukan Dosa
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Di Ujung Waktu
sukadmadji
Novel
Bronze
Senja Di Pantai
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Takdir Tuhan Yang Terindah
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Bunga Di Antara Kopi
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Misteri Hutan Bawean
sukadmadji