Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Hujan turun tipis di sebuah sore Jakarta ketika Nara Pramudita duduk di sudut kafe kecil dekat halte bus. Di depan jendela, air hujan menetes seperti garis-garis samar yang memburamkan kota. Orang-orang berlalu-lalang, sebagian berlari kecil agar tidak terlalu basah.
Nara memegang ponselnya lama sekali. Sebuah obrolan terakhir masih terbuka. Di aplikasi obrolan. Dari Arvin.
“Kita lihat saja nanti ya.”
Kalimat itu pendek. Terlalu pendek untuk hubungan yang sudah berjalan hampir empat tahun.
Nara menarik napas panjang. Kadang ia merasa hubungannya dengan Arvin seperti seseorang yang duduk di kursi ruang tunggu. Yang tidak pernah benar-benar dipanggil, tapi juga tidak pernah diminta pergi.
Nara mengenal Arvin sejak kuliah di Bandung. Arvin...